Aku Belum Mati, Suamiku

Aku Belum Mati, Suamiku
Tolong Aku


__ADS_3

Melihat Rayhan yang keluar dari kamar perawatan Amanda dengan begitu tergesa-gesa, Abimana pun tersenyum. Dia kemudian mengambil ponselnya.


[Halo, nanti tengah malam kita akan bertindak. Sekarang kau persiapkan segala sesuatunya.]


[Baik bos.]


Abimana lalu menutup teleponnya lalu berjalan ke kamar Amanda.


"Sayang, kau sudah selesai berbicara dengan pengacara itu?"


"Sudah."


"Apa yang kalian bicarakan Amanda sayang?"


"Hanya urusan perusahaan."


"Perusahaan? Sejak kapan kau mau mengurus urusan perusahaan, Amanda sayang? Bukankah biasanya kau selalu menyerahkan urusan pekerjaan padaku atau pada almarhum papa?"


"Memangnya kenapa jika aku ingin tahu tentang masalah perusahaan kita, Mas? Bagaimanapun juga itu adalah perusahanku, sedangkan orang tuaku hanya menitipkan saja pada kalian." kata Amanda sambil tersenyum sinis.


"Mas Abi, sebaiknya kau pulang saja. Aku ingin beristirahat sekarang, tubuhku masih lemas."


"Tidak Amanda, malam ini aku ingin menemanimu. Apa kau tahu jika aku sangatlah merindukanmu." kata Abimana sambil mendekat ke arah Amanda, namun saat akan memeluknya tiba-tiba Amanda menolak dengan sedikit mendorong tubuh Abimana.


"Maa.. Maafkan aku Mas, masih terasa sakit. Maksudku bekas jahitanku masih sakit, tolong jangan menyentuhku terlebih dulu."


"Oh, baik Amanda."


'Ini benar-benar aneh sekali, dia sama sekali tidak mau kusentuh. Selain itu dia juga selalu berkata dengan sedikit sinis padaku, aku yakin sesuatu pasti telah terjadi. Aku yakin jika Amanda pasti telah mengetahui sesuatu tentangku, pengacara sialan itu pasti sudah menceritakan semua tentang kejahatan yang telah kulakukan pada dirinya dan perusahaannya. Aku harus bertindak secepatnya, ya aku harus bertindak secepatnya.' gumam Abimana sambil menatap Amanda.


"Mas Abi."


"Oh iya Amanda sayang, ada apa?"


"Mas bisakah aku minta tolong padamu?"


"Oh ya, tentu saja. Apa yang bisa kubantu Amanda?"


"Bisakah kau membelikan jus alpukat di kantin? Tubuhku sangat lemas, mungkin jika aku meminum jus alpukat akan sedikit lebih bertenaga."

__ADS_1


"Oh iya baik Amanda sayang, aku pergi sebentar."


"Iya."


Setelah Abimana keluar dari kamarnya, Amanda lalu bergegas mengambil ponsel yang dia sembunyikan di bawah bantalnya. Dia lalu menghubungi nomor Rayhan.


[Halo Rayhan.]


[Iya ada apa Amanda?]


[Rayhan, Abimana mengatakan jika malam ini dia akan menginap di kamarku, aku sungguh benar-benar takut Rayhan.]


[Amanda kau tenang saja, ada CCTV di kamarmu yang tersambung pada ponselku, aku akan mengamati gerak-gerik Abimana malam ini. Amanda, dengarkan aku kau letakkan ponselmu di saku bajumu, lalu aktifkan tanda lokasi di ponselmu agar aku tetap bisa memantau keberadaanmu.]


[Baik Rayhan.]


[Yang terpenting jangan sampai Abimana tahu jika saat ini kau sudah memegang ponsel.]


[Iya baik Rayhan, kututup dulu teleponnya.]


[Iya, ingat semua pesanku Amanda.]


[Iya Rayhan.] jawab Amanda lalu menutup teleponnya kemudian mengutak-atik ponselnya untuk mengaktifkan lokasi, setelah itu dia memasukkan ponselnya di saku celananya lalu berpura-pura tertidur di atas ranjang sampai Abimana masuk ke ruangan itu kembali.


