
Kanzha yang sudah berhasil menandatangani kerjasama dengan IDN Media bertambah semangat karena sudah separuh dari dana yang hilang bisa teratasi tinggal meneken kerjasama dengan perusahaan ICBC maka masalah yang ada di perusahaan sudah teratasi.
Namun ketika kanzha keluar dari ruangan rapat seakan ada yang mengikuti dirinya dengan mikha.
"Mikha, sepertinya ada yang mengikuti kita dari tadi" bisik kanzha ke mikha
"Masa kak?? "
"Kamu lihat ke kaca arah pukul 10, itu pasti orangnya karena dari tadi ia mengikuti kita terus"
"Jangan-jangan orang itu mengincar map kerjasama ini kak"
"Bisa jadi, ayok kamu ikut aku ke toilet" ajak kanzha ke mikha
Dan didalam toilet kanzha langsung menelfon dafi
"Daf, ada orang yang sedang mengikuti kita. Mungkin dia mengincar berkas kerja sama ini" ucap kanzha ke dafi
"Kalian ada di mana?"
"Kami ada di toilet sekarang, dan orang itu tidak akan bisa masuk ke toilet perempuan"
"Bagus, lebih baik kita mengelabuhi orang itu. Kebetulan kita membawa 2 mobil. kita bisa mengecoh orang tersebut"
" Iya daf, kita tukar saja dokumen dalam map nya. Biar mikha yang membawa dokumen yang berisikan kerjasama kita. sedangkan aku membawa map dari perusahaan IDN Media tapi di dalamnya hanya berisikan data yang tidak diperlukan. Otomatis orang itu akan fokus denganku sedangkan kamu dan mikha langsung menuju ke perusahaan" jelas kanzha
"Tapi ini berbahaya untuk kamu zha , aku gak bisa tinggalin kamu sendiri" balas dafi
"Aku tahu itu adalah orang suruhannya susan, jadi sebenci bencinya dia tidak mungkin akan bertindak bodoh dengan mencelakaiku. Lebih baik kamu jalankan saja rencana ini daf" titah kanzha
"Baiklah kamu hati-hati yah ...langsung hubungi aku jika ada apa-apa dan tidak menerima penolakan" ucap dafi
"Siap beres"
__ADS_1
Kemudian kanzha menjelaskan rencananya ke mikha, dan waktu kanzha dan mikha keluar dari toilet mereka berdua berpencar dan orang itu otomatis mengikuti kanzha yang sedang membawa map dari Perusahaan IDN Media.
Setelah sampai di depan kantor dafi langsung menghampiri mikha dan tancap gas ke perusahaan Sanjaya Group's.
"Ayo cepat masuk !" ucap dafi ke mikha
"Baik"
"Aku khawatir meninggalkan kak kanzha sendirian di buntuti orang itu" ucap mikha setelah duduk di dalam mobil
"Kamu percaya saja sama kanzha, dia pasti. bisa mengatasinya. Lebih baik kita harus bergegas ke perusahaan biar aku segera menyusulnya" ucap dafi sambil mengendarai mobil dengam sangat cepat berharap akan segera sampai di perusahaan Sanjaya Group's dan kemudian menyusul sahabatnya itu karena jujur ia juga khawatir dengan kanzha.
***
Setelah kanzha masuk ke dalam mobil ia langsung mengendarai ke arah jalur yang tidak dilewati oleh mobilnya Dafi dan mikha. Kanzha nekad mengendarai mobil dengan sangat kencang berharap orang itu tidak bisa mengejarnya, namun sialnya orang tersebut sudah berada tepat dibelakang mobilnya.
Kemudian kanzha melihat ada persimpangan di depannya dan langsung berbelok tajam ke arah persimpangan itu namun ada mobil lain yang langsung menabraknya dari arah samping dan otomatis mobil yang dikendarai oleh kanzha terpental cukup jauh dan menyebabkan kepala kanzha terbentur kaca mobil dengan keras dan mengeluarkan darah yang cukup banyak.
"Apa maumu ?" ucap kanzha lemah sambil terus berusaha mempertahankan keseimbangan badannya untuk tetap berdiri.
