
"Berhenti atau aku lompat di sini sekarang juga!"
Teriakan keras Ketty dan ancaman wanita itu mau tak mau membuat Kyle meminggirkan mobilnya dan berhenti dipinggir jalan. Ia memandang Ketty yang menatapnya dengan ekspresi penuh emosi. Baru sekarang perempuan itu memberikannya tatapan kebencian seperti itu.
Yah, Kyle tidak heran kenapa Ketty memusuhinya. Tapi ia tidak menyangka saja akan secepat itu Ketty melupakannya. Apa Ketty tidak menyukainya lagi? Tidak, Kyle tidak rela. Memang itu egois karena dirinya yang lebih dulu membuang wanita itu. Tapi ia tidak tahu kenapa dirinya merasa marah memikirkan Ketty yang tidak menyukainya lagi.
Wajah Ketty merah padam karena marah. Ia melepaskan seatbeltnya dengan kasar dan ingin segera turun tapi Kyle langsung mengunci pintu mobil. Tidak membiarkannya pergi.
"Apa maksudmu? Buka pintunya, aku mau turun." ucap Ketty ketus. Kyle hanya menatapnya.
"Tubuhmu makin kurus." pria itu malah mengalihkan pembicaraan. Ia mengamati penampilan Ketty dengan saksama. Wanita itu jauh lebih kurus dibandingkan terakhir kali mereka bertemu. Sementara Ketty yang mendengar perkataan itu tersenyum sinis dan mendengus keras.
"Apa masalahmu? Kau tidak perlu mengurusiku. Urusi saja perempuan-perempuan yang bisa memuaskanmu." cibirnya. Mendengar perkataan itu, rahang Kyle mengeras. Ia maju mendekatkan tubuhnya ke depan Ketty, sehingga wanita itu mau tak tamu harus mundur sampai kepalanya membentur kaca mobil. Entah apa yang akan Kyle lakukan, tapi Ketty berusaha bersikap biasa saja sambil melemparkan tatapan tajamnya. Padahal dalam hatinya, ia gugup sekali. Semoga Kyle tidak menyadarinya.
"Aku belum pernah bercinta dengan wanita lain lagi. Terakhir kali aku melakukannya denganmu," gumam Kyle parau. Tepat didepan wajah Ketty hingga Ketty bisa merasakan hembusan nafas lelaki itu. Entah apa maksud Kyle mengatakan itu, tapi Ketty merasa pria itu sedang menggodanya. Dan ini adalah pertama kalinya ia di goda oleh pria itu. Entah Ketty harus senang atau tidak, yang pasti ia tidak mau tertipu pagi. Mungkin saja sekarang ini hormon Kyle sedang tinggi-tingginya jadi ia berusaha keras untuk menggoda Ketty.
Ketty tertawa masam. Dia tidak akan terpengaruh lagi. Pokoknya dia harus pergi dari sini sekarang ju...
__ADS_1
"Mmphh..."
mata Ketty membulat lebar. Tiba-tiba bibir Kyle sudah menempel di bibirnya. Mengecupnya sekilas kemudian menggigitnya perlahan sampai gigitan itu makin liar hingga membuat Ketty kesulitan bernafas.
Ketty yang awalnya terdiam dari rasa keterkejutannya lalu memukul-mukul bahu Kyle, mendorong pria itu menjauh. Ia kesulitan bernafas. Tapi Kyle tidak melepaskan Ketty. Tangannya makin menekan tengkuk Ketty dan makin memperdalamnya ciumannya. Mencecapi segala bagian yang ada dalam rongga mulut wanita itu. Ia baru melepaskan Ketty setelah merasakan wanita itu benar-benar kesulitan bernafas.
Nafas keduanya terengah-engah. Namun Kyle tidak menyesali tindakannya. Ia sendiri bingung kenapa dirinya tiba-tiba melakukan hal itu. Astaga, ia mencium Ketty. Wanita yang tidak pernah ada dalam kamusnya untuk ia jadikan kekasih.
Memang banyak orang yang tahu Kyle adalah tipe laki-laki brengsek yang selalu melakukan **** dengan wanita-wanita berbeda, dan itu benar. Kyle setuju. Ia tidak ingin munafik. Namun orang-orang tersebut sama sekali tidak tahu kalau lelaki brengsek yang tidak pernah lepas dari **** seperti Kyle ini tidak pernah berciuman.
