Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah
Bab 71. Menjagamu


__ADS_3

*****


Malam pun tiba, suasana di kastil itu sangat dingin. Entah mungkin akan ada badai malam ini atau hujan salju lebat Zico pun belum tahu pasti. Beruntungnya kastil milik Zico ini sudah lengkap dengan segala keperluan emergency.


Zafrina tidak diijinkan mandi oleh Zico karena khawatir jika air akan membeku meskipun sudah memakai heater. Keduanya berpelukan dalam satu selimut dan pemanas ruangan menyala.


"Apa kamu masih kedinginan?" tanya Zico mengusap wajah Zafrina.


"Hmm... ya sedikit. Rasanya malam nanti akan ada badai salju, ini sudah memasuki musim dingin, kan?"


"Ya, kamu benar." Zafrina tiba-tiba teringat akan adiknya Zafia. Dia segera mengubah posisi tidurnya dan lalu duduk bersandar di Headboard.


"Aku akan melihat Zafia dulu, ia alergi dingin dan memiliki riwayat asma. Aku khawatir sakitnya akan kambuh."


"Baiklah, aku akan mengantarmu ke kamar Fia."


Zico memakaikan mantel untuk Zafrina dan benar saja dugaannya, di luar sedang turun salju dengan lebat.


"Ayo, King. Cepatlah sedikit." Zafrina menarik tangan Zico keluar kamar. Di saat yang bersamaan Raiden juga baru saja keluar dari kamarnya.


"Kalian mau kemana? seperti akan menyebrang jalan saja pakai berpegangan tangan," cibir pemuda itu.


"Sudah, jangan pedulikan dia, King. Kita harus segera ke kamar Zafia sekarang." Zafrina kembali menarik tangan suaminya saat Zico.


"Ada apa dengannya, Kak?"


"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya, Raiden."


Zafrina, Zico dan juga Raiden kini berdiri di depan pintu kamar Zafia. Pintunya tidak tertutup rapat.


"Aku akan duluan masuk melihat kondisinya. Kalian masuknya nanti saja, kalau aku sudah menyuruh kalian."


Tanpa menunggu jawaban dari ke dua pria itu Zafrina masuk ke dalam kamar adik perempuannya. Dino ternyata sudah ada di kamar itu dan sedang menyelimuti Zafia.


"Kenapa kamu di sini?"

__ADS_1


"Kamu tahu betul, apa yang akan terjadi jika kita tidak segera bergerak cepat saat cuaca ekstrim seperti ini,"


"Terima kasih, kamu memang sepupu terbaik yang ku punya."


Zafia yang semula terpejam membuka matanya. Ia tersenyum kepada kakaknya dengan bibir yang terasa membeku. Sejak kecil Fia memiliki alergi dengan suhu udara dingin seperti sekarang. Itulah alasan mengapa mama Dian seakan berat melepas zafia untuk mengambil pendidikan di negara itu.


"Aku tidak apa-apa, Kak. Jangan berlebihan seperti itu."


Sementara itu, di luar kamar Zafia, Raiden menanyai Zico. Dia benar-benar sangat penasaran dengan adik kakaknya itu. Entah sebutan apa yang pantas untuk hubungannya dengan Zafia. mereka memiliki satu kakak yang sama namun orang tua keduanya berbeda.


"Sebenarnya ada apa?" tanya Raiden pada Zico.


"Queen hanya khawatir, di cuaca begini sakit Zafia kambuh."


"Memang dia sakit apa?" raut wajah Raiden pun berubah cemas.


"Gadis itu alergi dingin dan juga memiliki asma."


Mendengar hal itu, Raiden langsung menerobos masuk dan melupakan apa yang tadi dikatakan oleh Zafrina.


Zafrina menoleh terkejut saat mendapati Raiden sudah berdiri dibelakangnya. Dari wajah adik laki-lakinya terlihat sekali jika dia mengkhawatirkan Zafia.


"Tidak usah, ternyata adik perempuanku sudah dewasa. Ia tahu apa yang harus dia siapkan untuk menghadapi masalahnya." Zafrina tersenyum ke arah adik perempuannya.


Raiden lalu ikut menatap Zafia, namun gadis itu langsung membuang muka saat netra mereka bertabrakan.


"Kakak, sebaiknya kamu istirahat. Kamu sedang dalam pemulihan," ujar Zafia.


"Lalu siapa yang akan menemanimu?" tanya Zafrina yang masih saja mencemaskan adik perempuannya.


"Biar aku yang menjaganya," kata Raiden masih menatap Zafia lekat.


"Ti-tidak usah," kata Zafia, tentu dia tidak ingin siapapun mengetahui sisi lemahnya.


"Jika begitu, kakak yang akan menemanimu. Kakak khawatir kamu akan sesak nafas lagi."

__ADS_1


"Aku sudah baik-baik saja, Kak."


Di tengah perdebatan itu Zico muncul dan mengingatkan Zafrina untuk segera beristirahat. Akhirnya Zafrina tidak jadi menemani Zafia. Tersisa Dino dan Raiden, namun sepertinya Dino seakan tahu dan mau membantu memberi kesempatan Raiden agar lebih dekat dengan Zafia.


"Aku tidak bisa menemanimu, Fia. Aku masih ada pekerjaan." Dino menepuk bahu Raiden berkata, "Aku titip saudariku. Tolong jaga dia."


"Kakak... " Panggil Zafia, namun Dino tetap melenggang pergi meninggalkan Zafia dan Raiden. Raiden lalu duduk di kursi yang tadi di pakai oleh Dino.


"Istirahatlah, aku akan menjagamu," ujar Raiden.


"Kamu tidak perlu menjagaku. Aku bisa menjaga diriku sendiri."


"Aku hanya tidak mau membuat kakakku kepikiran lalu sakit lagi. Jadi tidurlah, aku yang akan menjagamu."


Mendapat jawaban yang ketus dari Raiden membuat Zafia kesal sekali. Dia lantas tidak lagi mempedulikan Raiden dan berbalik badan memunggungi Raiden lalu terlelap.


Raiden menatap Zafia yang terlelap. Senyum tipis terbit di bibirnya yang seksi. Raiden benar-benar akan menjaga Zafia malam ini. Dia mengeluarkan ponselnya dan mulai sibuk bermain permainan yang saat ini sedang booming.


Waktu menunjukkan pukul 1 dini hari, Raiden masih terjaga, namun sayup-sayup dia mendengar suara gemeletuk gigi Zafia. Raiden mengalihkan tatapan matanya dan terbelalak saat mendapati tubuh Zafia menggigil kedinginan.


"Hei, ada apa denganmu?" tanya Raiden dengan wajah panik. Ini kali pertamanya dia peduli pada wanita selain ibu dan kakaknya. Dia tak tahu harus berbuat apa.


"Di... ngin." desis Zafia, Raiden mengernyit heran karena tubuh Zafia sudah terbungkus selimut tebal, tapi kenapa masih kedinginan.


Raiden mencoba browsing di internet mengenai apa yang Zafia alami, bahkan dia mencaritahu cara untuk mengatasi apa yang Zafia alami.


Mata Raiden melebar saat membaca artikel itu, tapi dia juga tak punya waktu banyak karena Zafia terus menggigil kedinginan. Raiden dilema antara harus membantu atau mencari alternatif lain. Ia sungguh bingung, Raiden kembali mendekati Zafia. Kali ini Zafia menarik tangan Raiden dan menggenggamnya.


"Dingin... "


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Wah kira-kira bakalan ngapain ya si Raiden?


Like, komen, vote dan giftnya jangan lupa ya guys

__ADS_1


__ADS_2