"Serahkan map itu, maka aku akan melepaskanmu!" ucap orang yang mengikuti kanzha tersebut
"Jangan harap!"
"Kamu ini sudah terluka cukup parah, masih saja tetap egois. Apa kamu mau aku kirim sekalian ke neraka??" sambil mengeluarkan belati dari sakunya
Ketika orang itu mendekat, kanzha seketika mengambil ancang-ancang untuk membuat perlawanan namun,
Srettt.... kanzha terkena pisau di lengan kanannya dan otomatis orang itu langsung merebut map itu dan mendorong kanzha hingga jatuh tersungkur di jalan, kemudian ia langsung meninggalkan kanzha begitu saja bersama dengan mobil yang dikendarai susan.
Kanzha yang kondisinya saat ini sudah lemah dan hampir kehilangan kesadaran tiba-tiba merasa ada yang memeluk tubuhnya dan memanggil manggil namanya dengan histeris.
__ADS_1
"Kanzha sayang kamu sadarlah, buka mata kamu ini aku suamimu sudah pulang" ucap syabil sambil terus memeluk kanzha dan membawanya ke mobil menuju ke rumah sakit milik keluarganya.
Kanzha yang membuka matanya melihat bahwa suaminya lah yang telah menyelamatkannya dan ia sangat merindukannya.
"Sya.... syabil ka kamu sudah pulang?" tanya kanzha yang terbata-bata
"Iya ini aku sudah pulang, maafkan aku karena tidak bisa menjaga mu dengan baik. Maafkan aku karena telah meninggalkanmu sendiri disini. Maafkan aku kamu telah menderita karena berusaha menyelamatkan perusahaan. Maafkan aku yang tidak bisa menjadi suami yang bisa melindungi mu dengan baik zha" ucap syabil sambil menangis karena jujur melihat kanzha terluka parah saat ini membuat seorang Syabil Sanjaya Putra tidak bisa berbuat apa-apa dan jiwa raganya juga ikut terluka bersama dengan kanzha
Kanzha yang melihat syabil saat ini sedang menangis langsung mengusap air mata syabil dan membelai lembut wajah suaminya itu dan berucap " Sudah jangan menangis lagi, nanti aku juga ikut sedih" ucap kanzha dengan lirih dan seketika ia langsung tidak sadarkan diri
Syabil yang melihat kanzha memejamkan mata ia langsung panik seketika dan langsung menyuruh sopir untuk menambah kecepatannya agar sampai di rumah sakit.
"Kanzha sayang buka matamu, aku lebih suka melihat mata indahmu itu dari pada melihatmu memejamkan mata saait ini! aku janji aku akan menuruti semua keinginan kamu tanpa terkecuali. Tapi bukalah matamu sekarang juga. jangan membuat aku khawatir!!" ucap syabil terus mengecupi kening kanzha berharap istri kecilnya itu sadar kembali, namun kanzha masih tetap tidak membuka matanya.
***
Setelah sampai di rumah sakit keluarga Sanjaya ia langsung membopong kanzha dan langsung membawanya ke ruang ICU.
"Cepat selamatkan istriku dok, apapun yang terjadi" titah syabil tanpa menerima bantahan
"Baik tuan syabil, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa nyonya muda, namun sebaiknya anda menunggu diluar dulu agar tidak menggangu kinerja para dokter!" jelas kepala dokter itu ke syabil
"Baiklah" jawab syabil lemah dan sebenarnya ia tidak tega meninggalkan istrinya sendirian namun demi kebaikannya juga ia menekan kuat-kuat egonya itu.
Syabil menunggu di depan ruang ICU sambil melihat darah istrinya yang masih ada di tangan dan bajunya, dan ia bersumpah akan membalas dengan setimpal perbuatan mereka.
...***Bersambung****...
Hai hai hai para readers... Kakang Syabil udah cambekk nihh,... jangan lupa tetep dukung kelanjutan cerita ini dengan cara like, coment and share yahh...
Selamat menunaikan ibadah puasa yeorobunn ~ @Terraikaka
__ADS_1