Agen Tampan Dan Gadis Pembuat Onar

Agen Tampan Dan Gadis Pembuat Onar
77


__ADS_3

Ketty tidak bisa banyak bergerak karena tangan dan kakinya masih terikat ke kursi ruangan remang-remang itu. Ia sudah berkali-kali mencoba melepaskan ikatan saat dilihatnya ada kesempatan. Namun tidak berhasil. Ia belum bisa lolos. Kulitnya malah lecet-lecet akibat goresan tali tersebut.


Ketty ingin sekali menangis dengan kemalangan yang didapatinya. Ia tidak tahu siapa yang sedang mencoba menculiknya. Ia juga tidak pernah ingat kalau dirinya memiliki musuh. Ketty terdiam sebentar kemudian terpikir tentang Kyle. Mungkin saja pria itu yang menculiknya. Tidak, tidak. Tidak mungkin. Yang Kyle ingin adalah tidak melihatnya lagi, jadi tidak mungkin pria itu menculiknya. Untuk apa juga? Tak ada alasan kenapa Kyle menculiknya. Jadi, siapa yang sengaja menculiknya?


Ketty makin frustasi. Wanita itu menunduk pasrah. Namun ketika ia menoleh ke samping kiri, matanya menangkap seseorang sedang menyelinap dibalik tembok. Siapa itu? Apa itu penyelamatnya? Atau komplotan sih penculik? Tapi kalau komplotannya penculik, kenapa orang itu harus mengendap-endap begitu? Ketty lalu berdoa dalam hati. Mudah-mudahan orang itu datang untuk menolong dia.


Sementara itu Gean yang tengah bersembunyi dibalik tembok tampak sedang bicara dengan seseorang lewat earpiece. Pria itu masuk diam-diam lebih dulu untuk mengamati ada berapa orang penjahat yang berada dalam rumah tua itu. Gean sudah menjelajahi seluruh ruangan di rumah tersebut, tapi tidak menemukan orang lain selain teman Zuin yang di sandra dan penculik itu.


"Hanya ada satu orang penculik. Aku tidak melihat yang lain. Aku bisa menghadapinya sendiri. Ketika aku berhasil meringkusnya, kalian bisa masuk." kata Gean dengan suara bisikan yang amat pelan.


Dari dalam mobil Dastin yang mendengar perkataan Gean lewat earpiece mengangguk mengerti. Pria itu merasa lega karena mereka tidak perlu lagi mengeluarkan kekuatan penuh untuk menghadapi sih penjahat. Tadinya dia pikir mereka ada banyak orang, ternyata hanya satu. Benar-benar di luar dugaan. Kira-kira apa motifnya ya menculik ketty?


"Baiklah. Kami menunggu." balas Dastin.


Setelah itu Gean kembali fokus ke penjahat didepan sana yang tengah duduk membelakanginya. Pria itu menunggu time yang tepat untuk membuat laki-laki itu tumbang. Ia bisa melihat Ketty kini menyadari keberadaannya. Dan ia tahu dari raut wajahnya, wanita itu sedang meminta bantuan.

__ADS_1


Akhirnya Gean bergerak. Tak ada suara langkah kaki sedikitpun. Ia tahu caranya mengendap-endap tanpa suara. Dastin yang mengajarinya. Pria itu berhenti kira-kira satu meter didepan Ketty yang sejak tadi tatapannya tak pernah lepas dari pria itu. Lalu Gean menempelkan telunjuk di mulutnya sebentar untuk memberi tanda pada Ketty agar gadis itu diam, kemudian lanjut berjalan perlahan.


Entah sih penculik itu bodoh atau bagaimana, ia sama sekali tidak pernah berbalik sejak tadi untuk sekedar melihat keadaan Ketty. Tapi itu keuntungan besar buat Gean. Gean semakin dekat dibelakang laki-laki itu. Ketika dirinya siap-siap menyerang dari belakang, tiba-tiba laki-laki tersebut berbalik dan menyerangnya. Laki-laki itu tahu ternyata. Hanya berpura-pura sampai Gean berada di posisi yang bisa dia serang barulah pria itu berbalik dengan cepat, menyerang balik Gean.


