Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah
Bab 58. Zafrina menghilang


__ADS_3

******


Zafrina pergi dengan perasaan yang sulit ia gambarkan. Hanya saja jika benar Anastasya mengandung anak Zico lebih baik selamanya dirinya tidak kembali pada pria itu.


Kecewa sudah pasti, tapi untuk membenci Zico rasanya Zafrina tidak akan sanggup. Zafrina berhenti mendadak di tepi hutan saat matanya terasa kabur karena kepalanya kembali berdenyut. Dia mematikan motornya dan turun segera.


Paula dan Miranda seketika ikut ber henti. Namun mata mereka langsung terbelalak saat melihat Zafrina masuk ke dalam hutan dengan cepat.


"Nona... " Paula dan Miranda berlari menyusul Zafrina. Calvin, Emir dan Rey pun juga bergegas turun dari mobil.


Zafrina berusaha menarik nafas berulang-ulang, entah kenapa saat ini dia tidak mau menunjukkan sisi lemahnya pada siapapun termasuk di hadapan para pengawalnya.


Zafrina benci dengan tatapan mengasihani. Dia sangat tidak suka orang lain mengasihani dirinya. Zafrina berjalan namun arah yang dituju tak sama dengan yang sedang di tujuan Paula dan Miranda. Sedang Calvin dan yang lain berpencar.


Calvin menghubungi Zico dan mengatakan jika nonanya masuk ke dalam hutan dan mereka kehilangan jejaknya.


Zico menggenggam ponselnya dengan erat. Jika sampai sesuatu hal yang buruk menimpa istri dan calon anaknya dia tidak akan mengampuni Anastasya sampai mati.


Zico ingin segera pergi menyusul Zafrina tapi kepala pelayannya berhasil menghentikan Zico.


"Jika anda mencari nona sekarang yang ada nona akan membenci anda saat dia melihat urusan anda dengan wanita itu belum selesai. Saran saya selesaikan urusan anda dengan wanita itu barulah anda mencari nona."


"Istriku masuk ke hutan Ben. Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi padanya?"

__ADS_1


"Saya akan perintahkan anak buah yang lainnya untuk menyusul."


"Kau paling tahu aku, Ben. Sejak dulu hanya Zafrina yang aku cintai. Aku tidak akan mengecewakannya dengan tidur dengan sembarangan wanita."


"Saya tahu tuan, tapi alangkah lebih baik anda harus menyingkirkan sumber masalahnya dari pada nanti timbul masalah yang lain lagi."


Zico hanya bisa menuruti saran kepala pelayannya. Semua yang Benjamin bilang ada benarnya. Akhirnya Zico pergi ke ruangan introgasi.


"Guyur dia..." perintah Zico pada salah satu anak buahnya. Salah seorang mengisi ember dengan air lalu mengguyurkannya ke wajah Anastasya.


Anastasya langsung gelagapan, ia membuka mata dan melihat tatapan tajam Zico Anastasya menelan salivanya dengan susah payah. Baru kali ini dia melihat Zco dengan tatapan mengerikan seperti itu,


"Apa kamu senang sekarang?" tanya Zico.


"Maksudku sudah sangat jelas, apa kamu senang berhasil mengusik hidupku?" tanya Zico datar.


"Aku hanya ingin anakku memiliki ayah."


"Tapi sayangnya kamu salah target Ana, kau tahu? aku tidak pernah sembarangan menyentuh wanita. Aku bukan laki-laki bodoh yang bisa kamu korbankan demi bayi yang ada dalam kandunganmu."


"Tapi dia anakmu, Zi," ujar Anastasya kekeuh dengan pendiriannya.


Plak!!

__ADS_1


Zico langsung melayangkan tamparannya di pipi Anastasya tanpa belas kasihan.


"Anakku? jangan sembarangan bicara atau ku potong lidahmu!" hardik Zico marah. Anastasya benar-benar membuatnya kesal.


"Sebelum mengusikku dengan kegilaanmu sebaiknya kamu bertanya dulu pada mantanku yang lainnya. kenapa tidak ada satu pun yang berani berurusan denganku."


Anastasya masih berpikir keras. Dia benar-benar sudah hilang akal hingga mengaku hamil hanya demi dekat dengan Zico. Tapi kini dirinya hanya bisa menelan kegagalan.


"Zi, aku... " Anastasya langsung terdiam dengan tubuh yang bergetar karena saat ini Zico menekan pelipisnya dengan sebuah pistol.


"Jangan harap kau bisa lepas dari sini hidup-hidup. Jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada istri dan calon anakku," desis Zico. "


Seharusnya jika aku jadi dirimu aku akan berpikir seribu kali untuk mengusikku. Sekarang nikmatilah sisa udara yang masih bisa kau hirup saat ini," ujar Zico. Tatapan matanya begitu tajam dan dingin.


"Bawa dia ke markas White tiger!" perintah Zico pada anak buahnya. Anastasya hanya mampu menatap Zico dengan segudang penyesalan di hatinya.


Sementara itu, Zafrina menghentikan langkahnya saat merasakan sakit yang luar biasa di perut bagian bawahnya. Kepalanya semakin sakit dan pandangannya tampak kabur. Tubuh Zafrina seeketika melemas dan dia kehilangan kesadaran. Namun sebelum tubuhnya jatuh menyentuh tanah sebuah tangan berhasil menangkap tubuh Zafrina.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Nungguin ya, maaf ya aku beneran lagi sibuk banget. soalnya semua sudah mulai normal kembali situasinya sehingga waktuku juga terbagi-bagi.


Sambil nunggu ada baiknya mampir di karya temanku kak Eni Pua. Jangan lupa di Favoritkan

__ADS_1



__ADS_2