Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah
Bab 34. Janggal


__ADS_3

******


Di tempat lain, Rayden sudah membawa tubuh Morgan ke markas besar King Devil. Senyum mengerikan terbit di bibirnya. Hanya dia dan author yang tahu apa yang ada di benak pemuda tampan itu.


Raiden meletakkan Morgan di lantai. Lalu ia mengikat kaki dan tangan Morgan sebelum pria itu sadarkan diri.


"Hmm... sebaiknya aku tinggalkan dia di sini. Besok aku akan kemari lagi," ujar Raiden bermonolog sendiri. Namun tak lama papi Rian datang dan merengkuh bahu putranya. Dengan tatapan lurus ke arah Morgan.


"Mau kamu apakan dia, son?"


"Aku hanya ingin membuatnya tersiksa sebelum mati."


"Tapi jangan terlalu kejam," kata Rian. Sebenarnya dia sedikit ngeri mengingat putranya yang memiliki jiwa psikopat.


Papi Rian pernah membawanya ke seorang psikolog. Tapi bukannya membantu, justru psikolog itu malah terlihat tertekan dan enggan untuk melayani Raiden. Dan ternyata setelah di usut, Raiden ternyata sering mengancam sang psikolog hingga membuat psikolog itu hampir saja depresi.


Namun tingkah laku aneh Raiden tidak pernah tampak di depan Mami Veli dan adiknya Ravelo. Raiden akan tetap menjadi Raiden yang senang menggoda adik bungsunya.


..........


Zafrina dan Zico sedang berbaring di ranjang. Zico terus mengusap puncak kepala Zafrina hingga terlelap. Zico sendiri masih belum bisa terpejam karena ada banyak hal yang kini bersarang di otaknya.


Zico sama sekali tidak mengenal black shadow. Tapi kenapa mereka mengusik dirinya dan menculik Zafrina. Tapi tadi sebelum dia dan Raiden mendobrak pintu, Zico dapat mendengar jelas percakapan antara Morgan dan Ina.


"Apa kalian saling kenal?" gumam Zico. Semenjak bersahabat dengan Ina baru kali ini dia merasa gadisnya menyimpan banyak rahasia.


Dari percakapan itu, hingga aksi memukau Zafrina saat menendang Morgan. Semua tampaknya masih sulit diterima oleh akal Zico.


Pemuda itu lantas bangkit dan pergi ke ruang kerjanya. Lebih baik dia menyibukkan dirinya dari pada berpikir yang macam-macam.

__ADS_1


Zico membuka berkas yang tersusun di mejanya dan mulai serius bekerja. Zafrina yang merasakan kehangatan dekapan Zico menghilang langsung membuka mata.


"Zi.... "


Dia melirik di sekitaran tapi sepertinya suaminya tidak ada di dalam kamar. Zafrina memutuskan untuk mencarinya di ruang kerja.


Zafrina hanya mengenakan baju tidur dengan bahan sutra, yang panjangnya sebatas lutut. Zafrina membuka dengan perlahan pintu ruang kerja Zico dan benar saja, pemuda itu sibuk dengan beberapa berkas di depannya, sampai-sampai dia tidak menyadari jika istrinya sudah berdiri di dekatnya.


"King... " Zafrina duduk di pangkuan Zico dengan tangan yang melingkar sempurna di leher suaminya itu.


"lho, kok bangun?"


"Kehangatannya hilang," kata Zafrina mengerucutkan bibirnya. Zico terkekeh, sesekali tangannya membelai rambut Zafrina.


"Queen... "


"Hmm, ada apa?" Zafrina menyandarkan kepalanya sambil tangannya membentuk pola-pola abstrak di dada Zico.


"Hanya orang gila, dengan obsesi gilanya."


Zico mengernyit bingung dengan ucapan Zafrina.


"Dulu aku pernah menolongnya, dia adalah Morgan Jerico. Tapi entah mengapa aku menjadi menyesal karena telah menolongnya saat itu," tutur Zafrina.


"Kapan? kenapa aku tidak tahu?"


"Kejadiannya sudah lama. Aku juga tidak tahu kenapa dia seperti itu."


Sesaat keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing. "King, ada apa? apa ada hal lain yang mengganggu pikiranmu?

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa, Queen. Aku hanya merasa janggal dengan semua ini."


"Janggal? kenapa?"


"Berapa kali kamu bertemu dengannya?"


"Hanya sekali."


"Tapi dia langsung terobsesi padamu?" wajah Zico tampak tak percaya, Zafrina sampai menengadahkan wajahnya menatap Zico.


"Apa kamu pikir aku sedang berbohong padamu, King?"


"Tidak, hanya saja ini tampak janggal."


"Sudahlah, yang penting dia tidak akan mengusik kita lagi. Bagaimana dengan, Dom?"


"Entahlah, dia penghianat. Aku tidak bisa mempekerjakannya lagi."


"Apa kamu sudah menghubungi papa?"


"Sudah, tadi sebelum tidur," Jawab Zafrina kembali merebahkan kepalanya di dada bidang Zico.


"Kita nanti akan ke Indonesia bersama, Queen."


"Kamu yakin, King?"


"Sangat yakin."


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Yuk Guys buat kalian yang demen cerita semi horor ini. mampir di karya teman author yang satu ini. kak Anisa Mufida judul karyanya Misteri Kematian Renata



__ADS_2