Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah
Bab 55. Harus Pulang


__ADS_3

******


Dian tampak bingung saat melihat wajah Gerry yang menegang setelah membaca pesan di ponsel. Ia merasa ada sesuatu yang telah terjadi hingga mengusik ketenangan suaminya.


"Apa ada masalah, Mas?"


Gerry menoleh lalu tersenyum pada Dian. Tatapan matanya pada sang istri tak pernah berubah sejak dulu, tatapan yang begitu memuja dan mencinta.


Gerry meraih kedua telapak tangan Dian dan mengecup keduanya dengan penuh perasaan. Dian sangat senang diperlakukan lembut seperti ini oleh suaminya, tapi entah kenapa dia merasa ada sesuatu.


"Berjanjilah, setelah aku memberitahumu jangan berpikiran yang macam-macam. Everything gonna be ok."


Perasaan Dian langsung tak enak. Apakah terjadi sesuatu lagi pada anak-anaknya. Seketika wajah Dian pias karena pikirannya mulai kemana-mana. Namun Gerry semakin erat menggenggam tangan Dian seakan memberi kekuatan padanya.


"Ada apa, Mas? apa terjadi hal yang buruk pada anak-anak kita?" tanya Dian, pelupuk matanya sudah menggenang air mata yang siap tertumpah jika sang pemiliknya berkedip.


Gerry menggeleng. Dia mengangkat tangan kanannya dan membelai pipi Dian sambil tersenyum. Istrinya tidak pernah bisa tenang kalau menyangkut masalah keluarga.


"Bukan... ada hal lain lagi. Kita harus segera kembali ke Indonesia saat ini."


"Me-memangnya ada apa, Mas?"


"Mama jatuh di kamar mandi, dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit," ujar Gerry tetap dengan mempertahankan senyumannya. Dia tak ingin membuat Dian khawatir dan justru akan memperburuk kondisi kesehatan Dian.


Dian menutup mulutnya dengan sebelah tangan. Genangan air di pelupuk mata pun telah terjatuh seiring kabar yang terdengar.


"Sshh... jangan menangis. Semua akan baik-baik saja." Gerry menarik kepala belakang Dian dan membawa tubuh istrinya itu masuk ke dalam pelukannya. Dian terisak sambil memeluk Gerry.


Tanpa Dian ketahui Gerry ikut menyeka sudut matanya yang juga basah. Tak dapat dibohongi dia pun mengkhawatirkan kondisi mamanya. Tapi demi Dian dan anak-anak nya dia harus terlihat kuat dan tegar.


"Kita pulang sekarang saja, Mas."


"Iya, aku sudah menghubungi pilot kita dan dia sedang mengatur ijin keberangkatan pesawat kita. Tapi sebelum itu, saat ini yang terpenting adalah menjemput putri kita terlebih dulu." Dian mengangguk. Mereka akhirnya mengurai pelukan dan duduk tanpa bersuara.

__ADS_1


Sedangkan Zafia dan Zayana sedang menghubungi uncle Nino. Mereka masih sesenggukan saat berbicara dengan sepupu Dian itu. Nino menjelaskan kronologi dan kondisi oma Arini pada kedua keponakannya itu. Menurut informasi dari Nino, oma Arini sudah ditangani oleh tim dokter. Saat ini masih dalam pengawasan di ruang ICU.


Gerry dan Dian tiba di apartemen mereka. Saat masuk ke apartemen, mereka terkejut melihat kedua putri mereka sama-sama menangis. Gerry dan Dian bisa menebak jika mereka sudah tahu kabar mengenai neneknya.


Dian memeluk kedua putrinya namun tidak ada kata yang terucap di bibirnya. Dia hanya mengusap punggung kedua putrinya.


Gerry berbicara pada Marvel untuk menyiapkan segalanya. Setelah itu dia menghubungi Zafa dan juga Zafrina. Dia hanya ingin memberitahu pada kedua anaknya jika dia akan berangkat lebih dulu karena situasi sekarang. Zafrina terisak saat menerima telepon dari papanya. Beruntung Zico sudah tiba di rumah saat itu.


"Fia, apa kamu akan ikut pulang dengan kami? atau kamu akan tetap tinggal di sini?" tanya Zayana pada Zafia. Gadis yang baru beranjak dewasa itu mengusap air matanya.


"Fia akan ikut kak, Fia ingin memastikan kondisi oma. Jika oma baik-baik saja aku akan kembali ke sini sendiri."


Dian tersenyum dan mengusap kepala Zafia. Dia hanya bisa menahan perasaannya demi kebahagiaan anak-anaknya.


"Baiklah, ayo kita berkemas."


...*****...


Saat pintu terbuka dia melihat istrinya sedang bersandar di headboard ranjang dengan wajah yang pucat.


Namun saat melihat kehadiran Zico, Zafrina tetap memberi senyum terbaiknya dan merentangkan kedua tangannya.


Zico pun mendekat dan langsung memeluk sabahat sekaligus istrinya tersebut. Terlihat jelas kerinduan di mata keduanya. Paula dan Miranda langsung undur diri dan menutup pintu kamar majikannya itu.


"Aku merindukanmu, King."


"Aku juga sangat, sangat merindukanmu, queen," balas Zico. Mereka mengurai pelukannya tak lama ponsel Zafrina bergetar di atas nakas. Zico pun segera meraihnya.


"Papa... " ujarnya memperlihatkan layar ponsel Zafrina dimana ada nama pemanggil. Zico segera mengangkat panggilan itu dan menyalakan speaker-nya.


"Halo, pa."


"Zico, dimana Ina?"

__ADS_1


"Dia ada di sampingku, pah. Ada apa, pah?"


"Baiklah, dengarkan papa. Hari ini papa dan yang lain harus pulang ke Indonesia."


"Kenapa mendadak sekali, Pah? tanya Zafrina matanya sudah mengembun mendengar keluarganya akan pulang.


"Oma jatuh dari kamar mandi, sayang."


"Oma..." seketika air mata Zafrina turun dengan derasnya.


"Papa hanya ingin memberitahukan itu saja, sayang. Sekarang kami akan bersiap. Kamu jaga diri baik-baik dan jaga calon cucu papa."


"Baiklah, pah. Hati-hati, dan kabari kami jika ada perkembangan mengenai kondisi oma," Zico kembali bicara karena Zafrina masih terus terisak.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


senin guys saatnya vote ya.


jangan lupa like komennya juga. 🥰🙏


Sambil nunggu aku up aku punya rekomendasi karya bagus neh mampir yuk di karya sohibku



"Aku apa? ngomong yang jelas !" bentak Ali karena Ara justru diam.


"Aku mencintai Kamu.!" jawab Ara dengan lantang.


"Ha-ha-ha, lelucon macam apa itu? Jelas saja banyak wanita yang mencintai aku. Aku tampan, gagah dan juga berkarisma," Ali menjawab serta menertawakan gadis culun yang mengaku mencintai nya.


"sedangkan, Kau? Aku yakin, tidak ada yang sudi dengan gadis culun sepertimu. Seharusnya kau berkaca dulu, Nona Gunawan !" lanjut Ali semakin menghina Ara. ucapannya sangat menusuk hati Ara.


"Sial, kenapa rasanya sakit sekali. Ketika kau dihina, oleh orang yang kau cintai Ara ! Luka ini bahkan lebih menyakitkan, dari pada Lukamu yang biasa kau dapatkan," batin Ara menahan sakit yang Ali berikan di hati nya.

__ADS_1


__ADS_2