Aku Belum Mati, Suamiku

Aku Belum Mati, Suamiku
Rumit


__ADS_3

"Cepat katakan jika ku tidak mencintaiku."


"Inara, tolong jangan lakukan itu."


"Katakan Abimana, katakan kau tidak cinta padaku. Jika kau mau mengatakan itu maka aku akan membatalkan niatku untuk mengajukan peninjauan kembali."


"Aku tidak mencintaimu," jawab Abimana sambil menundukkan wajahnya.


"Tatap mataku, Abimana. Tatap mataku jika kau tidak mencintaiku," ucap Inara sambil menatap Abimana dengan tatapan tajam. Namun Abimana hanya terdiam, Inara pun tersenyum kecut.


"Kau tidak mampu melakukan itu kan?" tanya Inara sambil mengerutkan keningnya.


"Inara tolong jangan memaksaku, aku tidak bisa Inara. Maaf aku harus pergi sekarang," ucap Abimana sambil mencoba beranjak dari tempat duduknya. Namun Inara kembali mencekal lengannya, bahkan dengan cekalan yang lebih erat.


"Abimana kau belum menjawab pertanyaanku, Sebenarnya kau juga memiliki perasaan padaku kan? Ada rasa cinta di dalam hatimu padaku kan? Tolong jangan bohongi perasaamu."


Abimana pun hanya terdiam.


"Kau tidak bisa menjawab apapun, Abimana. Baiklah, sekarang aku sudah mendapatkan jawabannya. Aku tahu kau juga memiliki perasaan padaku, meskipun sedikit tapi tidak masalah bagiku, aku pun tidak berharap mendapatkan balasan cinta darimu."


"Inara tolong jangan berkata seperti itu, baiklah aku akui jika aku mengagumi dirimu, entah ini yang disebut dengan cinta atau bukan tapi aku begitu mengagumi dirimu, kau wanita yang begitu baik, hatimu juga tulus memberikan kebaikan pada orang lain, aku menyukai semua yang ada di dalam dirimu, Inara. Tapi aku sadar siapa diriku, aku sangat tidak pantas bagimu. Lagipula usiaku juga tidaklah lama lagi, aku tidak ingin memiliki kisah cinta yang manis di ujung hidupku, itu terlalu menyakitkan Inara, terlalu menyakitkan."


"Terimaksih karena sudah mau menjawab pertanyaanku, dan aku tetap akan melakukan peninjauan kembali demi memperjuangkan cinta ini, cinta kita meskipun kau harus menghabiskan sisa hidupmu di dalam tahanan ini, aku tetap akan bersamamu, Abimana."


"Dasar bodoh," gerutu Abimana.

__ADS_1


"Terserah kau mau berkata apa, aku tidak peduli. Sekarang katakan padaku, siapa pihak pelapornya?"


"Aku menyerahkan diri, Inara. Aku menyerahkan diriku pada polisi."


"Tapi tetap ada pihak pelapor yang telah kau rugikan kan? Sekarang cepat katakan siapa pihak pelapornya?"


Abimana kemudian tertunduk, dia kemudian memejamkan matanya lalu menghembuskan nafas panjangnya.


"Namanya Amanda. Amanda Mahendrata, dialah mantan istriku, pemilik Mahendrata group."


Jantung Inara pun seakan berhenti berdetak saat mendengar perkataan Abimana, dia kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya. 'Oh tidak,' gumam Inara, dia lalu membuka wajahnya kemudian menatap Abimana dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Jadi kau mantan suami Amanda? Amanda istri dari Mas Rayhan? Kau adalah suami Amanda yang telah membuat kondisi Amanda menjadi begitu parah? Kau yang sudah membunuh orang tuamu sendiri, kau juga yang telah membuang anak kandungmu lalu kau menukar anak itu dengan anak hasil hubunganmu dengan selingkuhanmu yang kini menjadi istrimu itu?"


Abimana kemudian mengangguk sambil meneteskan air matanya.


"Tidak sama sekali perasanku tetap sama. Aku hanya tidak menyangka ternyata itu adalah dirimu."


"Apa maksudmu? Lalu, darimana kau tahu semua itu? Semua tentang masa laluku?"


Inara pun hanya terdiam.


"Darimana kau tahu semua itu, Inara? Bahkan kau pun tahu aku telah membuang anak kandungku. Apa kau ada hubungannya dengan mereka?"


Perlahan Inara pun mengangguk.

__ADS_1


"Ya, aku pernah begitu dekat."


"Dekat dengan siapa?"


"Rayhan."


"Rayhan?" tanya Abimana sambil mengerutkan keningnya.


"Ya, Rayhan adanya mantan suamiku."


"Astaga," ucap Abimana sambil mengusap kasar wajahnya.


"Jadi kau mantan istri dari Rayhan?"


Inara pun menganggukkan kepalanya dengan perlahan.


"Baik, aku akan menemui Amanda dan Rayhan sekarang juga."


"Tolong jangan lakukan itu, Inara."


"Apapun yang kau katakan, aku akan tetap menemui mereka," jawab Inara yang kini mulai berjalan meninggalkan Abimana. Abimana pun hanya bisa menatap kepergian Inara.


"Tuhan, apa arti dari semua ini? Kenapa harus ada cinta menjelang ajalku? Kenapa kami dipertemukan dalam kondisi seperti ini? Dipertemukan dalam kondisi yang begitu sulit dan dengan wanita yang tidak pernah kuduga sebelumnya. Mantan istri dari Rayhan, suami dari mantan istriku sendiri, semunya benar-benar begitu rumit."


NOTE:

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke Bed Friend, biar tahu konflik batin Kenzo saat dewasa kalau tahu ternyata ayah kandungnya bukanlah Rayhan.


__ADS_2