Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah
Bab 59. Kehilangan


__ADS_3

******


Pria itu tersenyum saat melihat wajah Zafrina yang cantik. Dia langsung membopongnya dan membawanya ke dalam mobil. Niatnya untuk mencari tanaman obat batal karena dia menemukan bidadari yang entah berasal dari mana.


Pria itu bernama Eden. Pria keturunan Jerman - Jepang yang kini masih mengenyam jenjang pendidikan lanjutan ilmu kedokteran.


Eden merasakan lengannya basah, dan alangkah terkejutnya dia saat melihat bercak darah di lengannya.


Eden segera memasukkan Zafrina ke dalam mobil. Sepertinya keadaan gadis itu tidak baik-baik saja. Apakah gadis itu adalah orang yang sengaja di buang. Pikiran buruk itu terus memenuhi pikiran Eden.


Eden langsung menjalankan mobilnya dengan kencang dia harap semoga saja nyawa gadis itu dan janinnya bisa tertolong. Dia yakin jika gadis yang dia bawa saat ini sedang dalam keadaan hamil. Dilihat dari banyaknya darah yang membekas di lengannya.


Setibanya di rumah sakit, Eden berteriak minta tolong. Beberapa perawat mendekat dan membawakan bed pasien. Dia lantas mengangkat membantu mengangkat Zafrina dan meletakkannya di bed.


"Apa yang terjadi dengan gadis itu tuan?"


"Aku menemukannya tergeletak di tepi hutan. Tapi sepertinya dia dalam keadaan hamil. Dia mengalami pendarahan."


"Baiklah, kami akan memeriksanya. Silahkan bantu kami mengisi formulir pendaftarannya."


Eden berhenti mengikuti Zafrina yang telah dibawa ke ruang pemeriksaan. Eden mengisi data Zafrina dengan asal-asalan karena tidak tahu asal-usul gadis itu.


Baginya, semua itu tidak masalah asalkan gadis yang dia bawa segera mendapatkan penanganan.

__ADS_1


Dua orang dokter dan beberapa perawat tampak sibuk menangani Zafrina. Pakaian gadis itu telah diganti dengan baju khusus pasien.


"Bagaimana dokter Anna?" tanya salah seorang perawat pada dokter Anna. Dokter itu menggeleng dengan raut wajah sedih.


"Jaringannya telah rusak. Kandungannya tidak bisa diselamatkan."


"Sayang sekali... " ujar perawat itu.


"Kita lakukan kuretase. Tolong panggilkan siapa pun tadi yang membawanya kemari. Nona ini adalah pasienku beberapa hari yang lalu."


Dokter Anna masih terus menatap Zafrina sendu. Dia sudah memberi suntikan untuk menghentikan pendarahan nya. Tapi kandungan Zafrina yang masih terlalu muda sangat rentan hingga sulit bertahan.


Eden terkejut saat mendengar kabar jika gadis yang diselamatkannya harus menjalani kuretase. Dia bingung harus berbuat apa?


"Tapi ini kondisi darurat tuan."


"Katakan pada dokter untuk tunggu sebentar. aku harus berpikir."


Perawat itu pun masuk dengan kesal. Karena Eden terkesan mengulur waktu.


"Dokter, orang yang membawa wanita ini tidak mau menjadi penanggung jawab."


"Tanyakan di bagian informasi. Pasien ini bernama nona Zafrina. Aku masih mengingatnya. Semoga saja dia meninggalkan nomor yang bisa di hubungi. Segeralah... "

__ADS_1


Perawat itu langsung berlari. Ia keluar melewati Eden begitu saja menuju ruang informasi. Beruntung nya Zafrina masuk data pasien baru sehingga mudah menemukannya.


Perawat itu langsung menghubungi nomor yang tertera, dan ternyata itu adalah nomor Zico. Dering pertama hingga dering ketiga Zico tidak mengangkat panggilannya. Hingga dering keempat barulah Zico mengangkat panggilan itu.


"Halo... "


"Halo selamat malam, apa benar ini tuan Zico?"


"Ya, dengan siapa saya berbicara?"


"Maaf tuan, tapi sekarang nona Zafrina ada di rumah sakit. Kami membutuhkan kedatangan anda untuk menandatangi surat persetujuan untuk melakukan kuretase."


"Apa? bagaimana kondisi istri saya sekarang? dan bagaimana janinnya?"


"Kandungannya tidak bisa diselamatkan karena nona Zafrina mengalami pendarahan hebat. Saya harap anda segera datang agar nona bisa segera ditangani."


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


beberapa lagi part pait terus ya guys, jangan marahin author karena hidup tak selamanya manis oke. 🥰🥰😘😘


Jadi sambil nunggu author punya karya baru dari, my bestie Yanktie Ino. Mampir ya. Jangan lupa di masukkan daftar Favorit ya


__ADS_1


__ADS_2