Ketty berusaha menjernihkan pikirannya. Ia tidak boleh memikirkan Kyle lagi. Anggap saja ciuman itu hanyalah sebuah kecelakaan. Ia tidak mau mengalami luka yang sama lagi karena pria itu. Saat Ketty melihat Kyle yang juga tampak bingung dengan pikirannya sendiri, ia menggunakan kesempatan tersebut membuka kunci mobil dan turun secepat kilat pergi dari sana. Untung ada taksi yang lewat di jalan itu. Jadi Ketty bisa dengan cepat meninggalkan Kyle.
Kyle sendiri hanya bisa menatap kepergian Ketty dengan tertegun. Ia masih tidak percaya dengan apa yang barusan dia lakukan. Ciuman itu adalah ciuman pertamanya. Memang dirinya sudah tidak perjaka lagi, tapi masalah ciuman, tentu ia tidak pernah berciuman dengan siapapun. Ini pertama kalinya. Seperti dirinya yang pertama kali mengambil keperawanan Ketty, Ketty juga yang mengambil ciuman pertamanya. Kyle mengusap wajahnya kasar. Apa benar hatinya sudah berubah? Apa benar ia sudah melupakan Zuin dan malah jatuh cinta pada Ketty? Pria itu mengerang frustasi. Ia bingung dengan dirinya sendiri. Terlebih lagi dengan perubahan Ketty yang kini makin jelas membencinya.
\*\*\*
"Apa? Kita akan berlibur ke Melbourne? Kau tidak sedang bercanda bukan?!" Sari berseru girang. Ia baru saja mendengar Gilang mengatakan tim mereka mendapat ticket liburan ke luar negeri selama tiga hari. Ketua BIN senang karena misi pertama mereka sukses dan memutuskan untuk meliburkan mereka selama beberapa hari. Jelaslah Sari senang. Apalagi ini liburan ke luar negeri. Ia dan Ayyara saling berpandangan dengan gembira.
__ADS_1
Bahkan Ayyara sudah memikirkan ia akan memakai kesempatan ini untuk mendekati Dastin dengan gencar. Kali ini pasti sih gadis menyebalkan itu tidak mungkin ikut. Dia pasti bebas mendekati Dastin tanpa ada sih tikus pengganggu. Ayyara tersenyum puas. Ia harus memikirkan cara agar Dastin meliriknya.
"Siapa-siapa yang pergi?" tanya Gean.
"Seluruh tim kita." sahut Gilang. Pandangannya berpindah ke Dastin yang duduk di meja kerjanya dan lebih fokus ke laptopnya. Gilang lalu melangkah mendekati pria itu.
"Bagaimana, kau sudah melihat lokasi yang aku kirim?" tanya Gilang. Dastin meliriknya sekilas lalu tersenyum tipis.
"Mm, aku sudah cek. Tempatnya seperti yang aku harapkan." balas Dastin. Gilang terus menatap pria itu lurus.
"Kenapa kau menanyakan tempat itu? Katakan padaku. Apa kau sedang merencanakan sesuatu?" tanya Gilang lagi dengan raut wajah curiga. Pasalnya tempat yang ditanyakan oleh pria itu adalah salah satu tempat romantis di Melbourne. Apa Dastin mau menembak seseorang? Tapi setahu Gilang Dastin hanya terlihat tertarik pada Zuin. Namun Zuin tidak akan ikut liburan dengan mereka. Jadi, siapa perempuan itu? Ayyara? Sepertinya tidak mungkin.
Gilang tidak pernah melihat Dastin menaruh minat pada Ayyara. Lebih tidak mungkin lagi kalau Sari. Mungkin saja Zuin akan ikut. Siapa yang tahu tiba-tiba Dastin membelikan tiket pesawat untuk gadis itu dan merencanakan menembak Zuin di sana. Yah, itu lebih masuk akal.
Berbeda Gilang yang tampak penasaran dengan rencana Dastin, Dastin malah tersenyum simpul.
"Kau akan tahu nanti." gumam pria itu penuh misteri, hingga Gilang makin penasaran dibuatnya. Di ujung sana ada Gean yang ikut tersenyum. Dia adalah satu-satunya orang dalam tim itu yang tahu semua telah Dastin rencanakan.
__ADS_1