
"Maukah kau menikah denganku, Amanda?"
Amanda lalu memandang Rayhan kemudian tersenyum.
"Kenapa kau hanya tersenyum?" tanya Rayhan sambil mengangkat dagu Amanda.
"Lalu apa yang harus kukatakan? Kau sudah tahu jawabannya," jawab Amanda sambil meneteskan air matanya.
Rayhan kemudian memeluknya.
"Kita bertiga akan menjadi satu keluarga, keluarga yang bahagia."
"Jadi ini alasannya kau mempertemukan aku dengan Kenzo, kau ingin melamarku di depan Kenzo."
"Tentu saja, Kenzo harus melihat semua ini. Tentunya aku juga harus meminta ijin padanya karena aku akan menikahi ibunya, iya kan Kenzo sayang?"
Kenzo pun tersenyum sambil meneteskan air liurnya di tangan Amanda. "Hahahaha, kau lucu sekali, Nak. Sekarang panggil aku papa," kata Rayhan lalu mengambil Kenzo dari tangan Amanda.
"Kenzo, kita tanyakan lagi pada mamamu ya? Amanda sayang, maukah kau menikah denganku?"
"Tentu saja, tentu aku mau menikah denganmu, Ray," jawab Amanda dengan terisak sambil menatap Rayhan dan Kenzo.
"Rayhan kemudian menghapus air mata Amanda.
"Kenapa kau menangis terus?"
"Aku sangat bahagia, Ray. Aku sangat bahagia, setelah berbagai kemalangan yang kualami, akhirnya aku bisa benar-benar bertemu orang-orang yang begitu baik padaku, bertemu dirimu yang tulus mencintaiku, lalu dipertemukan dengan putraku," kata Amanda sambil semakin terisak. Rayhan pun kian kencang memeluknya dan Kenzo yang ada dalam gendongannya lalu mencium kepala Amanda sambil memejamkan matanya.
"Aku sangat mencintaimu, Amanda. Aku akan melakukan apapun yang terbaik untukmu dan putra kita, aku ingin kalian hidup bahagia bersamaku."
"Terimakasih Ray. Lalu kapan kita menikah?"
Rayhan lalu melepaskan pelukannya.
"Kita akan menikah sekarang."
"APAAAA? MENIKAH SEKARANG?? Kau jangan bercanda, Rayhan."
"Aku tidak bercanda, nanti malam kita akan menikah, apa kau tidak melihat rumah makan ini penuh dekorasi pernikahan? Bukankah surat ceraimu sudah keluar sejak tiga bulan yang lalu, hanya karena sedikit kesalahan administrasi saja surat ceraimu jadi keluar bersamaan dengan surat ceraiku."
__ADS_1
"Ya, aku tahu itu tapi aku hanya tidak menyangka akan secepat ini."
"Jadi kau tidak mau menikah denganku?"
"Rayhaaannnn." gerutu Amanda.
Rayhan kemudian tersenyum.
"Bagaimana dengan kedua orang tuamu? Aku belum berkenalan dengan mereka tapi kau sudah mengajakku menikah."
"Kau tenang saja, aku sudah menceritakan semuanya pada mereka. Orang tuaku juga mengenal orang tuamu, mereka sudah berteman sejak dulu, termasuk dengan orang tua Abimana, mereka dulu adalah teman baik."
"Jadi mereka sudah merestui hubungan kita?"
"Ya, mereka merestui hubungan kita."
"Meskipun aku belum pernah bertemu dengan mereka?"
"Ya, mereka tahu kau sedang bersembunyi, mereka memahami kondisimu. Kau tenang saja, aku sudah mengurus semuanya Amanda, aku sengaja melakukan semuanya sendiri agar tidak mengganggu konsentrasimu, aku tidak mau proses belajarmu terpecah karena memikirkan pernikahan kita. Bukankah kau tahu, dua hari lagi kau sudah harus berangkat ke kantor karena akan ada pergantian CEO."
"Ya, aku tahu. Jangan bilang kau menikahiku terlebih dulu sebelum aku berangkat ke kantor karena kau takut Abimana akan tertarik lagi padaku seperti kejadian dua bulan yang lalu."
"Oh, E.. Itu." Rayhan pun terlihat salah tingkah sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Rayhan kemudian memegang wajah Amanda kembali.
"Iya itu alasan utamaku, aku tidak ingin ada laki-laki yang mendekatimu, apalagi besok kau sudah mulai bekerja sebagai CEO di perusahaanmu, tapi ada satu lagi yang lebih penting."
"Apa?"
