
Seminggu berjalan ini Kyle tak ada gairah sama sekali. Pria itu bahkan tidak semangat kerja setelah mendengar Zuin akan menikah dengan Dastin. Awalnya Kyle memang masih ragu, namun ketika menanyakan kebenarannya pada Barry ayah Zuin, jawaban yang sangat tidak ia harapkan malah keluar dari mulut sahabatnya itu.
Brengsek. Zuin akan segera menjadi milik pria lain bahkan sebelum dirinya berjuang mendapatkan gadis itu. Kyle mengusap wajahnya kasar lalu bersandar di kursi kerjanya. Menenangkan dirinya sebentar sampai pikiran dan hatinya kembali normal seperti biasa.
"Kyle..." panggilan tersebut membuat mata Kyle membuka. Pria itu berdecak pelan,
Ketty.
Lagi-lagi wanita itu. Wanita selalu mengganggunya. Rasanya hidup Kyle selalu tidak tenang tiap kali Ketty datang. Yah, walau ia akui Ketty sering memuaskan hasrat s*x nya. Namun lama-lama ia muak. Apalagi melihat perempuan itu yang sangat percaya diri tiap kali datang ke kantornya. Sepertinya Kyle memang harus mengambil tindakan tegas terhadap wanita itu. Kalau tidak Ketty akan berbuat sesuka hati dengan menganggap mereka adalah sepasang kekasih. Tidak, Kyle sama sekali tidak berniat membuat gadis itu menjadi kekasihnya. Tidak akan pernah.
"Kau kenapa, tidak enak badan?" Ketty mendekati Kyle dengan raut wajah khawatir. Sebelah tangannya ingin menggapai wajah pria itu namun Kyle dengan cepat menepisnya.
"Bukan urusanmu." ucap lelaki itu dingin. Ketty tampak kecewa dengan perlakuan Kyle yang selalu dingin padanya, namun ia terus berusaha terus tersenyum.
__ADS_1
"Kyle, kalau kau butuh kau, aku bisa membantumu." ucap Ketty tulus. Ketty akui dirinya benar-benar tulus menyukai Kyle. Meski langkah yang dia lakukan untuk mendapatkan pria itu salah, Ketty tidak menyesalinya sama sekali. Adalah dia bisa berada disamping pria itu.
Berbeda dengan tatapan Ketty yang dalam dan penuh cinta, Kyle malah melemparkan tatapan tajamnya wanita itu. Pria itu tersenyum sinis.
"Dengar baik-baik, aku tidak membutuhkanmu lagi. Aku ingin, mulai hari ini kau jangan mengganggu kehidupanku lagi. Kau memang cukup hebat di atas ranjang, tapi aku sudah puas denganmu. Kau mengerti maksudku bukan?"
Ketty langsung menggeleng-geleng tidak setuju ketika mendengar kalimat panjang Kyle. Tidak, dia tidak mau. Dia sudah memberikan semua yang ada dalam dirinya pada pria itu, tentu saja dia akan menolak dengan keras semua perkataan Kyle. Ketty sungguh tidak mau hubungan dengan pria itu berakhir begitu saja.
"Tidak, aku tidak mau. Aku mohon Kyle... Aku akan melakukan apapun yang kau mau, semuanya. Asal jangan minta aku menjauh dari dirimu.." pinta Ketty dengan mata sendunya yang penuh permohonan. Wanita itu tak mau melepaskan tatapannya sedetikpun dari wajah Kyle.
"Ketty, maafkan aku. Aku tahu aku sudah menyakitimu selama ini. Kau berhak mendapatkan pria yang lebih baik dariku." tolak Kyle halus. Kali ini perkataannya tidak sedingin biasanya. Ia sungguh tidak memiliki perasaan apapun pada Ketty. Oleh sebab itu percuma saja membuat Ketty terus berada di sisinya. Ia tidak ingin lagi memanfaatkan Ketty hanya untuk memuaskan hasratnya.
Tapi pikiran Ketty sangat bertolak belakang dengan Kyle. Wanita itu tidak menerima keputusan Kyle. Ia lagi-lagi menggeleng kuat. Airmatanya mulai jatuh membasahi pipinya dan terus memohon-mohon pada Kyle. Sayangnya keputusan Kyle sudah bulat.
