
"Rayhan?"
"Emhh.. E... Maafkan aku Amanda, tadi ada nyamuk di atas wajahmu jadi aku mengusir nyamuk itu. Aku tidak mau membuatmu terkejut jadi aku sengaja mengusirnya dengan mengibas-ibaskan tanganku di depan wajahmu."
"Oh, terimakasih banyak Ray. Maaf aku selalu salah paham padamu."
"Tidak apa-apa, Amanda."
'Benar-benar wanita yang sangat polos, pantas saja Abimana selalu mempermainkan dirinya. Kasihan sekali.' gumam Rayhan sambil menatap Amanda yang kini terlihat memejamkan matanya lagi.
'Astaga, dia mau tidur lagi? Benar-benar putri tidur.' gumam Rayhan lagi, hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya.
"Amanda, kau mau tidur lagi?"
"Ya, aku sangat mengantuk. Tak lama setelah kau pergi, aku minum obat, dan sekarang aku benar-benar mengantuk."
"Oh, baiklah kalau begitu. Kau tidur saja Amanda. Aku akan menemanimu disini."
"Iya terimaksih banyak Ray." jawab Amanda lalu memejamkan matanya kembali.
Sementara Rayhan hanya bisa melihatnya sambil tersenyum.
'Dasar putri tidur.'
🍒🍒🍒🍒
TETTTT TETTTTT
"Bibiiii tolong buka pintunya."
"Iya Nyonya."
Seorang asisten rumah tangga lalu berjalan ke arah pintu. Saat membuka pintu tersebut, tampak seorang wanita cantik berdiri di depannya sambil tersenyum.
"Selamat malam, bisakah saya bertemu dengan Abimana?"
"Oh ya sebentar, saya panggilkan Tuan Abimana terlebih dulu. Silahkan duduk di dalam nona."
"Iya, terimakasih."
Asisten rumah tangga tersebut lalu bergegas berjalan ke arah kamar Abimana.
"Siapa Bi?" tanya Vera yang melihat pembantunya berjalan ke arah kamar Abimana.
__ADS_1
"Seorang wanita cantik nyonya, dia ingin bertemu dengan Tuan Abimana. Tapi saya lupa tidak menanyakan namanya." jawab asisten rumah tangga tersebut lalu bergegas berjalan ke kamar Abimana.
"Wanita cantik?" kata Vera sambil mengerutkan keningnya. Melihat Abimana yang keluar dari kamarnya, Vera pun memanggilnya.
"Abimana."
"Iya ma, ada apa?"
"Abi jaga sikapmu! Amanda baru saja meninggal."
"Apa maksud mama?"
"Kau sudah dewasa, kau pasti mengerti! Apa pantas seorang wanita datang mencarimu sampai datang ke rumah di saat makam istrimu masih basah? Amanda baru saja dimakamkan tadi siang, Abi."
"Mama, tolong mama jangan berfikiran buruk terlebih dulu pada Abi. Abi keluar dulu." jawab Abimana lalu berjalan ke arah ruang tamu meninggalkan Vera yang masih menatapnya dengan tatapan begitu tajam.
Vera yang sedang menggendong Sharen tampak mengerutkan keningnya.
"Oh tidak, apa artinya semua ini? Apakah semua kecurigaan papa selama ini semuanya benar? Benarkah Abimana memiliki wanita idaman lain? Aku harus menyelidiki semua ini." kata Vera kemudian beranjak dari tempat duduknya lalu menaruh Sharen di kamarnya, setelah itu bergegas berjalan ke arah ruang tamu.
"ABIIIII!!"
"Ghea! Kenapa kau kesini?"
"Ghea, kendalikan dirimu. Di rumah ini ada mama."
"Tapi Abi, bukankah Amanda sudah meninggal? Kita bebas berhubungan di depan semua orang."
"Iya Ghea tapi tidak sekarang, Amanda baru saja meninggal. Apa kata orang nanti? Bisa-bisa orang-orang berfikiran buruk padaku."
"Lalu aku harus bagaimana? Aku hanya ingin menuntut hak ku, aku juga ingin jadi istri sahmu, Abi."
