
"Bagaimana pengalamanmu di desa? Aku dengar kau ikut dengan anggota BIN menyelidiki kasus di sana." tanya Kyle. Ia sempat ke luar negeri beberapa hari, jadi pria itu tidak bisa menyusul Zuin. Pekerjaan Kyle di luar negeri pun sangat padat sampai-sampai menguras seluruh waktunya. Meski begitu, pria itu tetap mengingat Zuin. Ia akan menanyakan kabar gadis itu pada Lucas di saat dirinya ada kesempatan untuk bertanya.
"Darimana kau tahu aku pergi ke desa?" Zuin balas bertanya. Seingatnya ia tidak pernah bilang pada Kyle. Hanya ke Ketty saja. Itu pun dia bilang setelah dirinya dan tim Dastin sudah sampai di desa.
Kyle tersenyum tipis, lalu sebelah tangannya terangkat memegang kepala Zuin. Pria merasa gemas melihat mata hitam indah milik Zuin yang menatapnya dengan ekspresi penuh tanda tanya.
"Memangnya kau lupa, ayahmu adalah sahabat baikku? Tentu saja aku mengetahuinya dari ayahmu." Kyle berbohong lagi. Jelas-jelas dia tahu karena dirinya sengaja memerintahkan Lucas dan anak buahnya diam-diam mengikuti Zuin. Memang dia tidak bermaksud jahat pada gadis itu, Kyle hanya tidak ingin Zuin bertemu dengan orang jahat, jadi diam-diam ingin melindungi gadis itu. Tapi kalau Zuin tahu ada orang yang diam-diam mengikutinya, gadis itu pasti akan marah. Jadi Kyle lebih memilih berbohong pada gadis itu.
Zuin sendiri mengangguk-angguk mengerti. Tidak menaruh curiga sedikitpun.
"Bagaimana kalau aku mentraktirmu makan selesai kau kuliah? Sudah lama kita tidak berbincang-bincang. Aku juga membawakanmu oleh-oleh dari luar negeri." tawar Kyle kemudian. Zuin bersorak senang lalu berpikir sebentar kemudian mengangguk. Lagian dia juga tidak ada kesibukan sama sekali hari ini. Tidak ada salahnya bertemu Kyle, di traktir makan pria itu, dan di kasih oleh-oleh pula.
Keduanya terus asyik berbincang-bincang sampai melupakan Ketty yang berdiri dibelakang Kyle dengan hati panasnya. Bisa-bisanya Kyle mengajak Zuin makan didepannya. Dan... Lelaki itu membawakan Zuin oleh-oleh dari luar negri? Bagaimana dengannya? Kenapa Kyle sama sekali tidak membelikan oleh-oleh untuknya juga? Pria itu tega sekali.
"Kyle, bukankah kau bilang tadi kerjaanmu di kantor sedang menumpuk? Aku ingat kau bilang akan berada dikantor seharian ini" dengan berani Ketty angkat bicara. Kyle menoleh kebelakang dengan wajah tidak senang. Tatapannya tajam seolah memperingatkan Ketty jangan sok akrab dengannya didepan Zuin. Tapi Ketty sudah terlanjur cemburu. Ia ingin sekali bilang ke Zuin didepan Kyle kalau hubungan mereka sudah jauh dari yang Zuin pikirkan meski tanpa status sama sekali. Tapi Ketty masih menahannya. Karena ia tahu Kyle akan langsung meninggalkannya kalau dia bilang tentang hubungannya dengan pria itu yang sebenarnya. Kalau dia adalah perempuan yang selalu memberikan kepuasan kepada seorang Kyle di atas ranjang.
__ADS_1
"Kyle, kalau kau sibuk, kau bisa mentraktirku lain kali saja." ujar Zuin setelah mendengar perkataan Ketty.
"Tidak, aku sama sekali tidak sibuk. Temanmu ini yang salah dengar. Aku akan datang lagi nanti siang dan kita sama-sama ke restoran yang kau suka." balas Kyle langsung.
