
******
Selesai mandi, Zico dan Zafrina benar-benar menikmati keindahan sunset dari dalam kamar. Karena kamar vila mereka menghadap ke lautan.
Zico memeluk tubuh Zafrina dari belakang. Sesekali bibirnya memberi kecupan di tengkuk Zafrina.
"Akh... king." desah Zafrina, dia benar-benar sensitif di area itu.
"Rasanya aku ingin mengulangi lagi."
"Tidak mau, king. Aku ingin menikmati keindahan pulau ini."
Wajah Zafrina merona saat Zico membalikkan tubuh gadis itu. Zico tersenyum sambil membelai wajah Zafrina dengan punggung tangannya.
"Aku akan merindukan saat-saat seperti ini. Sebentar lagi papa dan mamamu akan membawamu kembali ke Indonesia," kata Zico lirih, rasanya tenggorokan seperti tercekat.
Zafrina langsung menengadah menatap wajah Zico. Matanya mendadak terasa panas, entah mengapa dirinya tidak mau berpisah jauh dari suaminya itu.
"Apa kamu tidak ingin ikut denganku?"
"Aku ingin, tapi ada hal yang harus aku selesaikan di sini."
"Jika begitu aku akan menunggumu. Kita akan ke Indonesia bersama-sama."
Zico tersenyum tipis mendengar ucapan Zafrina. Perlahan tangannya bergerak mengusap air mata Zafrina yang tiba-tiba menetes.
"Kamu tahu, aku tidak bisa jauh darimu, king."
"Aku juga, queen. Tapi ini demi kebaikanmu dan keselamatanmu."
"Memangnya ada apa lagi?"
"Tidak ada apa-apa hanya berjaga-jaga saja, sayang."
"Zi, aku tidak mau ke Indonesia sendiri."
"Kamu punya banyak tugas setelah ini. Ada perusahaan papi dan butik oma kamu yang harus kamu kelola."
__ADS_1
Zafrina menyusupkan kepalanya di dada Zico dan mulai terisak. Zico mengusap puncak kepala Zafrina dengan lembut.
"Secepatnya aku akan menyusulmu ke Indonesia."
Zico mengecup puncak kepala Zafrina berulang-ulang. Rasanya hatinya pun berat jika harus melepaskan istri kesayangannya pergi ke Indonesia sendiri.
Kedua insan itu larut dalam suasana haru. Bisakah nanti mereka melewati hari tanpa kehadiran satu sama lain? Atau nanti akan ada batu sandungan besar yang akan mengusik ketentraman keluarga baru itu?
..........
"Bagaimana? apa ada informasi terbaru mengenai gadisku?"
"Sepertinya dia pergi bersama penerus white tiger. Sejak gadis itu masuk ke perusahaan milik White tiger sampai sekarang tidak tampak keluar lagi."
"Aku sudah tidak sabar untuk memilikinya dan merasakan tubuhnya."
"Sabar, tuan. Akan ada saatnya anda akan memilikinya."
"Hhmm... ya, kau benar. Saat dia menjadi milikku akan ku kurung dia di istanaku." pria itu terbahak-bahak sendiri membayangkan Zafrina menjadi tawanannya.
Ia dan anak buahnya sudah mengatur siasat untuk menculik gadis itu. Bagaimana pun caranya Zafrina harus menjadi miliknya. Obsesinya terhadap gadis itu sangat besar.
Saat itu hujan gerimis. Zafrina berteriak saat melihat seorang pria di serang oleh 5 orang pria yang berpakaian seperti preman.
"Bos, lihatlah gadis itu." ujar salah satu pria dengan wajah yang hampir penuh dengan tato.
"Wah, lumayan juga untuk menemani pesta kita nanti. Tangkap gadis itu, dan bunuh dia," ujar bos preman itu sambil menunjuk pria yang sebagian wajahnya sudah berlumuran darah.
Zafrina mudah sekali merasa iba sehingga dia sering terlibat masalah jika menyangkut jiwa kemanusiaannya.
