
*****
Pasangan yang sedang dimabuk asmara itu baru membuka mata setelah malam tiba. Zafrina menggeliat, ia lantas mencari ponselnya.
"King, di mana ponselku?"
"Sebentar, akan aku ambilkan." Zico meraih ponsel yang ada di atas nakas dan lalu menyerahkannya pada Zafrina.
"Ini, Queen. Ada apa?"
"Aku mau menghubungi Raiden. Aku akan memintanya mencari Zafia. Sampai sekarang, gadis nakal itu tidak memberiku kabar. Dia tidak berpikir, apakah aku akan cemas atau tidak," kata Zafrina setengah menggerutu. Di saat yang bersamaan ponsel Zafrina berdering dan ternyata itu adalah telepon dari mamanya.
"Halo, Mah."
["Halo, Sayang, bagaimana kondisimu dan kandunganmu? apa kamu mengalami ngidam yang sulit?"] Zafrina melirik ke arah Zico, tatapan matanya terlihat sendu. Zico mendekat dan menekan tombol speaker.
"Kondisi Zafrina baik, Mah. Mamah apa kabar?"
["Kabar mama baik-baik saja. oma Arini juga sudah membaik."]
"Syukurlah, Mah. Sekarang Zafrina dan Zico ada di Italia, Mah. Kami pergi untuk bulan madu."
["Lho, bukannya kandunganmu masih terlalu muda untuk bepergian?"]
"Maafkan, Inna, mama. Inna tidak bisa menjaga kandungan Inna beberapa waktu yang lalu Inna keguguran."
["Oh, ya Allah. Apa kamu baik-baik saja, Sayang? Maafkan mama yang tidak memperhatikan kamu di saat kamu seperti itu."]
"Mama tenang saja, jangan khawatir. Kata dokter dalam waktu dekat, Inna bisa hamil lagi. Kemarin memang kondisi kandunganku lemah."
["Jika ada apa-apa jangan lupa beritahu mama, mama tidak bisa terlalu sering bolak-balik ke sana karena mama harus merawat para orang tua di sini."]
"Mama tenang saja, Zico yang akan menjagaku dengan baik."
__ADS_1
["Baiklah, jika begitu. Tolong sesekali kamu lihat adikmu ya. Beberapa hari ini dia tidak menghubungi mama."]
"Nanti akan Inna sampaikan pada Dia agar menghubungi mama,"
["Terima kasih sayang, mama hanya khawatir dengan kesehatan adikmu. Di sana sedang musim dingin, mama khawatir kalau sakit adikmu kambuh."]
Zafrina menghela napas lega. Kini tidak ada lagi ganjalan di hatinya. Semoga mamanya tidak kepikiran hingga jatuh sakit. Zico tersenyum sambil mengusap surai Zafrina.
"King, tolong hubungi Raiden. Minta padanya untuk mencari Zafia. Aku khawatir terjadi sesuatu padanya. Aku mau mandi dulu."
"Oke, tapi jangan berendam terlalu lama. Nanti kamu akan membeku."
"Ya, aku tahu."
Zafrina beranjak menuju kamar mandi dengan keadaan polos tanpa sehelai benang pun membungkus tubuhnya yang seksi. Zico geleng kepala melihat tingkah istrinya yang asal-asalan.
Zico langsung menghubungi adik iparnya untuk menyampaikan pesan dari istrinya. Namun sampai 4 kali panggilannya tidak terhubung. Zico lantas menghubungi Zafa, beruntung pria itu langsung membalasnya. Zico menyampaikan keresahannya, tapi Zafa dengan tenangnya menginformasikan keberadaan Zafia bahkan lengkap dengan apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu.
Setelah sambungan dimatikan Zico masih dalam mode tertegun. Ia tak menyangka jika anggota keluarga Zafrina begitu mengagumkan. Bahkan Zafa yang jauh di Massachusetts tahu keberadaan Zafia dan apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu.
Zafrina duduk di depan meja rias. Dia sedang mengeringkan rambutnya yang basah. Sebenarnya tadinya dia enggan menyentuh air karena cuacanya terlalu dingin. Akan tetapi jika tidak mandi dia akan merasa tubuhnya bau sisa percintaan siang tadi.
Zafrina mengangkat telepon dan memanggil petugas kebersihan hotel untuk membersihkan kekacauan yang dia buat bersama suaminya. Tak butuh waktu lama, dua orang room servis datang dan mulai membereskan kasur yang terlihat sangat kacau itu.
Setelah selesai Zafrina memberikan tip pada kedua room servis itu, Zico baru keluar kamar mandi. Ia melihat sekeliling yang sudah tampak rapi dari sebelumnya.
"Apa kamu yang merapikannya, Queen?"
"Ya, tapi dengan tenaga orang lain," kata Zafrina sambil tertawa.
"Aku jadi ingin membuatnya berantakan lagi."
"Tidak bisa, aku sudah sangat lapar. Aku perlu makan, King. Sejak siang tadi perut kita tidak terisi apa-apa.
__ADS_1
"Ok, maafkan aku. Setelah ini aku akan membawamu ke restoran yang paling enak."
"Oh, aku rasanya tidak akan sanggup berjalan. Kakiku terasa lemas."
"Apa kamu suka kaviar?"
"Ya, tapi tidak terlalu."
"Bagaimana dengan Escargot?"
"Aku lebih memilih makanan cepat saji dari pada makanan-makanan tadi."
"Bagaimana dengan pizza dan lasagna?"
"Boleh dan sebotol anggur sepertinya cukup menghangatkan."
"Baiklah, aku akan pesankan. Kita sebaiknya makan di kamar saja."
"Ide bagus, tadi bagaimana?"
"Raiden belum bisa dihubungi, tapi kata Zafa, saat ini Zafia baik-baik saja dan sedang tidur."
"Syukurlah, aku benar-benar cemas dengan gadis itu."
"Banyak yang melindunginya, kamu tenang saja," ujar Zico mengusap lengan Zafrina yang terbungkus dengan sweater berwarna biru muda.
"Aku memang sepertinya terlalu berlebihan mengkhawatirkan dia, tetapi bukankah ini wajar? dia adikku."
"Kamu harus belajar memberikan kepercayaan pada dirinya. Toh selama ini dia bisa membuktikan pencapaiannya dengan baik."
"Hmm, ya, kamu benar."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
cuma mau ingetin buat Vote like komen dan gift aja sih. Mohon maaf jarang membalas komentar kalian, tapi aku selalu baca kok. Lagi sibuk seminggu lebih pada masuk angin bergilir dan semoga saja ini aku yang terakhir meskipun baru awalan berharap ga menulari siapa pun.