
'Sakit sekali.' gumam Amanda sambil memegang dadanya, dia pun kian menempelkan tubuhnya pada Rayhan. Rayhan kemudian menatap Amanda yang ada di dalam pelukannya lalu melihat Amanda yang kini tampak begitu kesakitan.
"Amanda!!"
"Ray, da..daku sakit sekali."
"Astaga, kau tidak boleh mengalami serangan berat satu kali lagi, jika tidak nyawamu dalam bahaya. Amanda ayo sekarang kita pergi ke rumah sakit."
Amanda kemudian menganggukkan kepalanya. Rayhan lalu bergegas membawa tubuh Amanda ke dalam mobilnya kemudian mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit sambil mengutak-atik ponselnya.
[Halo Kak David, kau ada dimana?]
[Halo Rayhan, aku di rumah sakit sedang menunggu Stella yang baru saja melahirkan, ada apa?]
[Kak David, Abimana mencoba membunuh Amanda dengan cara menculiknya, tapi akhirnya aku bisa menyelamatkan Amanda. Tapi Kak, saat ini kondisinya sangat memperihatinkan, dia terlihat begitu kesakitan.]
[Astaga, yang kutakutkan akhirnya terjadi.]
[Lalu kita harus bagaimana Kak?]
[Bawa ke rumah sakit sekarang juga, aku harus langsung melakukan operasi cangkok jantung untuk Amanda, aku akan mempersiapkan masa sekarang juga.]
[Apa sudah ada donor jantung yang tepat?]
[Ya, sudah ada. Sudah sejak dua bulan yang lalu saat aku pertama bertemu dengan Amanda aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya, dan kebetulan malam ini aku diberitahu oleh pusat cangkok jika sudah ada donor yang tepat untuk Amanda.]
[Oh syukurlah, kebetulan sekali. Aku sedang dalam perjalanan ke rumah sakit Kak.]
[Iya Ray, aku tunggu kau di rumah sakit.]
[Baik Kak, terimakasih banyak.]
"Bertahanlah Amanda." kata Rayhan setelah menutup teleponnya lalu melihat Amanda yang kini di sampingnya sambil memegang dadanya dengan begitu erat. Rayhan lalu mengemudikan mobil dengan kecepatan begitu tinggi, hingga beberapa menit kemudian mereka pun sudah sampai di rumah sakit. Tampak David sudah menunggu kedatangan mereka dengan beberapa orang perawat. Mereka pun bergegas membantu Amanda turun dari mobil lalu merebahkan tubuhnya ke atas brankar, Amanda pun kini terlihat begitu tak berdaya dan mulai kehilangan kesadaran.
"Ayo Rayhan, kita ke ruang operasi sekarang."
"Iya Kak."
__ADS_1
Mereka lalu mendampingi Amanda ke ruang operasi.
"Bertahanlah Amanda, kau pasti bisa sembuh." kata Rayhan sambil menggenggam tangan Amanda sesaat sebelum Amanda masuk ke dalam ruangan operasi.
"Rayhan, berdoalah semoga operasinya lancar."
"Iya Kak." jawab Rayhan sambil menatap Amanda yang kini masuk ke dalam ruangan operasi hingga ruangan tersebut tertutup.
"Tuhan, lancarkanlah operasinya berikanlah kesembuhan pada Amanda." kata Rayhan lalu duduk di depan ruang operasi.
🏡🏡🏡
Melihat asap yang semakin membumbung tinggi, beberapa orang warga pun mendekat. Di depan api yang berkobar, tampak Abimana sedang menangis sambil sesekali berteriak. Beberapa orang warga tersebut lalu mendekat pada Abimana sambil membantu memadamkan api.
"Tuan, apa yang sebenarnya telah terjadi?"
"ISTRI SAYA PAK!! ISTRI SAYA ADA DI DALAM MOBIL ITU YANG TERBAKAR!!" teriak Abimana sambil menangis tersedu-sedu.
"Ba.. Bagaimana ini bisa terjadi Tuan?"
"Astaga, tragis sekali. Sabar Tuan." kata beberapa orang warga disertai tatapan iba pada Abimana.
