Agen Tampan Dan Gadis Pembuat Onar

Agen Tampan Dan Gadis Pembuat Onar
41


__ADS_3

Di dalam Kota, Kyle telah mendengar keberadaan Zuin dari Lucas. Selama dua hari ini dirinya sengaja mendatangi kampus gadis itu untuk sekedar melihat wajah Zuin, tapi dia sama sekali tidak mendapati keberadaan gadis itu. Ia malah hanya melihat sosok Ketty yang membosankan itu dari kejauhan. Kyle memang belum pernah menemui Ketty lagi setelah malam mereka bercinta itu. Ia akui Ketty cukup mampu membangkitkan gairah bercintanya diantara perempuan-perempuan bayarannya yang lain. Namun tetap saja pria itu masih merasa bosan.


Apalagi setelah malam itu Ketty jadi sering menghubunginya dan mengiriminya kalimat-kalimat manis yang menurutnya sangat menjijikan. Perempuan itu bahkan menawarkan untuk bercinta lagi. Huh! Bagaimana Zuin bisa bersahabat dengan perempuan murahan seperti Ketty? Yah, walau Kyle tahu dirinya pria pertama yang mengambil keperawanan Ketty, tapi Ketty sendiri yang mau memberikannya dengan sepenuh hati. Wanita itu sendiri yang rela datang untuk memuaskannya. Jadi, apa bedanya perempuan itu dengan wanita-wanita murahan yang biasa memuaskannya? Perempuan seperti itu, jangan harap bisa mendapatkan hatinya. Kyle hanya bisa menggunakan mereka beberapa kali, setelah itu dibuang.


"Apa katamu? Zuin ikut dengan pria yang tinggal bersamanya itu?" Kyle mengulang pertanyaannya pada Lucas. Raut wajahnya terlihat tidak senang. Mereka berada dikantor sekarang. Posisi Lukas, sekretarisnya itu berdiri didepan meja kerjanya. Lucas mengangguk menghadap atasannya.


"Dua hari yang lalu, beberapa anak buahku melihat mereka keluar bersamaan dari apartemen milik pria itu. Mereka masuk ke mall sebentar, lalu keluar bersamaan dengan beberapa orang lainnya dan pergi. Aku tidak tahu mereka pergi kemana. Anak buahku tidak mengikuti lagi karena arah mereka keluar kota." Lucas menjelaskan dengan panjang lebar.


Kyle terlihat mengetuk-ngetuk telunjuknya di meja kerja sambil berpikir. Kira-kira apa yang sedang dikerjakan pria yang tinggal bersama Zuin itu sampai-sampai ia harus membawa Zuin pergi bersamanya. Kyle menaikan wajahnya menatap Lucas lagi.


"Kau tahu apa yang sedang di kerjakan pria itu?" tanya Kyle. Ia ingin tahu. Kalau dia jadi Barry, dirinya tidak akan pernah membiarkan Zuin pergi dengan laki-laki lain. Ia heran apa yang dipikirkan sahabatnya itu. Kenapa bisa memberikan kepercayaan pada pria bernama Dastin itu alih-alih membuat Nevan yang menjaga Zuin. Bagi Kyle, Nevan, pengacara Barry itulah sosok yang paling pas buat menjaga Zuin. Ia sudah dengar dari Lucas kalau sebelum tinggal dengan Dastin, Nevanlah yang mengurus semua keperluan Zuin disela-sela kesibukan Barry dikantor. Nevan juga sosok pria yang sopan. Kata Lucas laki-laki itu memperlakukan Zuin seperti adiknya, mengurusnya dengan sabar. Jadi, kenapa harus ada sosok baru seperti sih Dastin itu yang Barry percayakan menjaga Zuin?

__ADS_1


"Aku mendapatkan informasi dari salah satu kenalanku yang bekerja di BIN, katanya tim yang diketuai Dastin saat ini sedang menyelidiki kasus pembunuhan. Tapi tepatnya di daerah mana, kenalanku itu tidak bisa memberitahu. Katanya mereka dilarang atasan mereka untuk cerita pada orang luar, jadi dia tidak berani mengambil resiko." jelas Lucas panjang lebar. Kyle terdiam sebentar, kemudian mendengus keras.