"Oh iya." jawab Amanda kemudian berpura-pura meminum jus tersebut.


Abimana yang melihat Amanda meminum jus tersebut pun tersenyum menyeringai.


'Minumlah jus itu lalu tidurlah, lalu saat kau bangun kau sudah di alam baka.' gumam Abimana sambil tersenyum menyeringai. Melihat Abimana yang sedang menatapnya dengan tatapan mencurigakan Amanda lalu berpura-pura untuk menarik perhatian Abimana.


"Mas, aku sangat mengantuk. Aku tidur dulu ya."


"Iya, kau tenang saja Amanda, aku pasti akan menjagamu."


Amanda lalu mengangguk sambil tersenyum.


'Tentu saja kau mengantuk Amanda, karena aku sudah menaruh obat tidur di jus yang kau minum tadi.' gumam Abimana. Setelah melihat mata Amanda yang menutup, Abimana lalu memanjat sebuah kursi lalu menutup kamera CCTV dengan sebuah kain. Amanda yang melihat tingkah Abimana pun begitu terkejut, tapi dia hanya bisa bergumam dalam hati sambil berharap Rayhan bisa menolongnya.


'Astaga, jadi benar malam ini Mas Abi ingin berbuat jahat padaku. Rayhan semoga kau tahu apa yang Abimana lakukan malam ini. Tuhan tolong aku, berikan pertolonganmu, Tuhan.'

__ADS_1


🏡🏡🏡


Rayhan mendekat pada Inara yang kini duduk di atas ranjang.


"Bagaimana keadaan perutmu Inara?"


"Aku sudah baik-baik saja, Mas."


"Bagaimana jika besok kita memeriksakan kandunganmu ke dokter, selama kau hamil kita belum pernah melakukan kontrol kandungan bersama kan?"


"Oh tidak usah, Mas. Bukankah kau sibuk? Aku tidak mau mengganggu kesibukanmu, Mas."


"Tidak Inara, aku bisa meluangkan waktuku untuk melihat anakku yang ada di dalam kandungamu, aku sangat ingin melihat perkembangan anakku. Kandunganmu sudah memasuki bulan ke enam, pasti kita sudah bisa melihat jenis kelaminnya kan?"


"Tidak mas, aku tidak mau."


"Tidak mau? Apa maksudmu Inara? Bukankah biasanya seorang wanita sangat bahagia jika memeriksakan kandungannya dengan suaminya? Tapi kenapa kau tidak mau melakukannya denganku?"


"Oh.. E.. Itu karena kau sibuk."


"Bukankah sudah kukatakan jika aku bisa meluangkan waktuku untuk anak kita."


"Mas, sebaiknya jangan sekarang. Kita masih punya banyak waktu untuk melakukan pemeriksaan kandungan bersama, lain kali saja karena aku belum siap untuk melihat jenis kelamin anak kita, aku sangat menginginkan anak laki-laki aku takut jika ternyata anak yang kukandung adalah anak perempuan, aku pasti kecewa dan aku belum siap jika aku harus kecewa mas."


"Inara, anak laki-laki atau perempuan itu sama saja. Tapi baiklah jika itu maumu, lain kali saja kita melakukan pemeriksaan bersama."


"Iya mas, terimakasih banyak."


'Inara, aneh sekali.' gumam Rayhan di dalam hati. Dia kemudian mengutak-atik ponselnya.


"Oh tidak CCTV nya rusak." kata Rayhan dengan begitu panik. Dia kemudian bergegas berganti pakaian lalu mengambil kunci mobilnya.


"Inara aku pergi dulu, kau sebaiknya tidur saja."


Inara lalu mengangguk dengan menahan perasaan dongkol di hatinya.


"Sial ini pasti karena wanita yang sedang koma itu!!"


🏡🏡🏡🏡🏡

__ADS_1


Keringat dingin mulai keluar dari tubuh Amanda saat Abimana mendekat ke arahnya sambil tersenyum menyeringai.


'Oh Tuhan, tolong aku.'


__ADS_2