Aku Belum Mati, Suamiku

Aku Belum Mati, Suamiku
Pangeranmu


__ADS_3

"A..Aku tidak bisa melakukan itu karena Sharen masih kecil." jawab Abimana dengan begitu gugup.


"Abimana, tes DNA itu sangat mudah. Kau bisa memberikan air liur ataupun potongan rambut dari Sharen." kata David sambil tersenyum kecut.


"Kenapa kalian memaksaku untuk melakukan tes DNA? Jadi anak sekecil Sharen sudah kalian curigai? Kalian benar-benar jahat dan tidak punya hati."


"Abi, kami bukannya mencurigaimu hanya saja tes DNA memang salah satu prosedur dalam proses membalik nama perusahaan ini karena saat akan melahirkan Sharen, Amanda sedang tidak sadarkan diri, lalu dia mengalami koma setelah melahirkan, jadi memang tes DNA sangat diperlukan dalam proses tersebut."


"Bagaimana Abi? Lalu kapan kita akan melakukan tes DNA, aku akan mempersiapkan segala sesuatunya."


"Iya benar yang Kak David katakan Abi, kita harus melakukan tes DNA secepatnya, bukankah kau ingin mendapatkan kepastian tentang masa depan anakmu? Semakin cepat kita melakukan tes DNA, maka akan semakin cepat perusahaan milik Amanda berganti nama menjadi milik Sharen. Aku juga akan mengurus semua proses itu secepatnya, seperti yang kau inginkan."


"Ya, aku juga akan secepatnya mempersiapkan tes itu Rayhan."


"Bagaimana Abi? Kenapa kau diam?"


'Kurang ajar mereka berdua memang benar-benar BRENGSE*KKKK!!' gumam Abimana sambil menatap David dan Rayhan bergantian dengan tatapan tajam.


"Bagaimana Abimana? Kapan kita bisa melakukan tes DNA itu?"


"Lupakan saja! Aku sudah tidak ingin berniat melakukan hal itu! DASAR KALIAN BERDUA MEMANG BENAR-BENAR BRENGS*K!!" bentak Abimana kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu sambil menatap tajam David dan Rayhan. Setelah Abimana keluar, Rayhan lalu mendekat ke arah David.


"Kak David sebenarnya apa yang telah terjadi? Kenapa kau meminta tes DNA? Ada apa sebenarnya kak?"


"Sharen bukanlah anak kandung Amanda."


"A... Aaapa? Ba.. Bagaimana mungkin? Apa kau yakin dengan semua yang kau ucapkan Kak?"


David lalu mengangguk. "Ya, aku sangat yakin karena Vallen sendiri yang mengoperasi Amanda, dan anak kandung Amanda adalah seorang laki-laki. Setelah anak itu lahir, Abimana meminta ijin pada Vallen untuk langsung membawa bayi itu pulang, tapi ternyata Abimana tidak membawa bayi itu pulang tapi malah membuangnya ke dalam hutan."

__ADS_1


"DASAR BIADAB!! TEGA SEKALI DIA MELAKUKAN HAL ITU PADA ANAK KANDUNGNYA SENDIRI! Jadi anak itu hilang Kak?"


David lalu menggelengkan kepalanya. "Saat Abimana membuang bayi itu, anak buah temanku mengikutinya dan mengambil kembali bayi itu yang telah dibuang oleh Abimana. Lalu anak kandung Amanda kutitipkan pada temanku, dia sendiri yang menawarkan diri untuk mengasuh anak Amanda sampai dia sadar dari komanya."


"Astaga, aku benar-benar harus mengucapkan terimakasih padamu Kak, entah apa yang terjadi jika tidak ada kau serta teman-temanmu. Terimakasih banyak Kak David."


"Ya, sudah menjadi kewajiban kami untuk saling membantu. Saat aku bertemu dengan Amanda, keadaannya sungguh memprihatinkan, aku benar-benar kasihan padanya." kata David sambil menatap Amanda.


