
"Sudah kak. dan kak rigas mungkin membawa para pengawal untuk kesini. Kira² 30 menit akan sampai disini" ucap mikha
"Bagus mikh. Jadi hanya 30 menit saja kita bermainnya dan setelah 30 menit berlalu kita akan kumpul di taman yang terletak di belakang mall ini di dekat pancuran taman itu"
"Oke" jawab mereka serempak
"Let's start playing guys"
★★★
Rigas yang mendapat sinyal bahaya dari mikha adiknya merasa sangat khawatir dan ia mencoba menghubungi balik mikha namun tidak di angkat begitu juga dengan cici dafi dan kakak iparnya.
"Gawat ada apa ini. Kenapa mikha mengirimkan sinyal bahaya dan lokasi mereka masih ada di dalam mall itu. Lebih baik aku segera mengirim beberapa orang kesana untuk mengecek keadaan dan aku harus segera memberitahu kak syabil" tutur rigas sambil mondar mandir di dalam kantor perusahaan papanya.
Dan karena papanya masih rapat dengan kliennya maka rigas langsung cabut saja dari perusahaan menuju perusahaan kakaknya itu.
"Tuan muda mau kemana ?" tanya sekretaris sekaligus sahabat rigas yaitu sonya.
"Sonya aku sekarang harus pergi untuk menemui kak syabil karena ada situasi yang genting, nanti kalau papa cariin aku kamu bilang aja aku ke perusahaan kak syabil yah" jawab rigas
"Tapi bagaimana dengan dokumen-dokumen ini tuan?"
"Kamu taruh saja di meja kantorku, nanti setelah urusanku selesai aku akan mengeceknya"
"Baiklah dan hati-hati" ucap sonya
"Oke son, kamu memang sekretaris dan sahabat aku yang paling pengertian deh"
Mendengar jawaban dari atasan sekaligus temannya itu sonya hanya tersenyum untuk menutupi kesedihannya, karena ia selama ini hanya di anggap rigas sebagai sahabat saja.
"Aku yakin suatu saat kamu akan melihatku sebagai wanita bukan sebagai seorang sahabat rigas, karena selama ini aku selalu dan selalu mencintaimu" monolog sonya dalam hati.
***
Di Kantor Syabil
Rigas yang sudah sampai di perusahaan kakaknya langsung saja menaiki lift khusus CEO dan berharap agar segera sampai di ruang kerja kakaknya itu.
"Duh ini lift kog lemot banget sihh... gak tau orang lagi panik apa, kenapa gak sampai-sampai sihh. Ini juga kak syabil di telfon kagak di angkat-angkat juga. Awas aja nanti tuh hp gua loakin dahh!" oceh rigas di dalam lift sambil mondar mandir tidak bisa berhenti
"Ting" suara pintu lift terbuka dan itu menandakan ia sudah sampai di ruang kerja kakaknya.
Rigas tidak memerdulikan sapaan dari para sekretaris syabil dan langsung mendobrak pintu ruang kerja kakaknya.
"Kakk....." ucapan rigas berhenti karena ada sesosok wanita yang sangat tidak ingin ditemuinya siapa lagi kalau bukan si vero.
__ADS_1
"Ngapain kamu disini??" tanya rigas to the point ke vero
"Tu tuan muda rigas... saya disini untuk memenuhi panggilan kerja" jawab vero
"Apaa...!!! hehh Perusahaan papamu bangkrut yah sampai-sampai mau bekerja disini ?? atau kamu mau ada niat jahat untuk ngehancurin rumah tangga kakakku??" tuduh rigas ke vero
"Sudah cukup !!! ada keperluan apa Rigas kamu datang ke kantor kakak sambil ngos-ngosan gitu" tanya syabil
"Maaf kak, aku tidak akan memberitahukannya karena ada orang asing disini" sindir rigas sambil meliris sini ke arah vero.
"Kamu keluar dulu, kita akan meneruskan pembicaraannya nanti" perintah rigas ke vero
"Ta tapi tuan,.. aku belum selesai dengan pembicaraan kita!" tolak vero
"Hee katanya lulusan terbaik tapi tidak bisa bekerja secara profesional. Ingat yah hubungan kamu dan kak syabil sudah bukan termasuk kita lagi melainkan antara aku dan kamu sebagai orang asing, Dan ini masih jam kerja kantor kalau mau bahas masalah pribadi sekarang bukan waktu yang tepat!!"
"Apa kamu bilang..." namun vero tidak meneruskan pembicaraannya sambil menahan kuat amarahnya agar tidak meledak di depan syabil, dan bisa-bisanya dia diremehkan dengan bocah ingusan seperti rigas ini yang hanya pantasnya menjadi seorang babunya pikirnya.
Sedangkan rigas hanya tersenyum senang melihat kekalahan si vero. Dan rigas yakin bahwa di dalam hati vero ia sedang diumpati oleh wanita itu namun bodo amat menurut rigas
Dan akhirnya si vero pergi ke ruangannya kembali di departemen bagian humas.
