Agen Tampan Dan Gadis Pembuat Onar

Agen Tampan Dan Gadis Pembuat Onar
101


__ADS_3

Hari ini amat sangat melelahkan bagi Zuin. Mereka sudah menyusuri berbagai tempat di Melbourne dan akhirnya Zuin bisa bernafas lega setelah jalan-jalan bersama keluarga mereka dan kedua sahabatnya selesai. Meski capek, tapi sama sekali tidak mengurangi kebahagiaannya. Tentu saja dia menikmati liburan bahagia ini, apalagi malam ini adalah malam terakhir mereka di kota ini. Zuin tidak menyangka belum seminggu di kota ini, sudah ada banyak hal yang ia lewati. Dan semuanya amat menyenangkan. Apalagi Dastin sangat memanjakan dirinya.


Gadis itu saat ini sedang duduk di depan meja rias, menghapus makeupnya menggunakan micellar water. Ia menoleh dan tersenyum melihat Dastin yang terus menatapnya dari balik kaca. Entah sejak kapan suaminya telah berdiri dibelakangnya.


Dastin lalu berlutut di depan Zuin yang sedang duduk, kepala mereka sejajar dan matanya penuh senyum,


"Istriku ini sangat cantik." Dastin mengecup bibir isterinya, lalu kecupannya berubah menjadi sangat bergairah,


"Apakah kau masih punya tenaga malam ini?" Zuin membalas ciuman Dastin dengan lebih berg*irah sebagai jawaban. Jarang-jarang ia akan seperti ini hingga Dastin sendiri cukup terkejut. Tapi pria itu senang karena telah mendapat lampu hijau.


Kedua tangan Zuin melingkari leher Dastin, dan ketika ciuman Dastin semakin panas, Zuin menggerakkan jemarinya untuk mengacak rambut lelaki itu. Dastin membawa Zuin berdiri sambil masih menciumnya, lelaki itu menurunkan gaun Zuin begitu saja hingga tubuh isterinya polos di hadapannya.


Jemarinya menelusuri punggung  Zuin, merapatkan tubuh isterinya dekat kepadanya, menekankan miliknya yang telah mengeras ke tubuh isterinya,


"Aku belum pernah berc*nta sambil berdiri sebelumnya." Dastin berbisik parau, membawa Zuin ke arah tembok dan mengecup bibirnya,


"Kau begitu menggodaku sehingga aku ingin mencobanya." Dastin menurunkan cel*nanya dan mengangkat salah satu kaki Zuin agar melingkari pinggangnya, kedua jemarinya menangkup bok*ng Zuin dan sedikit mengangkatnya untuk membantu penyatuan tubuhnya, dengan penuh hasrat dia menyatukan miliknya yang keras, memasuki inti Zuin.


Zuin mengerang dan makin melingkarkan tangannya di leher Dastin, bergantung kepadanya. Napas Dastin terengah dan matanya menyala penuh g*irah ketika dia mendorong dirinya masuk semakin dalam dan semakin menyentuh titik-titik sensitif di tubuh Zuin.


Mereka bertatapan, lalu bibir mereka bersatu lagi.


"Apakah rasanya nikmat?" Dastin berbisik pelan di bibir Zuin, sambil mengecupinya. Membuat Zuin mengerang dan memberikan jawaban dalam bentuk ciuman-ciuman putus asa.

__ADS_1


Dengan penuh gairah Dastin menarik dirinya, lembut, dan ketika sampai di titik itu, dia menekankan dirinya lagi dalam-dalam, tanpa peringatan sehingga Zuin memekik merasakan getaran nikmat yang luar biasa karena tekanan Dastin di tubuhnya. Lelaki itu melakukannya lagi, lagi dan lagi hingga Zuin memekik, hampir mencapai puncak kepuasannya.


"Tunggu aku sayang." Dastin mengecup pucuk hidung Zuin, napas keduanya terengah-engah dan gerakan mereka semakin cepat, berpacu menuju puncak kenikmatan itu. Dan ketika mereka mencapainya, mereka mengerang bersama dengan kaki Zuin melingkar kencang di pinggul Dastin.


Zuin masih berdiri, terengah-engah, sepenuhnya dalam topangan tubuh Dastin. Lalu lelaki itu mengangkatnya dan membawanya ke atas ranjangnya. Dastin membaringkan Zuin dengan lembut di atas ranjang dan memeluknya, membisikkan kata-kata penuh cinta dan kemesraan kepada isterinya.


Zuin memejamkan matanya, siap untuk tidur ketika merasakan suaminya mengecupi pundaknya lagi, penuh g*irah. Dibukanya matanya dan menatap Dastin yang sedang mencumbunya, mengangkat kepalanya dan tersenyum sensual kepada Zuin.


