
"Wahh dunia memang sempit yahh.. ternyata anaknya bunda menikah sama anak dari sahabat bunda... bunda ingin sekali bertemu mama kamu nak"
"Iya syabil akan membawa bunda untuk menemui mama dan papa, tapi setelah masalah disini selesai"
"Oke !! Memang benar duplikat nya sanjaya wkwkwk" sambil mencubit gemas juga kedua pipi syabil. Akhirnya mereka bertiga mengobrol bahagia sambil menyusun rencana untuk esok hari.
★★★
Setelah beberapa waktu akhirnya stev berhasil membawa rigas reza dan mark untuk menemui nyonya aiden. Dan tentu saja stev melewati jalan rahasia untuk ke kamarnya nyonya aiden sehingga sangat aman dari para penjaga.
"Permisi Nyonya, saya sudah membawa ketiga pemuda ini kemari" ucap stev sopan
"Trimakasih stev, dan kamu sudah boleh istirahat, maaf sudah mengganggumu tengah malam begini" tutur nyonya aiden
"Nyonya jangan begitu sungkan kepada saya. Saya sangat senang jika bisa menjalankan perintah dari nyonya"
"Kamu memang pria yang baik stev"
"Trimakasih nyonya, saya pamit undur diri dulu. Karena tugas saya disini sudah selesai"
"Baiklah" jawab nyonya aiden.
Setelah stev pergi dari kamar nyonya aiden diam-diam ara mengamati semua gerak gerik mommy nya itu.
"Sebenarnya ada apa ini? apakah benar kak anzha sudah menikah?" monolog ara dalam hati sambil terus menguping pembicaraan mereka
~
"Kalian tidak papa?" tanya kanzha khawatir ke rigas reza dan mark
"Maafkan saya karena kalian semua mendapat perlakuan tidak baik selama di sini" ucap nyonya aiden dengan sedih
"Kami tidak papa nyonya aiden kakak ipar, akhirnya kak syabil bisa menemukanmu juga, dan trimakasih karena sudah membebaskan kami hehee. Oh ya perkenalkan saya adalah rigas adik dari kak syabil dan ini sahabat kita yaitu reza dan mark!" ucap rigas lega
"Salam kenal nyonya aiden," sahut mark dan reza bersamaan dengan sopan.
"Kalian jangan terlalu sungkan begitu sama saya. Kalian adalah teman anaknya bunda otomatis kalian adalah kerabat bunda juga. Dan untuk kamu rigas jangan panggil bunda dengan sebutan nyonya lagi yahh bunda tidak suka itu. Wahh dan sekarang bunda sekarang mempunyai 2 anak laki-laki dong hehehe" ucap nyonya aiden bahagia
"Baik bunda" jawab rigas dengan senyum manisnya.
"Wahh kamu lebih mirip seperti mamamu nak hahaha" tutur nyonya aiden ke rigas
"Bunda kenal mamaku?"
__ADS_1
"Iya dong, mama kamu itu adalah sahabat terbaik bunda tau ",
"Wah benar apa pepatah bahwa dunia ini adalah selebar daun kelor saja hahaha" balas rigas
"Maafkan aku yang telah menyusahkan kalian" sesal kanzha
"Anda sama sekali tidak menyusahkan kami nyonya muda" balas mark
"Kamu panggil aku kanzha saja, jangan panggil nyonya, aku tidak suka itu mark" rajuk kanzha
"Baiklah nyonya ehh maksudku kanzha heeh" goda mark sedangkan kanzha hanya memelototinya garang.
"Ohya apakah kanzha sudah tahu tentang acara besok?" tanya reza dan syabil hanya menganggukkan kepalanya.
"Terus apa rencana kita buat besuk?" tanya reza lagi kemudian syabil menjelaskan rencananya kepada rigas reza dan mark.
"Jadi begini,.. kita bagi tugas. Rigas akan bersamaku dan untuk kamu reza segera hubungi seluruh orang² kita agar mereka datang kesini besok pagi secara diam-diam. Namun aku juga meminta bantuan ke bunda untuk berbicara kepada tim keamanan bahwa pengawalku ini adalah pengawal tambahan untuk acara besok yang di tempatkan dia aula penyambutan dan sekitarnya. Kemudian untuk mark, kamu pantau di bagian CCTV bagaimana situasi untuk menjalankan rencana kita. kita harus sebisa mungkin menghindari orang-orang dari black hingga upacara penyambutan istriku telah dimulai." jelas syabil
"Baiklah nak, bunda akan melaksanakan rencanamu itu. semoga rencana yang akan kita jalankan besok bisa berjalan dengn baik" sahut nyonya aiden
"Terus aku ngapain mas?" tanya kanzha yang sedari tadi menyimak saja
"Dan untuk kamu istri kecilku, kamu hanya harus berakting sebagus mungkin agar si aren itu percaya bahwa aku belum menemukanmu. Apa kamu paham sayang??" ucap syabil ke kanzha sambil merengkuh pinggang kanzha.
"Justru aktingmu ini adalah bagian terpenting agar mereka bertiga tidak mengetahui rencana kita semua" ucap syabil sambil menatap ke istrinya itu dengan hangat.
