Aku Belum Mati, Suamiku

Aku Belum Mati, Suamiku
Kebohongan Besar


__ADS_3

"MAAAMMMAA!!" teriak Abimana lalu mendekat ke arah Vera.


"Ma... Sadar, ma!" teriak Abimana sambil mengguncang-guncangkan tubuh Vera, namun Vera tetap diam. Dia kemudian mengarahkan pandangannya pada Ghea.


"Ghea, kau di sini saja. Tolong jaga Sharen, aku akan mengantar mama ke rumah sakit."


"Iya Abi."


Abimana lalu menggendong tubuh Vera ke dalam pelukannya lalu bergegas membawanya masuk ke dalam mobil. Melihat Abimana yang sudah pergi membawa Vera, Ghea lalu tersenyum.


"Mulai saat ini aku akan tinggal di rumah ini, dan aku tidak akan pergi dari sini." kata Ghea sambil tersenyum menyeringai.


🍒🍒🍒


Amanda perlahan membuka matanya, dia kemudian memalingkan wajahnya ke samping kanannya lalu melihat Rayhan yang sedang tidur di sisi ranjangnya.


"Terimakasih Rayhan, terimakasih karena kau selalu menemaniku dan menjagaku." kata Amanda sambil tersenyum.


Tiba-tiba Amanda mengerutkan dahinya. "Kenapa tiba-tiba aku lapar sekali," gerutu Amanda lalu melihat ke nakas di samping ranjangnya dan melihat makanan untuknya.


"Sebaiknya aku makan sekarang," kata Amanda lalu berusaha bangun dari tempat tidurnya.


"Awwww oh, sakit."


Amanda pun meringis sambil memegang dadanya, rasa sakit di dadanya kini terasa begitu menjalar di sekujur tubuhnya karena memaksakan diri untuk bergerak hingga akhirnya membuat keseimbangannya goyah dan tanpa sengaja menindih punggung Rayhan yang masih tertidur di samping ranjangnya.


"AWWWWWW."


"Maaf, maafkan aku Ray. Aku tidak sengaja," kata Amanda sambil meringis.


"Kenapa kau bangun Amanda? Bukankah kau belum boleh banyak bergerak?" kata Rayhan sambil bangun lalu dan membantu Amanda mengangkat tubuhnya yang masih menindih punggungnya.


"Emhh... E.. Itu, aku hanya lapar. Aku berniat mengambil makanan itu yang ada di atas nakas tapi tiba-tiba dadaku terasa sakit dan aku kehilangan keseimbangan, jadi aku tidak sengaja jatuh menindih punggungmu."


Mendengar perkataan Amanda, Rayhan pun tersenyum.


"Jadi kau lapar dan ingin makan?"


Amanda pun mengangguk.


"Kenapa kau tidak bilang saja padaku? Bukankah sudah kukatakan jika kau menginginkan sesuatu kau bisa bilang padaku. Itulah gunanya aku disini, Amanda."


"Ya, terimakasih."


Rayhan kemudian mengambil makanan yang ada di atas nakas lalu menyupkannya pada Amanda.


"Buka mulutmu."


Amanda kemudian membuka mulutnya sambil tersenyum dan sedikit salah tingkah.


"Maaf jika aku sedikit gugup, aku baru pernah disuapi oleh seorang laki-laki."

__ADS_1


"Oh, maaf. Tapi aku harus melakukan ini, kau tidak boleh makan sendirian."


"Ya, terimakasih banyak."


Rayhan kemudian mengangguk sambil tersenyum.


"Rayhan, ada yang ingin kutanyakan."


"Tentang apa?"


"Bagaimana dengan istrimu?"


"Apa?"


"Istrimu Ray, apakah dia tidak cemburu jika waktumu selalu tersita untukku?"


"Tidak usah kau pikirkan," jawab Rayhan sambil tersenyum kecut.


"Tapi Ray, bagaimanapun juga dia istrimu. Kau harus memikirkan perasaannya."


"Amanda, mungkin hari ini statusnya masih istriku tapi aku tidak tahu dengan besok."