Tendangan laki-laki itu cukup kuat sampai-sampai Gean termundur beberapa langkah ke belakang. Mereka akhirnya berkelahi dengan adu kekuatan masing-masing. Sih penculik tersebut jago berkelahi. Gean beberapa kali kawalahan. Tapi pria itu terus melawan dengan kekuatan penuh. Ketty yang menjadi saksi perkelahian keduanya menahan napas.


Gean mencekal pergelangan tangan sih penjahat, lalu memuntirnya kebelakang hingga akhirnya wajah laki-laki itu menempel ke meja, kesulitan melawan Gean yang terus menahanna dengan kekuatan penuh.


"Kalian bisa masuk sekarang." kata Gean di telinganya. Karena ia harus menahan sih penculik tersebut, ia membutuhkan orang lain untuk melepaskan ikatan Ketty.


Di luar, Dastin dan timnya bersiap-siap turun. Pria itu membawa Zuin ikut masuk karena ternyata hanya satu orang laki-laki yang mereka lawan dan kini sudah ditangani oleh Gean. Artinya tidak ada bahaya lain. Dastin juga sudah memeriksa sekeliling area itu tadi. Meski begitu mereka harus tetap waspada. Bisa saja musuh lain tiba-tiba datang.


"Ketty!" teriak Zuin lalu melepaskan genggaman Dastin dari pergelangan tangannya dan berlari ketika mereka sampai ke ruangan di mana Ketty di sekap. Zuin dengan cekatan membantu membuka tali yang terikat di tangan dan kaki Ketty, juga isolasi yang menempel di mulutnya.


Ketty sungguh lega dan senang melihat kedatangan Zuin. Ternyata laki-laki tadi memang sengaja datang untuk menyelamatkannya. Pasti Zuin yang membawa mereka. Ada Dastin juga. Setelah ikatannya terbuka, Ketty langsung menangis memeluk Zuin.

__ADS_1


"Zuin!" gadis itu terus menangis, dan Zuin mengusap-usap punggungnya.


"Kamu udah aman sekarang." kata Zuin.


Tadi Ketty merasa ketakutan sekali karena mengira dirinya akan dibunuh. Jelas sekali ketakutan, karena ini adalah pengalaman pertamanya di culik. Dastin dan Gilang membantu Gean mengikat tangan sih penculik. Mereka harus membawa penculik itu untuk di interogasi nanti.


"Kau butuh minum?" tanya Sari menawarkan air mineral ke Ketty. Ketty melepaskan pelukannya dari Zuin dan mengambil botol air mineral dari tangan Sari.


"Kak Sari, temenin Ketty sebentar ya. Aku mau ke sana." ucap Zuin. Sari mengangguk lalu Zuin mulai berjalan ke arah Dastin dan yang lain. Pandangannya fokus ke sih penjahat yang sudah tidak berdaya itu. Raut wajah Zuin terlihat marah. Ketika sampai tangannya langsung melayang memukul-mukul tubuh penculik itu berkali-kali.


"Penculik sialan, berani-beraninya nyulik Ketty!" maki Zuin terus memukul-mukul penculik itu. Namun tidak berlangsung lama karena Dastin menghentikannya.


"Udah Zuin, biar polisi yang tanganin." ujar Dastin menarik Zuin menjauh dari depan sih penculik. Sesaat kemudian, mobil polisi berbunyi dan mereka mengamankan laki-laki yang menculik Ketty saat dua orang polisi masuk ke tempat itu.


Mereka tidak tahu ada yang diam-diam mengintai mereka dari jauh. Itu adalah Marlon dan beberapa anak buahnya. Mereka datang terlambat. Kalau tidak, pasti ada kesempatan untuk melawan.

__ADS_1


"Bagaimana bos?" tanya salah satu anak buahnya yang berwajah garang.


"Biarkan saja dulu. Kita cari waktu lain." kata Marlon menahan amarah. Mereka berhasil menangkap salah satu anak buahnya. Kemungkinan besar berita tentang penculikan putrinya akan sampai ke telinga Barry. Kalau begitu, kedepannya akan sulit menculik putrinya lagi karena Barry pasti akan waspada dengan menjaga ketat putrinya. Marlon harus memikirkan strategi lain nanti.


__ADS_2