Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah
Bab 70. Ada apa dengan Raiden?


__ADS_3

*****


Dino keluar menemui Zafia. Ternyata gadis itu bukannya sedang melakukan meeting tapi sibuk dengan laptop dan juga tabletnya. Wajah Zafia tampak sangat serius. Dino yakin masalah kebakaran itu bukan sesuatu yang simpel seperti yang dia pikirkan.


"Apa semua baik-baik saja?" tanya Dino sambil mendekati Zafia. Gadis itu menoleh sesaat lalu kembali menatap kedua layar yang menyala di hadapannya.


"Ya... " jawab gadis itu singkat.


"Apa ini sabotase?"


"Ku rasa begitu. Miguel mengatakan jika hanya gedung atas yang terbakar. Itu artinya dia menyasar sesuatu. Aku sedang mencoba melacak dengan satelit untuk mengetahui rekaman CCTV yang ada di gedung sekitaran ZF, semoga saja ada petunjuk." Zafia menjawab pertanyaan Dino dengan tangan yang tidak berhenti menari-nari di atas keyboard-nya.


"Aku semakin khawatir. Bagaimana jika mereka tahu jika pemiliknya adalah kamu."


"So what?"


"Kamu hanya seorang gadis, Zafia. Mereka semua memiliki pendukung mafia."


"Maka aku akan meminta bantuan uncle Rian atau ayah mertua kakak untuk mengatasi mereka. Aku sebenarnya tidak peduli dengan siapa mereka. Saat ini aku hanya sedang kepikiran mengenai para korban."


"Fia, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri."

__ADS_1


"Kamu tahu, perusahaan itu adalah impianku, kak, aku akan pertahankan perusahaan itu meskipun mereka terus menggempurku."


"Kenapa tidak kamu terima saja kerjasama dengan mereka?" tanya Dino penasaran. Ia hanya pernah mendengar Zafia menolak kerja sama dengan salah satu perusahaan besar di Italia tanpa alasan yang jelas.


Zafia terkekeh, namun mata dan tangannya masih terus fokus dengan apa yang ada di hadapannya.


"Itu bukan kerja sama. Mereka berniat curang. Mereka ingin membeli hasil karyaku dan melabeli dengan nama perusahaan mereka. Jika kerja sama hanya sebatas aku tetap penciptanya dan mereka yang memasarkan, aku ga masalah, tapi mereka ingin mengakuisi karyaku. Mereka ingin dikenal dengan hasil otakku. Aku tidak mau bekerja sama dengan mereka."


"Lalu apa kamu akan ke Italia?"


"Tidak, untuk sekarang uncle Bart yang akan mengurusnya."


"Semoga beliau baik-baik saja," ujar Dino. Ia tahu, saat ini yang di hadapi Zafia bukanlah persoalan yang mudah. Tapi gadis itu pintar sekali menyembunyikan bagaimana perasaannya saat ini.


Raiden menatap kedua orang itu dari jarak yang lumayan dekat namun tak terlihat. Dia bisa melihat gadis itu tampak serius dengan wajah yang datar.


Zafrina kini menhampiri adik dan juga sepupunya. Dia meletakkan nampan di dekat laptop Zafia, lalu ikut duduk dan bergabung. Ia penasaran dengan apa yang sedang Zafia lakukan.


"Bagaimana, Fia? apakah kebakarannya serius?"


"Tidak, kak, tunggu sebentar." Zafia menekan enter setelah proses pengunduhan sudah 100% lalu Zafia mulai mengecek CCTV dari gedung perusahaan lain di sekitar perusahaannya.

__ADS_1


"I got you." Zafrina tersenyum simpul saat mendapatkan gambar seseorang yang menyusup ke ruang penyimpanan yang memang letaknya ada di lantai paling atas.


Dino dan Zafrina yang duduk di dekat Zafia seketika merapat saat mendengar ucapan Zafia. Mereka berdua menatap layar yang memperlihatkan seorang pria berusaha mengotak atik box panel listrik dan tak lama setelah kepergian pria itu tiba-tiba api memercik dan mulai membakar ruangan itu.


Raiden tampak semakin mengagumi sosok Zafia tanpa sadar. Ia ikut tersenyum saat melihat gadis itu tersenyum. Sepertinya kehidupan gadis itu cukup menarik.


"Jangan hanya mengintai, dekatilah. Ada pemuda yang berada di sekelilinnya juga sepertinya tertarik pada adik iparku itu. Jangan sampai menyesal karena didahului." Zico tiba-tiba muncul dan mengagetkan Raiden.


"Aku bisa menyingkirkan mereka dengan mudah," jawab Raiden penuh percaya diri.


"Ya, tapi saat kamu sudah melakukan semua itu kamu juga akan kehilangan dia, karena dia pasti akan membencimu. Karena yang menyukainya adalah sahabat terdekatnya." Zico terbahak meninggalkan Raiden yang raut wajahnya berubah masam.


Zafia dan yang lain seketika menoleh menatap ke belakang dimana Zico berjalan mendekat ke arah mereka sedang Raiden berbalik arah masuk ke kastil.


"Ada apa dengan Raiden?" tanya Zafrina. Zico hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Seperti biasa jangan lupa aku minta dukungannya, kasih like, komen dan Vote kalian. atau kasih mawar juga gpp aku terima.


Sambil nunggu ada baiknya mampir di karya temanku yang satu ini yuk Belenggu cinta pria bayaran.

__ADS_1



__ADS_2