"Aaa.. Apa maksudmu Ray?"


Rayhan pun tersenyum. "Sejak awal, rumah tangga kami memang tidak sehat, aku terpaksa menikah dengannya karena permintaan kedua orang tuaku yang memiliki hutang budi pada keluarganya, dan aku tidak pernah mencintainya. Tapi bukan itu yang menjadi masalah bagiku, tapi karena sifatnya yang begitu egois dan kebohongan besar yang dia lakukan padaku."


"Kebohongan besar?"


"Oh, semoga masalahmu bisa secepatnya selesai dan Dokter Vallen bisa membantumu."


"Iya, terimakasih banyak. Besok sore sampai malam kemungkinan aku tidak bisa menemanimu tapi aku tetap akan kembali ke sini menjelang tengah malam."


"Memangnya kau mau kemana?"


"Menyelesaikan masalah yang sedang kuhadapi saat ini."


"Oh, semoga masalahmu cepat selesai Ray."


"Iya, terimakasih banyak. Ini sudah malam, sebaiknya kau tidur."


"Aku baru bangun, Rayhan. Aku belum mengantuk."


"Baik, aku akan menemanimu sampai kau mengantuk. Kita menonton televisi saja ya."


Amanda pun mengangguk.


"Apa acara yang kau suka? Drama Korea? Drama Cina?"


Amanda kemudian menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak menyukai semua itu."

__ADS_1


"Lalu apa yang kau suka?"


"Kartun." jawab Amanda sambil meringis.


"Astaga, kau sungguh berbeda dibandingkan wanita lain," kata Rayhan sambil tersenyum.


"Memangnya semua wanita seperti itu?"


"Ya, kebanyakan para wanita muda menyukai drama, terutama Drama Korea dan Cina, seperti masa laluku." ucap Rayhan secara tidak sengaja.


"Masa lalumu? Apa dia istrimu?"


"Bukan."


"Siapa?"


"Lupakan saja."


🍒🍒🍒


Rayhan memarkirkan mobilnya di depan rumahnya lalu bergegas masuk ke dalam rumah.


"Inara, apa kau sudah siap?"


"Iya mas, sebentar," jawab Inara dari dalam kamar. Beberapa saat kemudian, Inara pun keluar dari dalam kamar. Rayhan pun tersenyum sambil mendekat ke arah Inara.


"Kau cantik sekali, Inara."


"Terimakasih banyak mas."


Rayhan kemudian mendekatkan tubuhnya lalu mulai menciumi tengkuk Inara.


"Sebentar saja, Inara." bisik Rayhan di telinga Inara dengan sedikit menggoda.


"Emhhh.. Ee.. E... Maaf mas, maaf aku tidak bisa. Aku sudah berdandan, nanti dandananku rusak."


"Tapi Inara, aku sudah tidak bisa menahan hasr*tku." kata Rayhan sambil mencoba membuka pakaian Inara.


"Maaf mas, sebaiknya kita pergi sekarang. Aku tidak mau Vallen dan Firman menunggu kita terlalu lama." jawab Inara sambil merapikan pakaiannya lalu berjalan menjauhi Rayhan. Melihat Inara yang keluar dari rumahnya, Rayhan pun tersenyum.


"Tentu saja kau tidak mau memenuhi keinginanku karena akan membuka rahasiamu, tapi kita lihat saja, setelah ini kau tidak akan pernah bisa berkutik dan akan kubuat kau mengakui kebohonganmu sendiri. Dan satu lagi yang paling penting, kau akan kubuat berada di posisi yang sulit hingga tak bisa berkutik dan memainkan drama-drama murahanmu kembali, Inara." kata Rayhan sambil tersenyum menyeringai.


"MASSS AYO BERANGKAT SEKARANG!!"


"Iya Inara, sebentar."


Note:


Siapa yang mau disuapin sama pengacara ganteng kaya Rayhan? 😂🤭 aw aw aw aw 🥰🥰🥰


Wajib tinggalin jejak, komen yang rame ya dear 🥰😘❤️

__ADS_1


__ADS_2