
"Rayhaaaannn!!!" teriak Amanda.
Melihat Amanda yang terbangun, Rayhan pun seketika panik lalu menjauhkan wajahnya dari Amanda.
"Maaa.. Maafkan aku Amanda, aku hanya sedang membetulkan selang infusmu di atas kepalamu karena tadi selang itu sempat tertarik olehku."
"Benarkah?" tanya Amanda sambil menatap Rayhan dengan tatapan curiga.
"Y.. Ya.. Amanda, untuk apa aku berbohong padamu, ak,, aku tidak mungkin berbuat jahat padamu."
"Ya, kau benar juga." kata Amanda sambil memperhatikan sekelilingnya.
'Syukurlah dia tidak curiga.' gumam Rayhan sambil menatap Amanda yang kini tampak memperhatikan sekelilingnya.
"Rayhan, apa aku ada di rumah sakit? Kenapa dadaku terasa sakit sekali?" kata Amanda sambil meringis.
"Ya, kau ada di rumah sakit. Tadi malam kau pingsan jadi aku langsung membawamu ke rumah sakit, kondisimu sudah sangat parah, seperti yang Kak David katakan jika kau terkena serangan jantung sekali lagi, maka bisa fatal akibatnya, jadi Kak David langsung mengoperasimu karena malam itu juga kebetulan dia dihubungi oleh pusat cangkok jika sudah ada donor yang cocok untukmu."
"Ja... Jadi, aku sudah melakukan operasi cangkok jantung?"
"Ya Amanda. Sekarang kau sudah sembuh, kau hanya tinggal menjalani masa pemulihan saja."
"Be.. Benarkah Ray? Aku sudah sembuh? Aku tidak harus merasakan sakit lagi Ray?"
"Iya Amanda, kau sudah sembuh hanya tinggal menjalani masa pemulihan selama dua minggu di rumah sakit, lalu selama dua bulan kau tetap harus menjalani kontrol rutin."
"Terimakasih banyak Tuhan. Terimakasih aku masih diberi kesempatan untuk hidup." kata Amanda sambil memegang dadanya.
__ADS_1
"Amanda, sebaiknya kau tidak usah banyak bergerak."
Amanda kemudian tersenyum. "Aku sangat bahagia Ray, terimakasih banyak kau sudah datang di saat yang tepat, jika tidak aku pasti sudah mati tadi malam."
"Itulah alasannya aku menyuruhmu meletakkan ponselmu di saku celanamu agar aku bisa melacak keberadaanmu."
"Ya, aku tahu itu. Aku hanya tidak menyangka jika Abimana akan berbuat senekat itu tadi malam. Aku tahu dia bisa kapan saja membunuhku tapi aku tidak menyangka jika dia sampai berniat untuk membakarku. Benar-benar laki-laki biadab!!"
"Apa kau tahu alasannya dia melakukan hal seperti itu?"
Amanda kemudian menatap Rayhan sambil mengerutkan keningnya.
"Memang apa alasannya dia sampai berbuat seperti itu padaku?"
"Untuk menghindari tes DNA yang kuminta pada Sharen, karena jika tubuhmu hangus terbakar hingga tidak ada bagian yang bisa diambil untuk sample DNA, maka tes itu tidak akan bisa dilakukan pada Sharen. Jadi otomatis Sharen lah pewaris tunggal dari perusahaan milikmu karena yang semua orang tahu, dialah putri kandungmu."
"ABIMANA MEMANG BENAR-BENAR BRE*GSEK!" umpat Amanda dengan sedikit berteriak meskipun sambil menahan sakit di dadanya.
"Apa kita harus diam saja, Ray? Sudah bertahun-tahun Abimana selalu berbuat jahat padaku? Dia selalu berusaha membunuhku, membuang anakku, mengambil uang di perusahaanku dan sekarang dia akan memberikan perusahaan milikku pada anak hasil perselingkuhannya dengan wanita ja*ang itu!" kata Amanda sambil meneteskan air matanya.
"Amanda, kau percaya padaku kan? Aku tidak akan tinggal diam dengan ketidakadilan yang kau alami. Bukankah aku sudah berjanji akan menjaga keselamatanmu dan mempertahankan perusahaanmu. Dengarkan aku Amanda, sekarang kita biarkan Abimana merasakan kemenangan semunya terlebih dulu sampai kau benar-benar siap untuk menghadapinya. Biarkan dia menganggapmu sudah mati, aku akan mengulur waktu agar perusahaan itu tidak jatuh ke anak Abimana dengan wanita itu, mulai saat ini kau harus berubah Amanda. Kau bukanlah wanita lemah, kau harus berubah menjadi wanita kuat. Satu langkah sudah kau lewati, kita akan melewati proses lainnya untuk membentuk kepribadianmu menjadi lebih kuat bersama-sama, aku akan selalu ada di sampingmu. Kau mau kan?"
"Tapi bagaimana caranya? Bagaimana caranya aku bisa mengubah semua kepribadianku, Ray?"
"Itu biarkan aku yang mengurusnya, Amanda. Kita akan memulainya setelah kau keluar dari rumah sakit, untuk saat ini lebih baik kau memulihkan kondisi tubuhmu terlebih dulu, kau juga harus mengontrol emosimu. Kau mengerti kan?"
Amanda kemudian menganggukkan kepalanya sambil menangis.
__ADS_1
"Menangislah sepuasmu, Amanda. Setelah kau puas menangis, kau hapus air matamu. Lalu tegakkan kepalamu kemudian bersiaplah menghadapi semua tantangan yang ada di depanmu. Apa kau mengerti?"
"Ya." jawab Amanda sambil menangis terisak.
"Menangislah sepuasmu Amanda." kata Rayhan, hingga beberapa saat kemudian, Amanda pun mulai menghapus air matanya.
"Apa kau sudah puas menangis?"
"Ya, terimakasih Ray." jawab Amanda di sela menghapus air matanya. Melihat Amanda yang terlihat begitu rapuh, perasaan Rayhan pun semakin bergejolak, dia kemudian mulai menggenggam tangannya. Di saat itulah tiba-tiba ponselnya berbunyi.
"Inara." kata Rayhan saat melihat sebuah nama di layar ponselnya. Dia kemudian mengangkat panggilan itu.
[Halo Inara.]
[Mas, kapan kau pulang?]
[Sebentar lagi, ada apa Inara?]
[Mas perutku sedang sakit jadi aku belanja online di minimarket, tapi kurir di minimarket tersebut tidak bisa mengantkan belanjaanku karena kendaraannya sedang rusak, kau mau kan mengambil belanjaan itu sebelum kau pulang?]
[Iya Inara, tentu saja. Nanti aku akan mengambil barang belanjaanmu.]
[Iya mas, terimakasih banyak, tapi sebelumnya tolong kau cek terlebih dulu barang belanjaan itu dengan daftar belanjaanku ya Mas, aku akan mengirimkan daftar belanjaan itu lewat chat.]
[Iya.] jawab Rayhan kemudian menutup teleponnya. Dia kemudian membuka pesan berupa daftar belanjaan yang Inara kirimkan di ponselnya. Namun tiba-tiba dia begitu terkejut melihat salah satu nama barang yang ada di daftar belanjaan itu.
"Apa ini? Pembalut?" kata Rayhan sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
NOTE:
Yang baca wajib tinggalin jejak 🤭 komen yang rame ya dear 🥰🤗😘❤️