'Bagus sekali, mereka semua percaya padaku.' gumam Abimana sambil menutup wajahnya untuk menyembunyikan senyumannya. Beberapa saat kemudian, Vera pun tampak datang ke lokasi kejadian. Dia kemudian mendekat ke arah Abimana sambil berteriak.
"ABIIII APA YANG TELAH TERJADI?"
"Ma, Amanda ma, tadi Amanda memaksaku untuk membawanya pulang karena ingin bertemu dengan Sheren, jadi kami terpaksa kabur dari rumah sakit. Tapi Abi kehilangan kendali saat mengemudi karena menghindari sepeda motor yang tiba-tiba ada di depan kami, Abi lalu menabrak pohon dan malangnya tubuh Amanda sedikit terjepit body depan mobil. Akhirnya Abi pun mencari pertolongan, namun saat Abi kembali ke sini, ternyata mobil ini sudah terbakar ma. Dan Amanda ada di dalam mobil itu. Amanda maaaa... Amandaaaaaa!!" teriak Abimana sambil menangis.
"Tidak mungkin." kata Vera sambil menatap mobil yang terbakar disertai tatapan kosong.
"Tidak mungkin AMANDAAAAAA!!! AMANDA KAU TIDAK MUNGKIN MENINGGALKAN MAMA KAN AMANDA!!"
"Ma, tenangkan diri mama." kata Abimana sambil memeluk Vera.
"Abi!! Katakan jika semua ini bohong kan? Amanda tidak mungkin meninggalkan mama!!"
"Ma, sabar ma!"
__ADS_1
"Amanda tidak mungkin mati, Amanda tidak mungkin meninggalkan mama!" kata Vera dengan begitu tersedu-sedu, hingga akhirnya dia pun jatuh terkulai di atas tanah.
"Mamaaa bangun ma, bangun!!!" teriak Abimana sambil mengangkat sebagian tubuh Vera ke atas pangkuannya. Vera pun membuka sebagian matanya.
"Abi, Amanda masih hidup kan?" tanya Vera dengan begitu lirih dan terlihat setengah sadar. Abimana pun hanya menatap Vera.
'Sayangnya Amanda sudah mati, ma.' gumam Abimana sambil tersenyum menyeringai.
🏡🏡🏡🏡🏡
Setelah hampir menunggu selama lima jam di depan ruang operasi, akhirnya pintu ruang operasi pun terbuka. Rayhan lalu bergegas mendekat ke arah David yang keluar dari ruangan tersebut.
"Kak David, bagaimana operasinya?"
"Alhamdulillah semua berjalan lancar."
"Syukurlah." jawab Rayhan sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya untuk mengucap syukur.
"Sebentar lagi Amanda akan dibawa ke ruang perawatan, masa penyembuhannya sampai dia benar-benar sehat selama dua bulan, tapi kau bisa membawanya pulang setelah dua minggu dia dirawat di sini."
"Kak David, bolehkah aku minta tolong padamu?"
"Ya, ada apa Ray?"
"Kak, tolong sembunyikan semua ini dari semua orang, kecuali dari orang-orang terdekat kita yang sedang membantu Amanda."
"Maksudmu menyembunyikan jika Amanda telah melakukan operasi cangkok jantung? Aku memang sudah berjanji untuk merahasiakan operasi itu, Rayhan."
"Tidak hanya itu Kak, tapi kita juga harus menyembunyikan jika Amanda saat ini masih hidup. Biarkan semua orang menganggap Amanda sudah mati termasuk Abimana, biarkan mereka berfikiran seperti itu sampai waktu yang tepat karena kita akan membentuk Amanda menjadi pribadi yang berbeda, yang akan menghancurkan Abimana dengan tangannya sendiri."
"Baik Rayhan, aku juga akan ikut membantu kalian."
"Terimakasih Kak David."
Melihat tubuh Amanda kini mulai dikeluarkan dari ruangan operasi Rayhan pun tersenyum.
"Kita mulai permainan ini, Abimana." kata Rayhan sambil tersenyum kecut.
__ADS_1