Aku Belum Mati, Suamiku

Aku Belum Mati, Suamiku
Wanita Lain


__ADS_3

❣️ Tiga Bulan Kemudian ❣️


Vallen dan Rayhan tampak duduk di mini bar sambil mengamati Amanda dan Firman yang sedang begitu serius dengan tumpukan berkas di depannya.


"Apa Firman pernah menceritakan tentang perkembangan Amanda padamu?"


"Oh ya, tentu saja. Dia mengalami kemajuan yang begitu pesat, jauh dibandingkan dengan sebelumnya."


"Itu yang Firman katakan?"


"Tentu saja, kau pikir aku berbohong?" gerutu Vallen.


Rayhan kemudian tersenyum, hingga tiba-tiba, ponselnya pun berbunyi.


"Mama." kata Rayhan saat melihat sebuah nama di ponselnya. Rayhan kemudian mengangkat panggilan itu.


[Halo Ma.]


[Halo Rayhan, bisakah kau datang ke rumah sekarang?]


[Iya ma, tentu saja.]


"Vallen, aku minta tolong, tolong kau dan Firman temani Amanda sampai aku pulang, mama menyuruhku datang ke rumah."


"Oh ya, tentu saja."


"Terimakasih," jawab Rayhan lalu bergegas keluar dari apartemen tersebut. Amanda yang melihat Rayhan pergi dengan sedikit tergesa-gesa hanya bisa menatap kepergiannya dengan penuh tanda tanya.


'Kau mau kemana, Rayhan,' gumam Amanda.


Setengah jam kemudian, Rayhan yang sudah sampai di rumah orang tuanya lalu bergegas masuk ke dalam rumah. Namun saat membuka pintu rumahnya, Rayhan begitu terkejut karena melihat Inara yang duduk di samping mamanya sambil membawa sebuah amplop cokelat. Rayhan lalu mendekat ke arah mamanya.


"Ma."


"RAYHAN!!! APA-APAAN INI? COBA KAU JELASKAN PADA MAMA, KENAPA SEMUA INI BISA TERJADI!!" Bentak mamanya sambil memegang surat keputusan cerai dari pengadilan.


"Rayhan harus melakukan semua itu ma."


"Memangnya apa kesalahan Inara padamu? Dia adalah istri terbaik yang kami pilihkan untukmu! Apa kau sudah lupa, dia bahkan tetap setia menjadi istrimu saat itu meskipun kau masih memikirkan mantan kekasihmu yang bar-bar itu!!"


"Mama, tolong jangan menjelek-jelekkan orang lain, karena dulu sewaktu aku menalak Inara itu tidak bada hubungannya dengan Vallen, begitupula sekarang, Vallen sudah memiliki suami, dan aku tidak mungkin menceraikan Inara hanya karena Vallen, aku menceraikan Inara itu karena aku sudah tidak tahan dengan sikap egoisnya."


"RAYHAN!!! JAGA MULUTMU, JANGAN BERBICARA SEPERTI ITU PADA INARA! APA KAU TIDAK LIHAT JIKA INARA SEDANG HAMIL! RAYHAN, BERANI-BERANINYA KAU MENCERAIKAN SEORANG WANITA HAMIL!"


"Hamil kata mama? Inara, apa kau juga masih berani membohongi mamaku?"

__ADS_1


"Apa maksudmu Rayhan? Berbohong? Kebohongan apa?"


"Oh jadi Inara tidak mengatakan yang sesungguhnya pada mama?"


Rayhan lalu mengalihkan pandangannya pada Inara.


"Inara, kebohongan apa lagi yang kau lakukan? Kenapa kau hanya bisa menyembunyikan kebenaran demi egomu saja! Kupikir setelah kejadian malam itu kau akan berubah, tapi ternyata tidak! Kau selalu hidup dengan drama yang kau lakukan di hadapan semua orang!!"


"Rayhan, apa yang kau katakan? Mama sungguh benar-benar tidak mengerti!"


"Apa mama tahu, sebenarnya Inara tidak pernah hamil. Perut buncitnya hanyalah sebuah silikon yang menempel di atas perutnya saja!" ucap Rayhan sambil melirik Inara dengan begitu sengit.


"Tidak ma, semua yang Mas Rayhan katakan itu tidak benar, aku tidak melakukan semua itu. Dia bahkan sengaja berkonspirasi dengan Vallen dan suaminya untuk menjebakku seolah-olah kehamilanku adalah palsu!!"


"CUKUP INARA!! KAU BENAR-BENAR SAKIT JIWA!!"


Rayhan kemudian mendekat pada mamanya lalu memperlihatkan sebuah video yang berisi saat Vallen sedang memeriksa Inara.