"Ada masalah apa rigas?" tanya syabil ke rigas
"Kakak tidak mengecek ponsel kakak?"
"Yaelah kak, mana rigas tahu. kakak tanya rigas terus rigas tanya ke siapa ?? tanya ke dinding yang bergoyang gitu??"
"Kalau dinding bergoyang itu tandanya gempa bodoh" saut syabil yang masih sibuk mencari ponselnya.
"Ahh akhirnya ketemu! Tapi kenapa ponsel kakak bisa ada di rak dokumen? perasaan tadi ada di meja kerja kakak deh sebelum kakak ke toilet. Emangnya ponsel sekarang bisa teleportasi apa??" ucap syabil lagi
"Memangnya siapa yang berani menyentuh ponsel kakak? aku aja ogah pasti ujung-ujungnya aku kena damprat deh"
"Tadi yang masuk ke kantor kakak hanya wanita itu!" kemudian syabil dan rigas saling tatap dan langsung mengecek ponselnya
"Gawat mereka dalam bahaya. Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka. Dan lokasi mereka masih ada di mall, kamu sudah kirim orang untuk menjemput mereka??" tanya syabil ke rigas dengan ekspresi khawatir
"Sudah dari 15 menit yang lalu. paling tidak 10 menit lagi orang² kita akan sampai dan melaporkan situasi ke kita. Tapi kita juga harus segera kesana" jelas rigas
"Iya ayo" sambil mengambil jasnya
"Tunggu kak, masalahnya adalah sekarang jam makan siang pasti di jalan sedang macet-macetnya" ucap rigas
"Ayo kamu ikut kakak" sambil menaiki lift ke lantai paling atas perusahaan yang terdapat sebuah helipad.
__ADS_1
"Wahh sejak kapan kakak punya helipad?? wah keren.... terus siapa yang mengendarai helikopternya ??" tany rigas sambil terkagum kagum melihat helipad kakaknya itu
"Yah kakak sendiri lah, ayo cepat jangan membuang-buang waktu"
"Hah seriusan kak ?? jangan bercanda aku gak mau mati muda kak. Aku masih mau menikah dengan cici" ucapnya keceplosan sambil membungkam mulutnya itu.
"Oh ya..?? oke besok aku akan bilang ke mama bahwa kamu ingin segera menikah dengan cici" goda syabil
"Yaelah kak jangan dulu dong, aku kan belum mastiin perasaannya cici denganku bagaiman. Nanti kalau aku langsung melamar dan ditolak bagaimana?? " khawatir rigas
"Sudahlah masalah ini kita bahas nanti aja sekarang ayo kita segera naik" ajak syabil ke rigas
Namun ketika rigas mau naik ke helikopter lalu tiba-tiba hp nya berdering menandakan ada sebuah panggilan masuk, dan itu dari orang suruhannya.
"Halo bagaiamana keadaan di sana? apa kamu sudah menemukan nona muda?" tanya rigas ke orang itu
"Maaf tuan muda kami belum menemukan nona muda dan nyonya muda di mall ini dan kita melihat ada beberapa orang dari geng mafia black rose yang sedang berkeliaran di mall ini"
"Apa black rose??" kaget rigas dan langsung menatap syabil
"Aku tidak mau tahu kamu segera temukan nyonya muda dan adikku secepat mungkin sebelum black rose menemukannya" tegas syabil dengan kemarahannya dan memancarkan aura yang sangat menakutkan bahkan rigas saja sampai mundur beberapa langkah agar tidak kena amukan dari sang kakak.
"Cepat masuk!!" dengan suara yang tegas dan ekspresi yang menyeramkan menurut rigas
"Kak..apa ada hubungan dengan mikha yang memberi kita sinyal bahaya dengan geng mafia black rose?" tanya rigas
"Pasti ada hubungannya. Karena geng itu tidak akan menunjukkan identitasnya di tempat yang ramai jika tidak ada suatu hal mengenai misinya" balas syabil sambil mengendari helikopternya untuk segera sampai di mall itu
"Apa keluarga kita menyinggung geng black rose kak?"
"Setahu kakak keluarga sanjaya sudah turun temurun tidak ada sangkut pautnya dengan geng itu namun kenapa sekarang mereka mengincar kita? pasti ada sesuatu yang tidak benar!" terang syabil
"Semoga sajaa mereka semua baik-baik saja" ucap rigas dengan khawatir
"Sayang tunggu aku.. aku akan segera menjemputmu dengan selamat. jika saja mereka menyentuhmu maka akan aku ratakan habis geng itu" gumam syabil dalam hati sambil terus khawatir tentang keadaan istri kecilnya itu.
...***Bersambung***...
Hai hai hai para readers... author up lagi nihh... tetap dukung ceritanya author yahh dengan cara tinggalkan cap jempol kalian dan koment share sebanyak banyaknya. Oh ya cici punya saingan nih untuk mendapatkan rigas,... hayoo nanti siapa yang bakalan sama Rigas yah cici apa si Sonya 😊
Ini visualnya si sonya yah yang nanti bakal jadi rivalnya cici🤭
__ADS_1
Cici💗