"Iya Ghea, aku pasti akan menjadikanmu sebagai istriku tapi tidak sekarang. Apa kau tidak bisa berfikir jernih? Amanda saja baru dimakamkan tadi siang, dan malam ini baru saja diadakan pengajian meninggalnya Amanda, tapi kau sudah mendatangiku begitu saja."
"Aku hanya takut karena sudah beberapa hari ini kau tidak datang ke apartemenku, aku takut kau meninggalkanku Abi!"
"Itu tidak akan terjadi Ghea, kau tahu sendiri beberapa hari ini aku sibuk mengurusi Amanda kan? Kau juga tahu tujuan kita sudah tercapai, kita tinggal menunggu waktu proses balik nama perusahaan itu menjadi milik Sharen. Lebih baik kau pulang saja, bersabarlah. Besok pagi aku akan ke apartemenmu."
"Tapi tolong tepati janjimu."
"Ya, kau tenang saja sayang. Aku juga sangat merindukanmu." jawab Abimana dengan tatapan nakalnya yang membuat Ghea tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu."
__ADS_1
"Iya sayang, hati-hati." jawab Abimana sambil membelai wajah Ghea lalu mengecup bibirnya, tepat di saat itulah Vera sampai di ruang tamu.
"APA-APAAN INI???"
"Mama."
"ABIMANAAAA!!! APA-APAAN INI? BERANI-BERANINYA KAU BERMESRAAN DENGAN WANITA LAIN DI RUMAH INI DI SAAT MAKAM ISTRIMU MASIH BASAH!!
"Mama, Abimana bisa jelaskan semua ini ma."
"Mau menjelaskan apalagi Abi?? Semua sudah jelas! Mama melihat dengan mata kepala mama kau membelai dan mencium wanita ini! Dasar kurang ajar!! Kau benar-benar tidak tahu diri Abimana!!"
Vera lalu mengarahkan pandangannya pada Ghea, kemudian mendekat padanya.
PLAKKKKK
"Kau memang tidak punya malu!! Berani-beraninya kau datang ke rumah ini!! Apa kau tidak punya harga diri hahhh sampai mau jadi wanita simpanan dari laki-laki yang sudah beristri??"
"Saya tidak bersalah tante, sejak dulu anak tante yang selalu mengejar-ngejar saya."
"DASAR WANITA JA*ANG!!"
"Ma, sudah ma. Tolong jangan berkata seperti itu pada Ghea."
"Apa kau bilang Abi?? Kalian memang sama-sama kurang ajarrr!! Mama malu memiliki anak seperti dirimu, Abi!! Kau benar-benar tidak punya malu! Apa kau tidak sadar jika semua yang kita miliki itu hanya titipan dan semua ini adalah milik Amanda, tapi tega-teganya kau menyakiti Amanda seperti ini? Atau kematian Amanda itu juga karena ulahmu?"
"MAMA TOLONG JAGA KATA-KATA MAMA! JANGAN BERFIKIRAN BURUK DAN MENUDUHKU SEPERTI ITU MA!!"
"TAPI SIKAPMU YANG MEMBUAT MAMA BERFIKIRAN SEPERTI ITU ABIMANA!!" teriak Vera disertai nafas yang begitu tersengal-sengal, dadanya pun kian naik turun menahan emosi yang begitu berkecamuk di dalam hatinya.
"Ah kepalaku sakit sekali." kata Vera sambil memegang kepalanya.
"Kepalaku sakit sekali." kata Vera lagi hingga akhirnya tubuhnya pun ambruk.
"MAMMAAAA... MAMAAAA!!"
NOTE:
Disini othor menceritakan jika Inara berhijab tapi memiliki sikap yang buruk itu bukan bermaksud mendiskreditkan hijab karena othor pun berhijab sejak tahun 2006 tapi othor hanya ingin menyampaikan pesan jika tidak sepantasnya wanita berhijab bersikap seperti Inara, jangan mengotori hijab dengan akhlak yang buruk karena hijab adalah pakaian yang suci 💜
Othor tidak menyalahkan hijabnya tapi perilaku orangnya.
Terimakasih buat readers yang selalu semangatin othor biar bisa update setiap hari, love you all.
__ADS_1
Wajib tinggalin jejak, komen yang rame 🤭🥰😘