"Okelah mas, aku besok akan menjadi queen drama hahaha"
"Kamu ini yah...,"sambil mencubit gemas hidung kanzha.
"Oke lebih baik, kalian semua istirahat dulu di kamar bunda ini yah. Bunda akan istirahat di kamar anzha saja"
"Yahh,... bunda akan istirahat dengan rubah kecilku, padahal menantumu ini masih merindukan anakmu bundaa sudah 3 hari aku tidak bisa tidur dengan anakmu bunda.... Huftt alamat tidak bisa memeluk si rubah kecil deh, tapi tak apalah hanya hari ini saja!" gerutu syabil dalam hati sambil menghela nafas menampilkan wajah sendunya dan itu tidak lepas dari perhatiannya kanzha.
"Maafkan bunda yang sayang, bunda akan tidur dengan istrimu malam ini wkwkk.." ucap nyonya aiden yang sudah melihat muka sendu syabil
"Oh tidak papa bunda.." jawab syabil cepat sambil salah tingkah sedangkan kanzha hanya tertawa kecil melihat tingkah suaminya itu. Apa benar ini adalah suaminya yang CEO dingin dan super nyebelin itu pikir kanzha menerawang tentang pertemuan pertama mereka.
"Mas sini dulu deh" ucap kanzha sambil menarik tangan syabil untuk mengikuti nya.
"Ada apa sayang??" tanya syabil ke kanzha yang sekarang mereka hanya berdua di balkon saja
"Tidak papa yah untuk malam ini aku tidur dengan bunda?" tanya kanzha
__ADS_1
"Tidak papa lah sayang aku mengizinkannya selama kamu tidak tidur dengan lelaki lain. Maka jangan harap lelaki itu akan melihat hari esok!" tegas syabil dengan sorot mata tajam ke kanzha namun kemudian ia mengubahnya lagi dengan tatapan penuh cinta dan kerinduan
"Cupp, trimakasih mas," sahut kanzha sambil mengecup pipi syabil
"Hanya pipi saja nih?? kalau yang ini tidak??" sambil menunjuk ke bibirnya
"Kamu ini yah,.. ini kan banyak orang apalagi asa bunda. Malu tahu mas" jawab kanzha sambil celingak celinguk melihat sekitar jikalau ada yang mengintipnya hahaha🤣
"Baiklah jika kamu tidak mau, maka aku yang akan melakukannya rubah kecil.." sambil menarik pingging kanzha untuk mendekat lagi ke tubuhnya.
"Haa app..??" jawab kanzha yang sudah langsung dibungkam dengan ciuman mendamba syabil yang sudah ia tahan sejak tadi. Syabil kembali ******* dan mencecap bibir mungil itu yang sudah seperti candunya. Peecaya atau tidak bahwa syabil sekarang harus berusaha mati-matian lagi untuk menahan hasratnya agar tidak kelepasan.
Setelah melepaskan ciuman membara, mereka mengambil oksigen sebanyak-banyaknya untuk mengisi paru-paru mereka.
"Rasamu memang sungguh manis sayang, dan aku tidak rela jika pria lain juga menikmatinya" sambil mendusel-duselkan kepalanya di ceruk leher kanzha.
"Kamu ini biacara apa sih mas. Lelaki dalam hidupku dan adalah hanya kamu seorang. Dan aku harap kamu jangan mengecewakanku mas" sambil mengelus kepala syabil
"Tidak sayang, kita akan terus berdua selamanya" ucapnya sambil memeluk erat kanzha.
"Sudah ayo kembali kesana. Mungkin bunda sudah menunggu kita"
"huftt baiklahh sayang, Aku kan juga tidak mau di cap sebagai menantu yang pelit hehehe"
"Apaan sih kamu ini mas hahaha", jawab kanzha dengan tertawa bahagia sambil menuju ke tempat mereka tadi
"Sudah selesai sayang bicaranya?" tanya nyonya aiden ke kanzha
"Sudah bunda, ayo sekarang kita ke kamarku bunda," ajak kanzha kr nyonya aiden
"Baiklah ayo sayang. Ohya bunda pamit dulu yah. Kalian istirahat lah dulu. Anggap saja ini sebagai kamar kalian juga yah heheh, dan untuk kamu nak syabil bunda pinjam istrimu semalam yah buat nemenin bunda "
"Iya tidak papa bunda" jawab syabil dengan senyumnya.
Ketika nyonya aiden dan kanzha ingin keluar dari kamar tersebut tiba-tiba ara muncul dihadapan mereka berdua. Dan sontak saja itu membuat mereka berdua sangat terkejut.
"Ara apa yang kamu lakukan disini nak??" tanya nyonya aiden ke ara. Sedangkan ara hanya menatap dengan perasaan jengkelnya
...***Bersambung***...
Hai hai para readers terimakasih telah mampir di ceritanya author yah dan trimakasih untuk like share dan kommenya... semoga kalian tetap suka dengan ceritanya author yah... salam sayang dari author...
@Terraikaka
__ADS_1