
Decit suara ban mobil yang berhenti di sebuah rumah mewah membuat seorang wanita paruh baya yang sedang merawat tanaman miliknya tampak begitu terkejut.
"Inara."
"Mamaaaa!!" teriak Inara, kemudian berjalan ke arah mamanya sambil beberapa kali menghapus air matanya.
"Kau kenapa sayang? Apa kau ada masalah lagi dengan Rayhan?"
Inara hanya terdiam.
"Inara katakan pada mama, apa yang sebenarnya telah terjadi? Apa kau bertengkar dengan Rayhan? Inara kau sedang hamil, Nak. Kau tidak boleh terlalu banyak berfikir, nanti akan berpengaruh pada kehamilanmu, Nak."
"Ma..." kata Inara kemudian kembali terisak.
"Ayo kita masuk dulu ke dalam, lalu ceritakan masalahmu pada mama."
Mereka lalu masuk ke dalam rumah kemudian duduk di atas sofa.
"Sekarang ceritakan masalahmu pada mama. Jangan memendam masalah sendirian karena itu tidak baik untuk pertumbuhan janin yang ada di dalam kandunganmu, Nak."
"Mama sebenarnya..."
"Sebenarnya ada apa Inara?" tanya mamanya sambil menatap Inara dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Maafkan Inara ma. Inara sudah berbohong."
"Berbohong? Kau berbohong tentang apa sayang?"
Inara kemudian menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya.
"Mama Inara sudah berbohong pada kalian semua, sebenarnya Inara ti.. tidak.."
"Tidak apa Inara? Jangan membuat mama bingung."
"Mama sebenarnya Inara tidak hamil."
"APA KAU BILANG!! KAU SEDANG BERCANDA KAN INARA??"
Inara kemudian menggelengkan kepalanya.
"INARA KATAKAN PADA MAMA!! APA MAKSUDMU SEBENARNYA?? JADI KAU SELAMA INI TIDAK HAMIL DAN TELAH MEMBOHONGI KAMI SEMUA??"
Inara pun menganggukkan kepalanya sambil terisak.
PLAKKKK PLAKKKK
"Mama, kenapa mama menampar Inara?"
__ADS_1
"Kau benar-benar keterlaluan Inara!! Kau telah berbuat hal yang begitu BODOH!!"
"Maafkan Inara ma. Inara melakukan seperti ini karena Inara ingin mempertahankan Mas Rayhan."
"Memangnya kau tidak bisa melakukan cara lain? Apa otakmu sudah tidak mampu berfikir hingga melakukan tindakan bodoh seperti ini?"
"Ma, tolong bantu Inara ma."
"Apa Rayhan sudah tahu akan hal ini?"
"Belum." jawab Inara yang kini tampak mere*as pakaiannya sambil menatap mamanya yang berjalan mondar-mandir di depannya.
"Mama, jangan membuatku semakin bertambah bingung."
"Inara! Kau yang sudah membuat mama semakin bingung dengan semua kelakuanmu! Dulu kau sudah memaksa kami untuk meminta pada orang tua Rayhan dan memaksa mereka untuk menikahkan Rayhan denganmu. Apa kau tidak berfikir, dimana harga diri kami sampai bertindak seperti itu pada orang tua Rayhan agar mau menjodohkannya denganmu. Hanya karena mereka memiliki hutang budi pada kita akhirnya mereka mau menjodohkan Rayhan denganmu. Lalu kau sekarang sampai berbuat seperti ini? Apa kau sudah tidak waras Inara??"
"Lalu apa yang harus Inara lakukan ma?"
"Selesaikan masalahmu sendiri."
"Lalu bagaimana jika Mas Rayhan tahu dan dia menceraikan aku?"
"Itu adalah konsekuensi yang harus kau tanggung. Mama sudah tidak mau ikut campur pada kehidupan rumah tanggamu, mama sudah tidak bisa lagi menbantumu jika Rayhan menceraikanmu. Mama tidak mau membujuk Dewanto lagi untuk memaksa Rayhan agar mempertahankan hubungan kalian berdua."
"Jadi mama tidak mau membantu Inara?"