Rayhan lalu melirik Kenzo.
"Amanda, bagaimanapun juga Kenzo adalah anak Abimana, darah daging Abimana, kau tahu kan Abimana sangatlah licik, dia bisa saja menggunakan statusnya sebagai ayah kandung dari Kenzo untuk berkelit. Tapi jika kau sudah memiliki suami, maka kau dan Kenzo sepenuhnya menjadi tanggung jawabku, tentu Abimana tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena tanggung jawab kalian ada di tanganku, kau mengerti sayang?"
"Ya, terimakasih karena kau telah memikirkan semua ini dengan sangat baik."
"Ya, sekarang kau persiapkan dirimu, Vallen sudah menunggumu, dengan seorang make up artist yang akan membantumu meriasmu. Aku sudah menyewa seorang baby sitter yang akan membantu menjaga Kenzo, sebentar lagi dia akan datang ke sini. Bergegaslah, ini sudah sore."
"Vallen, sudah ada di sini?"
__ADS_1
"Ya, dia sudah menunggumu. Dia menunggumu di salah satu ruangan yang ada di dalam rumah makan ini, kau masuk ke sana saja. Aku dan Kenzo akan menunggu disini."
"Jadi kalian sudah merencanakan semua ini dibelakangku? Bahkan Vallen dan Firman pun tampak pura-pura bodoh di belakangku?"
"Hahahaha, tidak usah banyak protes, sebentar lagi penghulunya datang, kau harus segera bersiap-siap."
"Baiklah, Kenzo kau jangan nakal ya," kata Amanda sambil membelai rambut Kenzo, kemudian berjalan meninggalkan Rayhan menuju ke bagian dalam rumah makan.
❣️ Dua jam kemudian ❣️
Amanda berjalan menuju dituntun oleh Vallen mendekat ke arah meja tempat mereka akan melangsungkan ijab qabul, meskipun suasana pernikahan itu sangat sepi karena mereka mengadakan pesta dengan konsep private party, tidak mengurangi kebahagiaan yang ada di dalam hati Amanda. Seulas senyuman pun selalu tersinggung di wajah cantiknya yang kini memakai make up minimalis. Tubuh indahnya terbungkus sebuah gaun warna putih serta sebuah mahkota mini yang melekat di rambutnya semakin menambah kecantikan dirinya.
Tampak David dan Papa Rayhan duduk di dekat Rayhan sebagai saksi, beberapa orang kerabat pun tampak hadir pada pesta tersebut.
"Hai," sapa Amanda saat duduk di samping Rayhan yang sudah menunggunya di meja akad. Rayhan yang melihat Amanda hanya bisa tercengang sambil menatap Amanda dengan tatapan begitu hangat.
"Rayhan, kau jangan memandang Amanda seperti itu, jika kau sudah tidak tahan cepat ucapkan ijab qabulnya!" teriak Vallen yang membuyarkan lamunan Rayhan.
"Vallen!!" gerutu Firman.
"Maaf."
"Apa bisa kita mulai sekarang?" tanya penghulu yang ada di hadapan mereka.
"Iya," jawab Rayhan. Acara ijab qabul pun dimulai, Rayhan kemudian mengucapkan ijab qabul dengan satu tarikan nafas, hingga teriakkan SAHHHH pun terdengar begitu riuh. Rayhan dan Amanda pun saling berpandangan sambil tersenyum. Beberapa orang yang ada di dekat mereka pun mendekat untuk memberikan ucapan selamat, termasuk orang tua Rayhan.
"Selamat sayang." kata Ela, mama Rayhan sambil memeluk dan mencium kedua pipi Amanda.
"Iya ma, terimakasih banyak. Terimakasih telah merestui hubungan kami, meskipun Amanda belum pernah menemui mama tapi mama dan papa sudah merestui hubungan kami."
"Amanda, kami hanya tidak ingin mengulang kesalahan yang kedua kali, Rayhan berhak bahagia dengan pilihannya."
"Terimakasih banyak, ma."
"Sama-sama. Rayhan, kau tolong jaga Amanda dengan baik."
"Tentu saja ma, aku akan selalu menjaganya dengan baik," kata Rayhan sambil memandang Amanda, dia kemudian mengangkat dagu Amanda lalu mulai mendekatkan wajahnya.
"RAYHANNNN KENDALIKAN DIRIMU, MASIH BANYAK ORANG, RAYHAN!!"
__ADS_1
NOTE:
Ga suka skip, kalo suku wajib tinggalin jejak. Love you dear 🥰😘❤️