Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah
Bab 77. Sekumpulan Badut


__ADS_3

*****


Mendengar bahwa mansion papinya ada seorang mata-mata, Zafrina terus merengek pada Zico agar kembali ke Massachusetts. Zico sampai memijat pelipisnya karena tak tahan mendengar rengekan istrinya.


"Ku mohon, ya, ya... kita pulang saja. Fia biar dijaga oleh Raiden. Aku tahu anak itu pasti bisa."


"Tapi sayang, Papi menyuruh kita untuk tetap di sini. Lagian di sana ada papaku. Percayalah mereka pasti akan baik-baik saja."


Zafrina duduk di tepi ranjang dengan wajah murung. Zico mendekat dan mengusap wajah istri tercintanya dengan lembut.


"Papi berpesan kita juga perlu waspada. Karena bisa saja di sana hanya untuk mengalihkan perhatian kita. Sedang target sebenarnya adalah kita. Jadi sebaiknya kita mempersiapkan diri.


Semua omongan Zico pada Zafrina memang tidak salah, David dan beberapa anak buahnya kini sudah berada di pesawat menuju Italy. Dia merubah rencananya karena tahu mata-matanya telah mati di tangan Rian.


Dia memang pernah mendengar sepak terjang Rian di dunia bawah, sehingga David sudah menyiapkan pasukan dan mengasah dirinya sendiri. Ia tak menyangka ternyata rencananya mudah terbaca bahkan anak buahnya menjadi korban Rian. David akui Rian memang hebat, tapi ia tak yakin apakah Rian bisa melindungi putrinya.


"Tuan apa rencana selanjutnya?"


"Hmm, kita menginap di hotel yang sama dengan putrinya dan berpura-pura menjadi tamu. Kita berbaur seperti yang lainnya. Saat ada kesempatan langsung saja eksekusi dan bawa gadis itu pergi."


"Baik, Tuan."


Beberapa anak buah black shadow masih menyimpan dendam atas kematian ketua mereka yang dulu dan sekarang, juga kematian rekan-rekannya. Sehingga kini hanya ada David yang menggantikan Morgan memegang kekuasaan black shadow.


Meskipun mereka kelompok minor yang kini tak bertaring, mereka cukup punya keberanian untuk mengusik kelompok sebesar King Devils yang kini bahkan telah bergabung dengan White Tiger.


David merasa bisa membalas sakit hatinya. Ia tak pernah merasa bersyukur mendapat kesempatan kedua untuk tetap bisa bernafas dan menikmati semuanya. Dia terlalu tenggelam dalam kubangan dendam kesumat.

__ADS_1


...***...


Rian tersenyum mendengar informannya mengatakan jika beberapa grombolan dari anggota black shadow pergi dengan tujuan ke Italia. Rian tertawa terbahak-bahak. Dia seperti sedang melawan seorang badut ketimbang seorang mafia. Bagaimana tidak? David tidak punya cukup keberanian untuk menghadapinya.


"Awasi saja. Biarkan putraku dan Zafrina juga menantuku yang bersenang-senang. Aku akan menyusul istriku saja. Sudah susah payah membuat aku harus melakukan gertakan tapi ternyata dia memang seorang pecundang. Sejak dulu dia benar-benar seorang pecundang sejati. Seharusnya saat itu ku bunuh saja dia. Jika tidak mengingat istriku sedang mengandung Raiden saat itu aku benar-benar ingin mengulitinya hidup-hidup."


"Pantas saja, tuan muda Raiden lebih mengerikan dari anda, mungkin saat itu anda sedang ngidam tapi tidak kesampaian, Tuan," batin Robert yang berdiri tak jauh dari Rian.


"Apa kamu sedang mengataiku, Robert?"


Robert seketika terkejut dan langsung menunduk. "Maafkan saya, Tuan. Saya mana berani."


"Bagus lah, hati-hati jika bicara dalam hati. Aku bisa mendengarmu." Rian tersenyum sambil menggoyangkan gelas yang berisi brandy dingin. Robert bergidik ngeri saat melihat seringai di wajah majikannya itu.


Rian hanya bisa menerka apa yang akan dilakukan David nanti saat berhadapan dengan putrinya dan juga putra kebanggaannya.


Ini seperti lelucon bagi Rian. Kemarin dia baru saja membuat kehebohan dengan memberi gertakan pada David. Tapi ternyata pria itu kini langsung berubah haluan dengan seketika.


"Apa tuan muda tidak akan ikut kali ini?"


"Raiden sepertinya sedang mabuk cinta. Jika mengajaknya aku yakin dia tidak akan bisa fokus karena terus kepikiran gadis incarannya. Jadi biarkan saja. Aku masih sanggup memimpin 1000 pasukan."


Informan Rian pun segera undur diri. Karena tugasnya sudah selesai. Ada rekan yang lainnya nanti yang akan memberikan informasi perkembangan selanjutnya.


Meskipun hanya mengurus sekawanan badut. Rian tak ingin ketinggalan berita bagus. Ia ingin mendengar langsung bagaimana sepak terjang penerusnya dalam membasmi para kutu itu.


...***...

__ADS_1


Zafrina tertidur pulas. Zico membelai wajah cantik istrinya itu dengan penuh kasih sayang. Saat tidur wajah Zafrina terlihat cantik berkali-kali lipat.


Zico beralih menatap perut Zafrina lalu perlahan mengusapnya. Ia berharap benih-benihnya bisa segera mencetak penerusnya.


"King, apa yang kamu lakukan?" tanya Zafrina dengan suara parau khas orang bangun tidur.


"Bisakah kita melakukannya, lagi?"


"Oh, King. Pinggangku rasanya sudah mau lepas. Bagaimana kamu masih ingin meminta lagi."


"Hanya satu kali lagi, aku janji."


"Baiklah, tapi jangan pakai gaya yang aneh-aneh. Aku sangat lelah," ujar Zafrina. Zico pun tersenyum dan lalu menyibak selimut yang membalut tubuh polos istrinya. Karena sejam yang lalu mereka baru saja menyelesaikan 3 ronde pertempuran demi mengalihkan kekhawatiran Zafrina.


Dengan bersemangat Zico mulai kembali berada di antara kedua paha Zafrina dan mulai melakukan penyatuan. Entah mengapa setelah menikah dan melakukan penyatuan, Zico rasanya selalu ketagian untuk melakukannya lagi dan lagi.


Zico terus memacu dan menghentak tubuh istrinya. Zafrina merasa lemas setelah melakukan pelepasan, tubuh Zico ambruk menindih tubuh istrinya. Keduanya seakan sedang berebut oksigen dengan peluh yang sama-sama membasahi tubuh keduanya.


"Aku sepertinya punya hobby baru."


"Apa?"


"Memacu tubuhmu."


"Dasar, mesum." Zafrina mendorong lemah tubuh Zico hingga akhirnya bergeser. Perempuan itu berjalan ke arah kamar mandi. Zico tersenyum tipis lalu menyusul sang istri, hingga terjadilah pertempuran lagi di kamar mandi."


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Guys, buat kalian yang doyan novel rumah tangga alias butuh pelampiasan buat marah-marah. Baca novel yang satu ini ya



__ADS_2