Saat dua orang maju untuk menyerang, Zafrina langsung membagikan tendangan tepat di dada kedua pria itu. Kedua pria itu langsung terjungkal ke belakang karena kuatnya tendangan Zafrina. Hal itu mengejutkan bos preman itu.
"Ayo, maju saja semua! Aku tidak punya waktu untuk menanggapi kalian."
Karena merasa terhina dengan ejekan Zafrina ketiga orang itu maju bersamaan. Zafrina memelintir tangan bos preman yang membawa pisau. lalu ia dengan cepat menendang salah satu anak buah yang lain. Sementara 1 orang lagi tampak bingung untuk menyerang Zafrina.
"Cepat serang gadis ini... " pekik bos preman itu. Dia sendiri sudah bersusah payah mencoba melepas cengkeraman tangan Zafrina tapi usahanya sama sekali tidak membuahkan hasil.
__ADS_1
Tanpa basa basi, dengan satu tangan Zafrina memukul tengkuk pria besar itu hingga akhirnya bos preman itu tumbang. keempat anak buahnya terlihat membelalakkan matanya. Mereka langsung lari tunggang langgang saat melihat Zafrina berjalan mendekati mereka.
"Apa kamu baik-baik saja, kak?" tanya Zafrina, gadis itu bahkan tanpa ragu mengulurkan tangannya untuk membantu pria itu.
"Aku akan membawamu ke rumah sakit."
Pria itu mengangguk lemah, sejak tadi dia terus memperhatikan Zafrina. Gadis cantik yang telah menolongnya.
Zafrina memasukkan pria itu ke dalam mobilnya, lalu ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Siapa namamu? aku berhutang nyawa padamu," lirih pria itu.
"Aku Zafrina ... tidak perlu merasa berhutang nyawa. Kita harus saling tolong menolong bukan?" Zafrina menoleh sebentar kearah pria itu dan tersenyum manis.
"Aku Morgan .... " Meskipun dalam keadaan terluka entah mengapa, saat menatap senyum Zafrina jantungnya berdebar sangat keras.
Flashback end
..........
Zico dan Zafrina benar-benar memanfaatkan waktu dengan sangat baik. Sesuai dengan keinginan istrinya, selama dua hari di pulau itu Zico dan Zafrina hanya menghabiskan waktunya dengan berjalan-jalan. Menikmati keindahan laut dan mendekatkan diri pada penduduk di pulau itu. Ternyata Vila itu di bangun Zico untuk dijadikan sumber penghasilan untuk masyarakat di pulau kecil itu. Semenjak di bangun Vila, pulau itu kini banyak di datangi turis lokal dan mancanegara. Mereka datang untuk menikmati panorama di pulau itu.
Seorang gadis kecil berkulit gelap mendekati Zafrina. Dia mengulurkan sebuah kerang mutiara. Mata Zafrina menatap takjub kerang itu.
"This is for you," kata gadis itu malu-malu.
"Thankyou... " Zafrina menerimanya dengan perasaan terharu. Ia perlahan membuka cangkang kerang itu dan matanya langsung berbinar cerah saat melihat ada 3 mutiara berwarna pink kemerahan.
"Wow kamu mendapat jackpot, Queen."
"Ya, ku rasa begitu." Zafrina mengusap kepala gadis itu lembut.
Helikopter telah terbang rendah. Zico membantu Zafrina naik lalu setelah itu dirinya menyusul. Keduanya kini meninggalkan pulau saksi sejarah pelepasan keperawanan dan keperjakaan kedua insan itu.
Selama dalam perjalanan Zafrina terus menyandarkan kepalanya di lengan Zico. Entah mengapa saat ini dia diliputi perasaan cemas. Namun ia tak ingin membuat suaminya mengkhawatirkan dirinya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Kali ini author mau promoin karya sendiri. Kalian mampir dunk ke cerpenku. buat komen dan like. klik profilku untuk menemukan cerpennya ok 🥰✌ love sekebon buat kalian