"Kau selalu membuatku berg*irah Zuin, dan aku tidak bisa menahan diri untuk terus melakukannya." lelaki itu memainkan dada Zuin dengan penuh gairah dan menggoda.


"Apakah kau juga berg*irah kepadaku?" Zuin menganggukkan kepalanya, merasakan lagi gelenyar itu mengaliri tubuhnya, lewat sentuhan Dastin di p*ncak dadanya. Perlakuan Dastin tanpa ampun, penuh kemesraan. Ketika mengangkat kepalanya, mata Dastin tampak berkilat.


"Aku ingin setelah ini kau akan melahirkan putra kita." Dastin menatap Zuin dan kemudian mengecup bibirnya. Zuin tertawa dan memukul lengan Dastin sambil lalu,


"Sepertinya aku bisa menerima yang manapun, laki-laki ataupun perempuan." jemarinya mengelus lembut perut Zuin.


"Asalkan anak itu dilahirkan dari rahimmu." Zuin tersenyum dan membiarkan Dastin mencumbunya, menggodanya, jemari Dastin bergerak di bawah sana dan mencumbu titik sensitif itu. Lelaki itu menempatkan dirinya di sela paha Zuin yang sudah terbuka dan kembali menyatukan dirinya sampai tenggelam dalam-dalam di tubuh Zuin.


Dastin mencium Zuin sambil menggerakkan tubuhnya, membawa Zuin kembali ke dalam puncak kenikmatan.


"Ohh... Kau selalu membuatku tergila-gila Zuin..." erang Dastin, ia berbisik di sela napasnya yang tersengal, tubuhnya bergerak dengan liar, membawa tubuh Zuin bersamanya. Dan ketika puncak itu datang kembali, dia menekankan dirinya dalam-dalam dan meledakkan benihnya, jauh di kedalaman tubuh Zuin.


Mereka berbaring bersama dan terengah-engah dalam kenikmatan, Dastin  lalu berguling dan membawa tubuh Zuin ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Apakah kau bahagia? Bersamaku." Zuin menatap Dastin dan menganggukkan kepalanya, matanya terasa panas oleh luapan perasaannya, Dastin langsung mengecup sudut mata Zuin dan memeluk gadis itu erat-erat.


"Terimakasih, Zuin." gumam Dastin. Zuin kemudian menenggelamkan kepalanya di dada Dastin, dia bahagia. Sungguh-sungguh bahagia. Pernikahannya dengan Dastin memang bukan pernikahan biasa. Mereka menikah karena diawali oleh sebuah kesalahan. Namun yang paling penting adalah keduanya saling mencintai. Dan Dastin membuatnya merasakan kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia berharap akan melahirkan anak yang lucu buat suaminya.


Kehidupan memang tidak dapat diduga. Seperti Zuin yang tidak pernah berharap akan mendapatkan suami sehebat Dastin di masa mudanya. Ingatannya menerawang di saat pertama mereka bertemu, dan gadis itu tersenyum. Ia berterimakasih pada Tuhan yang sudah mempertemukan mereka.


Mereka adalah satu keluarga yang bahagia sekarang. Lalu dilingkarkannya lengannya ke tubuh suaminya yang sedang memeluknya, dibisikkannya kata-kata indah itu.


"Aku mencintaimu suamiku."


'Aku juga sayang." suaminya membalas dengan lembut dan semakin erat memeluknya. Suara pernyataan cinta mereka berpadu dalam kegelapan malam. Membawa berita kebahagiaan akan cinta sejati di antara keduanya. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi nanti di masa depan, tapi keduanya sama-sama bersumpah akan tetap saling mencintai seumur hidup ini.


                                   END


                   


Hai semua pembaca setia Agen tampan dan gadis pembuat onar...👋


Aku tahu pasti pada banyak yang nggak terima aku tamatin novel ini. Padahal masih banyak yang gantung, apalagi kisahnya Kyle sama Ketty. Belum lagi kasus-kasus yang mereka tangani belum seratus persen selesai.


Tapi.. karena pekerjaan aku di dunia nyata lagi numpuk banget dan nggak bisa di tinggalin sama sekali, jadinya aku harus tamatin dulu karya ini buat fokus ke dunia nyata. Tapi tenang aja, masih ada kelanjutannya kok. Jadi sabar aja nunggunya yah... 🙏🙏🙏


Akhir kata, semoga semua readers setiaku tetap sehat dan selalu berbahagia. Pekerjaannya dilancarin terus sama Tuhan😇

__ADS_1


__ADS_2