"Jadi maksud mama, Inara harus ikhlas jika Mas Rayhan menceraikanku?"
"Ya jika dia sampai menceraikanmu kau harus ikhlas jika dia bukanlah jodohmu. Sekarang lebih baik kau berdoa saja agar Rayhan tidak menceraikanmu, berdoalah agar dia memaafkan kesalahanmu dan mau menerimamu kembali."
"Tapi maaaa..."
"Inara, lebih baik kau pulang sekarang lalu bicarakan semua ini dengan Rayhan."
Inara kemudian menatap mamanya dengan tatapan memelas.
"Jadi mama tidak mau membantuku?"
"Tidak."
Mendengar perkataan mamanya, Inara kemudian melangkahkan kakinya dengan sedikit lemas keluar dari rumah orang tuanya. Di saat itulah tiba-tiba ponselnya pun berbunyi.
"Mas Rayhan." kata Inara saat melihat nama Rayhan di ponselnya. Dengan sedikit keraguan, Inara pun kemudian mengangkat panggilan itu.
[Halo Inara. Kau dimana?]
[Di rumah mama, ada apa Mas?]
__ADS_1
[Aku sedang bersama Vallen dan Firman, besok malam mereka mengajak kita untuk makan malam di apartemen mereka, apa kau punya waktu untuk memenuhi undangan mereka? Mereka sedang menunggu jawaban kita sekarang.]
[Oh ya tentu saja.]
[Baik Inara, terimakasih banyak.]
[Iya mas.] jawab Inara kemudian menutup teleponnya sambil tersenyum.
'Sepertinya Mas Rayhan sudah tidak marah padaku.' gumam Inara sambil tersenyum.
Sementara Rayhan yang juga menutup panggilannya tersenyum pada Firman dan Vallen.
"Dia mau memenuhi undangan kalian."
"Bagus sekali!!!" teriak Vallen.
"Ya."
"Kalau begitu kami permisi pulang dulu Ray, aku ingin mengajak Vallen makan terlebih dulu. Sejak tadi pagi Vallen selalu muntah-muntah, belum ada makanan apapun yang masuk ke perutnya."
'Muntah-muntah? Itu adalah hal paling wajar bagi seorang wanita hamil tapi aku bahkan tidak pernah melihat Inara muntah-muntah.' gumam Rayhan sambil tersenyum kecut.
"Ya, lebih baik kalian pulang saja sekarang."
"Ya, kami pulang dulu."
"Gendong aku, Firman! Hahahaha."
"Vallen, ini rumah sakit!"
"Hahahaha."
Rayhan hanya bisa tersenyum melihat Firman dan Vallen saat keluar dari ruang perawatan Amanda.
"Rasanya sudah tidak sesakit dulu." kata Rayhan sambil tersenyum. Dia kemudian melangkahkan kakinya mendekat pada Amanda lalu duduk di sampingnya.
"Putri tidurku, kenapa kau belum juga bangun? Kak David mengatakan jika siang ini seharusnya kau sudah sadarkan diri. Apa kau memang benar-benar putri tidur yang baru bisa bangun setelah kukecup kening mu sama seperti saat kau koma?" kata Rayhan sambil menatap Amanda, perlahan dia pun mendekatkan wajahnya pada Amanda.
CUP
Saat bibir Rayhan selesai mengecup kening Amanda tiba-tiba perlahan mata Amanda pun terbuka. Amanda pun begitu terkejut melihat wajah Rayhan yang begitu dekat dengan wajahnya.
"Rayhaaaaannnn!!"
NOTE:
Kalau ga sabar sama alurnya author, leave aja ya. Setiap cerita itu ada alurnya bukan asal jadi, kita aja hidup ada alur dan prosesnya, bagaimana mau menarik kesimpulan kalau ga ada prosesnya coba? Othor juga cuma mau menumbuhkan chemistry Rayhan & Amanda bukan bermaksud menjadikan Amanda pelakor. Terimakasih 🤗🥰
__ADS_1
Yang masih mau nyimak jangan lupa tinggalin jejak biar rame, love you all 🥰💞🤗❤️