Sialan sih Ketty. Hampir saja perempuan itu merusak rencana makan siangnya bersama Zuin. Wanita itu benar-benar tidak tahu tempatnya. Untung saja Zuin mengangguk lagi. Kalau seandainya gadis itu menolak, dia berjanji akan memberi perhitungan dengan Ketty, sih jal*ng itu.
"Baiklah kalau begitu, masuklah. Jangan lupa belajar dengan baik gadis manis." Kyle mengacak-acak rambut Zuin pelan lalu berbalik masuk ke mobil. Ia sempat melirik Ketty sebentar dengan tatapan dinginnya, sebelum akhirnya mobil pria itu melaju meninggalkan gedung besar tersebut.
Sepeninggalnya Kyle, Zuin langsung menarik tangan Ketty untuk masuk ke dalam kampus bersama dengan semangat. Rasanya sudah lama mereka tidak berjalan bersama-sama seperti ini. Tapi Ketty sama sekali tidak terlihat senang. Ia hanya pura-pura tersenyum didepan Zuin.
"Aku memang lagi malas bicara sekarang Zuin, tapi sama sekali nggak ada apa-apa kok." balas Ketty menutupi kebohongannya dengan tersenyum. Zuin terus mengamati gadis itu, ia ingin bicara lagi tapi dosen yang akan mengajar hari ini sudah berdiri didepan sana. Tandanya, mereka semua sudah tidak bisa ngobrol lagi. Zuin menghela nafas. Ya sudahlah kalau begitu.
***
__ADS_1
"Dia hamil?"
pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Gean. Itu adalah pikiran yang langsung muncul dibenak laki-laki itu ketika mendengar Dastin bilang pria itu akan segera menikahi Zuin.
Keduanya sedang berada di ruangan Dastin. Awalnya Gean hanya ingin bertanya bagaimana dengan kelanjutan hubungan pria itu dan Zuin. Apakah hanya selesai begitu saja dan masalah kemarin tidak di ungkit-ungkit lagi, atau masih ada kelanjutannya. Namun, ia malah mendapat jawaban tidak terduga dari Dastin. Dastin langsung menjawabnya dengan mengatakan akan segera menikahi Zuin. Perkataannya terlihat begitu yakin. Tentu saja Gean cukup merasa kaget dengan berita itu. Jadi satu-satu yang terpikir olehnya adalah, ada kemungkinan Zuin hamil.
"Aku ingin menikahinya karena aku memang menginginkan gadis itu. Masalah dia hamil atau tidak, masih terlalu awal untuk tahu." Dastin menaikkan wajahnya memandang Gean.
Alis kening terangkat. Oh, jadi perkiraannya salah. Benar juga kata Dastin, mereka bahkan belum sampai seminggu balik dari pedesaan, masa secepat itu Zuin bisa tahu dia hamil. Setidaknya waktu yang paling umum untuk mengetahui seorang perempuan hamil atau tidak adalah dua sampai tiga minggu setelah berhubungan s*x.
"Gean, jangan cerita dulu ke yang lain tentang pernikahanku. Aku dan Zuin baru berencana menikah secara hukum, aku akan bilang secara resmi pada semuanya saat pesta resepsi kami nanti." kata Dastin lagi. Gean mengangguk. Ia menghargai perkataan Dastin. Dia juga bukan tipe pria yang suka bergosip tentang masalah hidup orang lain.
"Tenang saja, aku berjanji akan merahasiakannya. Oh ya, aku membawakan hasil pemeriksaan kami pada mayat korban." Gean kembali fokus dengan rencana awalnya datang keruangan Dastin. Lelaki itu menyerahkan map ditangannya pada Dastin dan pria itu langsung memeriksanya dengan serius.
"Penyebab kematian korban belum di ketahui secara pasti, tapi ada kemungkinan korban disiksa sebelum akhirnya di bunuh. Kita bisa mengetahuinya setelah mayat di otopsi." kata Gean menjelaskan.
__ADS_1
"Aku mengerti maksudmu. Segera lakukan otopsi setelah keluarga korban setuju. Aku ingin kasus ini cepat selesai." kata Dastin dengan tegas.