"Mama lihat baik-baik, mama pernah hamil kan? Apa bentuk perut wanita hamil seperti itu? Itu bukan perut wanita hamil ma, tapi itu hanyalah sebuah silikon yang Inara tempelkan di atas perutnya."


"Astaga, benarkah semua ini, Inara?"


"Tidak ma, Mas Rayhan sudah berbohong, bukankah tadi sudah kukatakan jika mereka sudah menjebakku, mereka berkonspirasi lalu menuduhku hamil palsu, semua ini mereka lakukan agar Mas Rayhan bisa menceraikanku dengan mudah."


"TIDAK MAS!"


"Lihat ma, dia bahkan tidak mau membuka pakaiannya untuk menunjukkan bukti jika dia benar-benar hamil, apa itu bisa dipercaya?"


Inara kini terlihat salah tingkah mendengar perkataan Rayhan, apalagi saat ini Rayhan dan mamanya menatap dirinya dengan tatapan tajam.


"Mama, mama jangan melihat Inara seperti itu. Apa mama sudah lupa jika keluarga kalian memiliki hutang budi yang cukup besar pada keluarga kami. Kalian tidak bisa memperlakukan aku seperti ini, tolong mama nasehati Mas Rayhan agar mau kembali pada Inara tante. Tolong bujuk Mas Rayhan agar rujuk dengan Inara, ma."


Rayhan dan mamanya lalu berpandangan. Rayhan kemudian menggelengkan kepalanya.


"Jadi mama tidak mau membujuk Mas Rayhan? Baik jika itu yang mama inginkan, aku akan menelepon orang tuaku sekarang juga."


"Ternyata dari dulu hanya itu yang bisa kau lakukan, Inara? Kau selalu menggunakan orang tuamu untuk mengancam kami, hidupmu memang selalu dipenuhi oleh drama, Inara!"


"Memangnya kenapa mas? Aku putri mereka dan aku berhak melakukan semua itu! Aku berhak melakukan apapun yang aku inginkan dengan menggunakan kekuasaan yang orang tuaku miliki!"


"CUKUP INARA!!" teriak sebuah suara dari arah pintu. Melihat kedatangan mamanya, Inara pun terlihat panik.


"Ma.. Mama, mama ada di sini?"


"Ya, tadi mama ke rumah kalian tapi tidak ada seorangpun di sana, dan salah satu asisten rumah tangga kalian mengatakan jika kau dan Rayhan telah pisah rumah selama tiga bulan, jadi mama langsung ke sini dan melihat ada mobil kalian berdua di depan."

__ADS_1


"Maafkan Rayhan ma, Rayhan tidak bisa melanjutkan hubungan Rayhan dengan Inara," ucap Rayhan pada mama Inara.


"Iya mama mengerti Rayhan, kau pasti merasa sangat marah dan kecewa atas kebohongan yang Inara lakukan. "


"Jadi mama sudah tahu jika Inara tidak hamil?"


"Ya, mama tahu, setelah itu mama menyuruh Inara untuk jujur padamu, tapi mama yakin dia pasti tidak melakukan itu. Iya kan Ray?"


Rayhan lalu mengangguk.


"Sekarang, tolong kalian tidak usah sungkan lagi pada kami, hutang budi itu sudah lama berlalu, tidak usah dipermasalahkan lagi."


"Terimakasih Jeng Widya." kata mama Rayhan kemudian mendekat pada mama Inara.


"Iya, tolong jangan pikirkan masa lalu lagi. Dan untukmu Rayhan, mama tidak bisa mencegahmu untuk menceraikan Inara, kau berhak melakukan itu. Mama tidak bisa memaksamu hidup menjalani rumah tangga dengan keterpaksaan. Kau berhak bahagia dengan jalan yang kau pilih, Rayhan."


"Tapi ma..."


"CUKUP INARA!! LEBIH BAIK SEKARANG KAU MINTA MAAF PADA RAYHAN DAN MAMANYA!!"


Inara kemudian berjalan mendekat pada Rayhan yang masih berdiri.


"Mas, apakah tidak ada kesempatan lagi untukku?"


"Tidak."


"Aku minta maaf atas semua kesalahanku, aku janji akan merubah semua sifatku."


"Maaf tidak bisa Inara."


"Tapi kenapa?"


"Karena sudah ada wanita lain yang ada di dalam hatiku," jawab Rayhan kemudian pergi meninggalkan Inara keluar dari rumahnya.


NOTE:


Untuk novel sebelah maaf hari ini blm bisa update karena othor sedang sibuk, kalau novel yang ini, othor update tiap hari karena novel ini masuk daftar list Crazy Up.


Wajib tinggalin jejak ya dear, love you. Komen yang rame ya 😘❤️🥰


Jangan lupa follow ig dan fb othor karena besok ada promo.


IG: queenweny


FB: Weny Hida

__ADS_1


__ADS_2