__ADS_1
"Keputusanku sudah bulat Ketty. Kita berdua tidak mungkin bersama." kata Kyle tegas. Ketty merasa sesak. Bukan ini yang ia harapkan. Dan dia merasa marah.
"Jangan beralasan Kyle, aku tahu kau tidak terima mendengar pernikahan Zuin bukan? Itu sebabnya kau melampiaskan semuanya padaku. Apa sebenarnya kekurangan dari perempuan impianmu itu? Dia hanya bisa membuatmu puas dalam mimpimu. Memangnya aku belum cukup membuatmu puas? Jawab aku Kyle!" suara Ketty meninggi, terdengar putus asa dan sangat marah. Kyle mendesah keras dan memicingkan matanya tajam ke arah Ketty.
"Dengar, jangan pernah kau bawa-bawa nama Zuin dalam masalah kita. Zuin sama sekali tidak ada hubungannya. Dan tidak pantas kau membanding-bandingkan gadis yang aku cintai dengan dirimu Ketty. Kalian jelas berbeda." dengan tegas Kyle mengucapkan kalimat itu. Jeda sesaat, kemudian pria itu bicara lagi.
"Aku sudah bosan denganmu. Kau tidak lagi bisa membangkitkan gairahku, dan aku berhak melakukan apapun yang aku mau. Termasuk membuatmu pergi jauh-jauh dari hidupku." ucap Kyle tanpa rasa kasihan. Kejam memang. Tapi dirinya harus terlihat kejam didepan Ketty kalau ingin wanita itu menjauh. Hubungan mereka memang tidak mungkin. Karena dari dulu Kyle berprinsip, wanita yang lebih dulu memberikan tubuhnya dengan gampangnya pada lelaki itu, tidak akan pernah ia jadikan kekasih. Apalagi menjadi istri. Dan prinsip itu masih ia pegang sampai sekarang. Dari awal bertemu, Ketty yang masih perawan dengan relanya memberikan keperawanannya pada Kyle, bisa jadi kalau mereka menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih, Ketty akan merasa bosan dengannya dan mencari laki-laki lain. Kyle tidak mau hal-hal seperti itu terjadi dalam hidupnya.
Kalau Zuin benar-benar akan menikah, Kyle mungkin akan berusaha melupakannya perlahan-lahan dan membuka hatinya pada wanita lain, tapi Ketty adalah pengecualian. Entah kenapa hatinya sepertinya sangat menolak perempuan itu untuk menjadi kekasihnya. Itu sebabnya dia pantas disebut brengsek.
Ketty yang berdiri dihadapannya tersenyum kecut. Ternyata Kyle memang sudah bosan dengannya. Itu sebabnya pria itu sengaja mau membuangnya. Ternyata di mata Kyle, dirinya benar-benar hanya di anggap sebagai mainan. Yang di saat senang, ia akan terus bermain-main dengannya. Namun ketika merasa bosan, pria itu akan segera membuangnya. Ketty begitu sakit hati. Tapi dari awal memang dialah yang salah. Salah memilih menyukai laki-laki brengsek seperti Kyle.
Baiklah. Ketty mengusap airmatanya. Ia tidak akan memaksa lagi. Ia tidak mau lagi menjadi wanita yang terus mengemis-ngemis cinta pada pria yang sama sekali tidak menyukainya.
__ADS_1
Lalu wanita itu berbalik keluar dari ruangan tersebut tanpa sepatah katapun. Kyle adalah laki-laki yang sangat kejam. Dan bodohnya, Ketty malah jatuh cinta pada laki-laki kejam itu.
Andai saja waktu bisa di ulang, Ketty ingin kembali ke saat dirinya tidak pernah bertemu dengan Kyle. Saat itu hubungannya dengan Zuin masih sangat baik dan mereka terus menghabiskan waktu bersama hanya untuk sekedar ngobrol sebagai sahabat. Ketty pun masih polos, tidak seperti sekarang. Sekarang dia hanyalah sebuah barang rusak yang tidak diingini orang lagi. Ketty tersenyum pahit saat keluar dari kantor Kyle.