"Pria itu sedang menyelidiki kasus berbahaya tapi masih sempat-sempatnya membawa Zuin ikut bersamanya? Ada apa dengan pikirannya itu? Bagaimana kalau terjadi apa-apa pada Zuin?" Kyle masih tidak habis pikir. Kalau dirinya jadi Dastin, tentu saja dia tidak akan mengambil resiko dengan membahayakan gadis itu. Pria itu benar-benar merasa kesal dan marah. Namun tidak berdaya Tidak ada yang bisa dia lakukan. Kalau saja ia bisa membatalkan keberangkatannya keluar negeri besok, laki-laki itu pasti sudah melacak posisi Zuin dan menyusulnya sekarang juga. Sayang sekali bisnis keluar negeri kali ini tidak bisa dibatalkan.


"Lucas, beritahu anak buahmu untuk terus melacak keberadaan Zuin. Aku tidak mau tahu bagaimana pun caranya, kalian harus menemukan lokasi penyelidikan mereka. Saat kau tahu keberadaan Zuin, perintahkan beberapa orang untuk melindunginya diam-diam. Aku tidak mau dia berada dalam bahaya." suara Kyle tegas dan tak bisa dibantah. Lucas sebagai orang kepercayaannya mengangguk patuh kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi salah satu anak buahnya.


Selagi Lucas bicara ditelpon, Kyle kembali sibuk dengan pikirannya. Ia masih merasa kesal tiap kali mengingat Zuin dengan Dastin berduaan, sungguh membuat hatinya terasa panas. Meski begitu, ia akui bahwa dirinya memiliki lawan yang sepadan. Tidak tahu pria yang bertugas menjaga Zuin itu menyukai gadis itu juga atau tidak. Kalau iya, Kyle benar-benar memiliki saingan cinta yang tak kalah kuat dan berpengaruh sepertinya. Pria itu merasa tertantang.


"Kyle, saat menelpon tadi aku melihat perempuan yang beberapa hari lalu berhubungan denganmu. Dia bertanya tentangmu di meja resepsionis. Sepertinya dia ingin menemuimu." kata Lucas.


Kyle mengernyitkan dahi. Menatap pria didepannya tersebut cukup lama kemudian mencoba mengingat-ingat dengan siapa dirinya pernah berhubungan beberapa hari terakhir ini, wanita penghibur yang mana. Kyle ingat ia belum pernah menyewa wanita penghibur beberapa hari terakhir ini. Terakhir dia melakukan hubungan intim tersebut dengan sahabatnya Zuin, sih Ketty.

__ADS_1


Kyle mengangkat wajahnya memandang Lucas.


"Apa perempuan yang ingin menemuiku itu sahabatnya Zuin?" tanya Kyle kemudian. Wajahnya tampak malas. Kenapa Ketty mencarinya sampai dikantor? Apa karena dirinya tidak membalas-balas pesannya? Pria itu meringis kesal. Perempuan tidak tahu malu. Harusnya dia bersyukur Kyle rela membiarkan dirinya disentuh oleh wanita itu dua hari yang lalu. Namun bukan berarti Kyle ingin bercinta dengan wanita itu lagi. Pria itu jadi menyesali kenapa dirinya malah berhubungan intim dengan Ketty. Kalau tahu wanita itu akan sangat mengganggu seperti ini Kyle tidak akan pernah sudi membiarkan dirinya disentuh oleh perempuan seperti Ketty.


"Ya. Perempuan itu memang Ketty." sahut Lucas. Di saat itu juga pintu ruangan kerja Kyle berbunyi. Ada yang mengetuk dari luar sana. Lucas berjalan ke pintu untuk membuka pintu. Sosok Ketty langsung terlihat ketika pintu terbuka. Bahkan dengan tidak tahu malunya Ketty langsung masuk, dengan percaya dirinya yang begitu tinggi. Kyle membuang nafas kesal melihat tingkah wanita itu.


"Kalian bicaralah, aku akan keluar sebentar." gumam Lucas. Kyle tidak sempat menahannya karena pria itu menghilang sangat cepat. Terpaksa laki-laki itu harus menahan kesabarannya menghadapi Ketty.


"Kenapa kau ke sini? Bukankah sudah kubilang kau tidak akan mendapatkan apa-apa dariku? Pulanglah. Aku tidak membutuhkanmu lagi." kata Kyle dingin.


Ketty tidak peduli. Ia malah mendekati Kyle dan berlutut didepan pria itu lalu tanpa ijin langsung membelai kejantanan Kyle yang terhalang celananya. Tentu saja tindakan tiba-tiba Ketty itu membuat Kyle terkesiap. Apalagi ketika gadis itu mulai membuka perlahan risleting celananya dan mulai bermain di sana dengan mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2