"Ya, dia wanita yang malang. Lalu siapa bayi perempuan yang dikatakan oleh Abimana tadi?"


"Bayi perempuan itu adalah anak hasil hubungan gelap antara Abimana dengan kekasihnya, dia berselingkuh dibelakang Amanda."


"Ja...Jadi Abimana juga berselingkuh di belakang Amanda? Dan anak hasil hubungan gelapnya dia katakan sebagai anaknya dengan Amanda sedangkan anak kandung Amanda dia buang?"


David pun mengangguk.


"Ternyata kau benar-benar iblis, Abimana."


"Iya Kak."


"Rayhan, aku keluar dulu. Aku sedang banyak pekerjaan."


"Iya Kak David, sekali lagi terimakasih banyak karena sudah menjaga Amanda."


"Ya, dan sekarang ini adalah tugasmu, lakukan tugasmu sebaik mungkin untuk menjaga Amanda."


"Ya, aku akan melakukan itu sebaik mungkin, sekuat tenagaku, aku akan melakukan yang terbaik untuk Amanda."


"Ya, permisi Rayhan."

__ADS_1


"Iya Kak."


Rayhan lalu berjalan mendekat ke arah Amanda, dia lalu menatap wajah pucatnya.


"Wanita yang malang." kata Rayhan sambil menatap Amanda.


"Amanda, kemarin kita sudah berkenalan, dan saat ini aku adalah temanmu. Aku berjanji mulai saat ini aku akan menjagamu, aku tidak akan membiarkanmu mengalami kemalangan dan hal buruk seperti dulu, tidak akan kubiarkan orang lain menyakitimu, terutama Abimana. Dia harus mendapatkan hukuman atas semua kejahatan yang telah diperbuat olehnya, aku berjanji akan membalas semua perbuatan jahat Abimana padamu, Amanda." kata Rayhan kembali sambil menggenggam tangan Amanda, melihat wajah Amanda yang terlihat begitu sendu tanpa Rayhan sadari air mata pun mulai menetes membasahi genggaman tangan itu yang membuat jari tangan Amanda kembali bergerak.


"Jari tanganmu sudah bisa bergerak lagi Amanda?" kata Rayhan sambil tersenyum.


"Amanda, apa kau ingin mendengar ceritaku? Aku ingin menceritakan sebuah dongeng untukmu. Apa kau pernah mendengar dongeng tentang putri tidur, Amanda?"


Tiba-tiba mata Amanda pun bergerak, Rayhan pun tersenyum.


"Bagus sekali, kau sudah bisa menggerakkan jari-jari tangan dan matamu. Amanda, aku yakin kau pasti secepatnya bisa bangun dari tidurmu, seperti putri tidur yang bangun saat sudah bertemu dengan pangerannya."


Tiba-tiba Rayhan pun terdiam.


"Tapi kau tidak memiliki pangeran, Amanda. Jadi karena kau tidak memiliki pangeran lebih baik anggap saja aku ini sebagai pangeranmu. Hahahaha."


"Kalau kau sudah bangun mungkin kau akan marah padaku karena aku tidaklah pantas menjadi pangeranmu. Hahahaha." kata Rayhan lagi sambil tertawa.


Tiba-tiba pintu kamar perawatan tersebut pun terbuka.


CEKLEK.


"Selamat pagi." sapa sebuah suara yang masuk ke ruangan itu.


'Oh tidak, sebaiknya aku pergi dari sini.' gumam Rayhan sambil beranjak dari tempat duduknya, namun saat itu juga tangan Amanda kembali menggenggam tangan Rayhan dengan begitu erat.

__ADS_1


'Amanda, tolong lepaskan genggaman tanganmu.' gumam Rayhan sambil menatap Amanda yang kini juga menggerakkan matanya.


NOTE: Komen yang rame ya dear 🥰


__ADS_2