Agen Tampan Dan Gadis Pembuat Onar

Agen Tampan Dan Gadis Pembuat Onar
93


__ADS_3

"Om, kalau begitu aku pamit dulu." ucap Ketty setelah bicara panjang lebar dengan Barry. Awalnya ia pikir ada hal penting apa ayah Zuin memanggilnya ke kantor. Ternyata lelaki itu hanya mau minta maaf atas kasus penculikan yang menimpanya.


Ketty sebenarnya tidak masalah bertemu dengan om Barry. Hanya saja  sama sekali tidak tahu kalau ada Kyle juga di ruangan itu. Ketty tidak begitu nyaman bertemu dengan Kyle sekarang, jadi ia ingin pergi secepatnya dari kantor om Barry. Apalagi ia merasa Kyle sedang memperhatikannya sejak tadi. Entah apa maksudnya, tapi Ketty yakin sekali pria itu sedang berpikiran buruk tentang dirinya. Sewaktu mereka berhubungan kan, Kyle selalu menganggap dan memperlakukannya seperti wanita penghibur. Yah, Kyle memang seperti itu karena Ketty yang lebih dulu menawarkan diri. Pantas buat Kyle memandang rendah dirinya.


Tapi sekarang Ketty mau move on. Ia berusaha keras melupakan seorang Kyle. Namun dalam proses itu, ia malah selalu bertemu dengan lelaki itu.


"Kyle, kau masih ada urusan di sini?" tanya Barry melirik Kyle. Pria itu yang tadinya tengah fokus memperhatikan Ketty diam-diam balas menatap Barry. Kemudian ia menggeleng.


"Kalau begitu kau bisa mengantar Ketty?" tanya Barry lagi sontak membuat Ketty terkejut. Ya ampun, kenapa om Barry pakai suruh-suruh Kyle mengantarnya lagi. Pasti akan sangat canggung nanti.

__ADS_1


"Tidak usah om, aku bisa sendiri." tolak Ketty langsung, tapi tak disangka Kyle malah mengiyakan permintaan Barry.


"Baiklah, aku akan mengantarnya." balas Kyle yang kini sudah berdiri didekat Ketty dan Barry sambil menatap keduanya bergantian. Ketty berusaha bersikap biasa, ia takut kalau sikapnya berlebihan, ayah Zuin akan curiga kalau ada apa-apa antara dirinya dan Kyle.


"Dia sahabat baik om Ketty, kau bisa mempercayainya." ujar Barry ke Ketty, lalu menghadap Kyle lagi. Ketty sendiri tidak tahu mau bilang apa. Otaknya mendadak kosong saat Kyle berdiri disampingnya.


"Jaga dia baik-baik. Jangan berpikiran macam-macam." Barry memberi peringatan dengan tatapan tajamnya. Ia tahu Kyle laki-laki yang seperti apa. Pria itu seperti hewan buas yang suka gonta-ganti wanita. Sementara Kyle hanya tersenyum. Belum tahu saja dia  apa yang sudah dia lakukan dengan Ketty. Ketty sudah tidur dengannya berkali-kali.


"Baik om, kalau begitu aku pamit dulu ya." balas Ketty kemudian pergi melangkah keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Kyle mengikutinya dari belakang. Keduanya berjalan dalam keheningan. Ketty yang terus melangkah dengan pikirannya yang kacau karena keberadaan Kyle, sementara Kyle terus mengamati wanita itu dari belakang dengan penuh minat. Ia tidak tahu apa yang terjadi dengan otaknya, tapi rasanya ia ingin menyentuh Ketty sekarang juga. Ingin membuat Ketty menyerah dalam kungkungannya. Selama mereka bercinta, hanya Ketty yang terus bergerak di atasnya, memuaskan hasratnya. Tapi kali ini untuk pertama kalinya Kyle ingin memberikan gadis itu kepuasan penuh. Astaga Kyle, kau sudah gila. Benar-benar gila.


Kyle berusaha menjernihkan pikirannya. Sungguh tidak tahu malu. Dia mengutuk dirinya sendiri. Padahal ia yang sudah membuang Ketty begitu saja. Ketty pasti amat terluka karena dirinya. Pasti wanita itu membencinya sekarang. Jangan berharap apapun Kyle. Gumam pria itu dalam hati.


"Mau kemana?" Kyle cepat-cepat meraih pergelangan Ketty ketika melihatnya hendak berjalan ke arah lain, tentu saja meninggalkan pria itu.  Ketty menghempas pelan genggaman Kyle dipergelangan tangannya. Tatapannya tampak dingin.


"Pulang. Kau tidak perlu mengantarku. Seperti katamu, aku tidak akan mengganggumu lagi. Jadi kita urus diri kita masing-masing saja." ucap Ketty dingin. Namun sebelum dia berhasil meninggalkan Kyle, pria itu sudah menariknya memaksanya masuk ke mobil lelaki itu.


"Ap.. apa-apaan ini? Kyle!" Ketty berusaha turun tapi Kyle tidak membiarkan wanita itu berhasil. Ia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh keluar dari parkiran gedung besar itu.

__ADS_1


"Berhenti Kyle, aku mau turun!" teriak Ketty namun percuma saja karena Kyle tidak mendengarnya sama sekali. Sekuat apapun Ketty berteriak, pria itu tetap tidak mau berhenti.


"Berhenti atau aku lompat sekarang juga!"


__ADS_2