
Saat perawat tersebut keluar, perlahan Amanda pun membuka matanya, dia lalu melihat ke sekelilingnya.
"Oh ini masih di rumah sakit." Dia lalu melihat ke arah perutnya.
"Perutku, oh perutku sudah tidak membuncit, apakah aku sudah melahirkan? Apa sebenarnya yang telah terjadi padaku?" kata Amanda sambil meraba perutnya lalu mengingat-ingat apa yang telah terjadi.
"Malam itu Mas Abi mendatangiku setelah aku melakukan kesepakatan dengan Dokter David mengenai operasi cangkok jantung yang akan kulakukan, saat itu Mas Abi mengatakan jika anakku cacat, ya Mas Abi mengatakan jika anakku cacat, lalu tiba-tiba aku merasa jika dadaku sangatlah sakit, setelah itu aku tidak tahu apa yang telah terjadi." kata Amanda sambil mengerutkan keningnya.
"Ya pasti malam itu sesuatu telah terjadi padaku, setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi, aku yakin Dokter David pasti telah melakukan sesuatu padaku, aku yakin dia pasti akan menyelamatkan anakku dari Mas Abi. Lebih baik sekarang aku beristirahat saja karena kepalaku masih sangat pusing dan tubuhku begitu lemas, besok saat Dokter David datang, aku akan menanyakan apa yang sesungguhnya telah terjadi padaku." kata Amanda lalu memejamkan matanya. Tak berapa lama setelah Amanda memejamkan matanya tiba-tiba pintu kamar perawatan itu terbuka. Seorang wanita paruh baya pun masuk ke ruangan itu, lalu dengan sedikit berlari menghampiri dan memeluk tubuh Amanda."
"Amanda, apa kau sudah sadar? Maafkan mama Amanda, selama ini mama jarang menjengukmu karena waktu mama tersita bersama papa dan anak kalian. Maafkan mama Nak. Amanda mama disini, ayo buka matamu Nak." kata Vera sambil menangis dan mencium tangan dan wajah Amanda.
'Mama, Amanda rindu ma.' gumam Amanda sambil menatap Vera yang kini sedang membelai wajahnya.
Tiba-tiba seorang dokter wanita pun masuk ke dalam ruangan Amanda.
"Permisi saya mau mengecek keadaan Amanda."
__ADS_1
"Silahkan dokter."
"Saya Vallen."
"Oh iya Dokter Vallen."
Vallen lalu melihat Amanda yang masih memejamkan matanya lalu memeriksa respon di beberapa bagian tubuhnya.
"Halo Amanda, namaku Vallen. Aku yang mengoperasi proses persalinanmu, lalu kau koma setelah menjalani operasi tapi anakmu lahir dengan sehat dan selamat. Aku harap kau bisa membuka matamu dan sadarkan diri secepatnya Amanda." kata Vallen sambil tersenyum.
'Cantik sekali dokter itu? Jadi dia yang sudah mengoperasiku? Oh apakah ini dokter kandungan yang Dokter David ceritakan? Apakah dia adik Dokter David? Ah, syukurlah jika anakku sehat dan selamat tidak seperti yang Mas Abi katakan, jadi malam itu Mas Abi sengaja membuatku mengalami serangan jantung lagi agar aku mati? Dasar baji*gan kau, Abi.' gumam Amanda.
"Terimakasih banyak Dokter Vallen."
"Ya, saya permisi dulu."
Vera lalu mengambil ponselnya. "Dimana Abi? Kenapa dia tidak ada di sini?" kata Vera kemudian menelepon Abimana.
__ADS_1
[Ya, halo Ma.]
[Abiiiiii, kamu dimana sih?]
[Ada urusan pekerjaan, ada apa ma?]
[Abiiii sekarang juga kau harus ke rumah sakit! Amanda tadi sudah mulai bergerak, dia sudah bisa membuka matanya dan menggerakkan jari tangannya Nak.]
[Apa? Apa dia sudah sadar?]
[Belum tapi kata dokter ini perkembangan yang baik, Abi. Mungkin sebentar lagi dia sadar, sebaiknya kau cepat menunggunya di sini.]
[Tapi ma, Abi sedang ada urusan pekerjaan.]
[Tidak ada tapi-tapian, Abiiiii!!! Cepat kau kesini sekarang juga!!!]
[Iya.. Iya Ma.] jawab Abimana dengan begitu lemas.
__ADS_1
NOTE:
❣️FLASHBACK END ya dear, setelah Abimana di telepon Vera, dia lalu datang & menyuruh Ghea juga ikut datang ke kamar perawatan Amanda lalu berhubungan badan dengan Ghea di samping Amanda yang masih pura-pura koma. Jadi flashback dari episode 5-29, kita mulai alur lagi dari episode 4 setelah perbincangan Amanda dengan Dokter David tentang cangkok jantung sama pertemuan dengan Rayhan di next episode besok ya, keep stay tuned 😉