Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah
Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit


__ADS_3

******


Zafa telah selesai membantu Profesor Smith tapi dia masih berbincang dengan pria paruh baya itu.


"Saat musim dingin aku akan pulang ke Indonesia. Aku tidak tahu apakah akan kembali atau tidak."


"Why?" tanya Profesor Smith penasaran.


"Aku harus mengurus perusahaan keluargaku."


"Bukankah dulu kamu menolaknya?"


"Ya, tapi aku juga tidak bisa menutup mata dengan semua itu. Mau tidak mau aku harus membantu, karena aku pun juga tidak ingin perusahaan yang sudah susah payah keluargaku bangun jatuh bangkrut."


"Baiklah, sepertinya memang kamu tidak bisa terus menghindar." Profesor Smith menepuk pundak Zafa.


"Thankyou, Sir."


"Aku senang memiliki murid dan asisten sepertimu."


"Aku juga senang mengenalmu, Prof."


Zafa dan Profesor Smith berpelukan sesaat lalu setelah itu Zafa berpamitan. Dia bergegas ke ruangannya untuk menemui gadis tadi.

__ADS_1


Alexa meringkuk di sofa yang ada di ruangan Zafa. Sekujur tubuhnya rasanya sakit semua. Itu karena dia melakukan perlawanan saat ayahnya membawa dua pengawal untuk menangkapnya.


Gadis itu terpejam dengan tubuh gemetaran. keringat dingin membasahi kening dan sekujur tubuhnya. Zafa yang saat itu sedang membuka pintu sangat terkejut. Dia pun menghampiri Alexa dan memeriksa suhu tubuh gadis itu.


"Alexa.. Alexa apa kamu mendengarkanku?" Zafa mengguncang tubuh Alexa. Gadis itu terus menceracau tidak jelas namun matanya tetap tertutup rapat.


Zafa segera membereskan barang bawaannya. Ia Juga menghubungi salah satu anak buahnya untuk datang ke kampus. Zafa sesaat melirik ke arah Alexa, ia semakin merasa iba dengan kondisi gadis itu.


"Jangan mendekat.. aku mohon." Tangis Alexa semakin terdengar Zafa pun menjadi panik. Dia tak ingin ada yang mendengar ucapan Alexa. Karena bisa jadi orang-orang akan salah sangka terhadapnya.


"Alexa, ku mohon buka matamu," Zafa kembali mengguncang bahu Alexa.


Gadis itu perlahan membuka matanya. Tatapan matanya sayu lemah tak berdaya hingga membuat Zafa iba.


"Sekujur tubuhku sakit," jawab Alexa lirih.


"Apa kamu masih kuat berjalan?" Alexa mengangguk lemah. Zafa langsung mengambil tasnya dan menuntun Alexa. Anak buah Zafa sudah tiba di kampus. Zafa harus segera membawa Alexa ke rumah sakit.


Namun saat tiba di lorong hampir mencapai tempat parkir tubuh Alexa limbung jatuh tak sadarkan diri.


"Lexa.. " pekik Zafa terkejut. Beruntung salah satu anak buah Zafa melihat dan langsung membantu. Zafa merogoh saku celananya dan melempar kunci pada pria itu.


"Kau bawa mobilku, Ben."

__ADS_1


"Baik, Tuan."


Zafa pun menyerahkan tas yang tersampir di pundaknya lalu mengangkat tubuh kurus Alexa dan membawanya ke dalam mobil anak buahnya yang lain.


"Kita ke rumah sakit sekarang, Ron."


"Ya, Tuan."


Mobil pun akhirnya melesak meninggalkan pelataran kampus Zafa menuju ke rumah sakit terdekat. Zafa terus mengamati wajah Alexa. Wajah gadis itu mengingatkannya pada Lauren sahabat sekaligus cinta pertamanya.


Mengingat hal itu nafas Zafa tiba-tiba memburu. Segala sesuatu yang berhubungan dengan Lauren seperti mimpi buruk bagi Zafa saat ini. Sudah bertahun-tahun ia kehilangan dan berusaha mencari keberadaan gadis itu. Tapi gadis itu benar-benar menghilang bagai di telan bumi.


"Kita sudah sampai, Tuan," ujar Ron sambil membukakan pintu untuk Zafa hingga membuyarkan lamunan tuannya. Zafa kembali mengatur nafasnya dan mulai turun, Ron membantu Zafa mengeluarkan Alexa dari dalam mobil.


2 orang perawat laki-laki menyambut Zafa dengan membawa hospital bed. Alexa dibaringkan Zafa di atasnya. Perawat itu langsung membawa Alexa masuk ke ruang pemeriksaan.


Ron membantu Zafa mengisi formulir pendaftaran untuk Alexa. Di saat bersamaan ponsel Zafa berdering. Dan ternyata mama Dian menghubunginya.


Zafa bingung harus mengangkatnya atau tidak. Sementara itu suasana di rumah sakit itu cukup ramai karena hari masih siang.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Kalau up nya sering bolong maaf ya. Author lagi mencoba mengimbangi juga dengan kesibukan baru di Novel author yang judulnya My Beautiful Maid di aplikasi Berlogo F. Karena di sini mulai sedikit tidak nyaman dengan regulasi yang author sendiri tidak tahu berdasarkan apa, level karya up and down tanpa adanya info yang signifikan.

__ADS_1


__ADS_2