
****
Kehamilan Zafrina yang kedua ini tidak terlalu banyak Drama. Leo sesekali ke Indonesia dan menginap di rumah Zafrina hanya demi bertemu cucu perempuan pertamanya.
Rumah Zafrina dan Zico jarang sepi karena setiap hari ada saja yang datang. Sejak mengetahui Zafrina hamil, dokter menyarankan Zafrina agar menyapih Amanda. Meskipun awalnya Zafrina merasa tidak tega, tapi berkat bantuan dari Zico dan juga Dian, akhirnya kini Amanda malah semakin montok di usianya yang genap berumur satu tahun.
Perayaan ulang tahun Amanda dibuat sangat meriah dengan mengusung tema kerajaan. Zafrina merayakan ulang tahun Amanda di panti asuhan milik Ara. Semua anak panti didandani dengan berbagai macam kostum berbau kerajaan. Ada yang mengenakan kostum pangeran. Ada yang memakai kostum raja, ada juga yang memakai kostum putri kerajaan dan juga pengawal.
Amanda sendiri memakai kostum Elsa. Bayi bertubuh subur itu tampak cantik dengan memakai rambut palsu ala Elsa.
Tamu undangan Zafrina tak terlalu banyak. Ia hanya mengundang kerabat dan saudara saja. Bahkan rekan bisnis Zico yang memiliki anak pun hanya diundang sebagian.
Zafrina dengan perut bulatnya berdandan dengan kostum yang hampir sama dengan Amanda. ibu dan anak itu tampak sangat serasi. Bahkan Zico rela berdandan seperti Kristoff si pemilik rusa meskipun dengan wajah setengah cemberut kesal.
"Oh ayolah, King. Mana senyummu?" Zafrina tampak senang menggoda suaminya.
"Puas sekarang, Nyonya?" tanya Zico. Dia tidak benar-benar kesal karena tema itu Zafrina yang menginginkannya.
Seperti biasa alasan Zafrina selalu babynya yang mau. Padahal sejak usia kandungan Zafrina menginjak 5 bulan, bayi mereka diprediksi adalah seorang bayi laki-laki.
Zafrina tertawa senang dan lalu menyematkan ciuman lembut di bibir Zico, tentunya dengan curi-curi kesempatan. Dia tak mau menodai mata anak-anak panti dengan apa yang dia lakukan.
__ADS_1
"Forgive me, King," ujar Zafrina, tapi Zico kemudian tersenyum dan mengusap perut Zafrina.
"Lain kali, daddy tidak akan mau lagi, Baby," bisik Zico di perut Zafrina.
Keluarga Dian dan semuanya yang hadir diwajibkan memakai pakaian yang sesuai dengan dresscode nya. Mama Dian dan papa Gerry memakai kostum Cinderella dan Pangeran. Sementara Zayana datang bersama Marvel dengan kostum Beauty and The Beast. Meskipun awalnya Marvel menolak, tapi demi agar calon istrinya tidak marah akhirnya Marvel menurut.
Rian dan Velia tidak bisa hadir karena harus mengurus pendidikan Ravelo di luar negeri. Akan tetapi Rian sudah mengirimkan kado yang lumayan besar untuk Amanda.
Semua yang hadir menyempatkan diri untuk berfoto dengan Amanda. Gadis itu juga tampak anteng dan tahu jika dirinya sekarang sedang jadi pusat perhatian.
Selesai acara Amanda tertidur dengan pulas dan tidak rewel. Beruntungnya Amanda memiliki nenek seperti Dian yang selalu bisa membuatnya merasa nyaman hingga akhirnya bocah itu terlelap dengan sendirinya.
"Apa kamu lelah, Queen?" tanya Zico. pengalamannya dulu membawa Zico menjadi sosok yang sangat protektif terhadap kondisi Zafrina sekarang. Apalagi sekarang usia kandungan Zafrina sudah menginjak usia 8 bulan.
"Sedikit, King, tapi aku masih bisa mengatasinya."
"Istirahat lah dulu, nanti sore kita periksakan my baby boy."
"Aku mau mandi sebentar, tubuhku rasanya sudah lengket."
"Baiklah." Zico mengangkat tubuh Zafrina yang tetap langsing meskipun dengan perutnya yang bulat besar. Dokter Rita benar-benar telah menjaga asupan makan Zafrina.
__ADS_1
"King, turunkan aku, aku pasti berat."
"Berpeganglah padaku." Zafrina akhirnya memilih mengalungkan tangannya di leher Zico karena takut jatuh.
Zico mendudukkan Zafrina dengan hati-hati. Ia mengisi bathup dengan air hangat dan juga wewangian yang bisa membuat rileks Zafrina. Zafrina melepas pakaian dalamnya dan berjalan di samping Zico tanpa busana sama sekali. Jika ditanya apakah Zico berhasrat? tentu jawabannya adalah iya. Akan tetapi Zico terlanjur trauma dengan kehamilan Zafrina yang pertama sehingga sekarang Zico lebih memilih menahan gejolaknya.
"Apa kamu tidak mau mandi bersamaku, King?"
"Aku takut tidak kuat menahannya, Queen."
"Kenapa harus ditahan? lepaskan saja."
"Aku masih trauma, Queen." Zafrina tersenyum mendengar jawaban suaminya. Ia perlahan berlutut dan menghadap ke arah Zico. Zico membulatkan matanya saat Zafrina memegang inti tubuhnya yang menegang. Tanpa banyak bicara Zafrina mulai mengeksekusi inti tubuh Zico dengan bibirnya yang seksi hingga akhirnya Zico melenguh saat mendapatkan pelepasannya.
"Queen, kamu .... "
"Jika tempatmu bersarang tidak bisa digunakan, maka jangan ragu untuk meminta cara lainnya padaku. Jangan sampai kondisi ku ini menggiringmu ke sarang yang lain."
Zico membantu istrinya bangkit. Tatapan itu begitu teduh menghanyutkan. "Untuk mencintaimu saja aku butuh keberanian. Bagaimana mungkin setelah apa yang aku lakukan padamu, aku mencari sarang baru," jawab Zico.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1