Aku Bukan Dia! I'Am Not Him

Aku Bukan Dia! I'Am Not Him
Sanjaya Group's Collapse


__ADS_3

"Kak, gawat kak, perusahaan kita akan terancam kollaps dan kebangkrutan" tutur rigas dengan raut wajah yang sudah mendung


"APAAA..!!!" Ketiga orang yang mendengarkan itu sontak langsung terkaget mendengar berita dari rigas.


"Bagaimana bisa perusahaan bisa collapse, tadi pagi masih baik² saja kog gas" elak kanzha


"Iya, mana mungkin perusahaan raksasa seperti Sanjaya Group's bisa collapse dalam beberapa jam. Apa jangan -jangan kamu lagi ngeprank yah ??" tanya cici ke rigas


"Mana berani aku main-main dengan perusahaan, bisa-bisa aku langsung dikebiri sama kak syabil" jawab rigas


"Iya bisa-bisa kamu langsung dikubur hidup-hidup sama kakak kamu itu" lanjut dafi


"Stop!! kog malah ngebahas kak syabil sih .Ini gimana dengan perusahaannya !! dan siapa kalian??" tanya rigas sambil menunjuk ke karina dan dafi


"Tenang gas, ini sahabatku namanya cici dan dafi. Ci daf ini adik ipar ku namanya rigas!" jelas kanzha


"Coba kamu jelaskan kenapa penyebabnya perusahaan bisa collapse" tanya kanzha ke rigas


" Begini kak, tadi aku mendapatkan laporan bahwa kita kehilangan uang investor sebesar 600 triliun kak dan otomatis poyek pembangunan danau hijau dan hotel green lake terhenti seketika" jelas rigas


"Apa bagaiman bisa dana sebesar itu bisa hilang dalam sekejap!!" balas kanzha dengan syok


"Gila uang sebanyak itu dikemanain zha?? apa karyawan kalian ahli dejavu sehingga dana sebesar itu bisa hilang dalam sekejap" ucap dafi

__ADS_1


Kanza berfikir dengan sangat keras dan kenapa bisa dana sebanyak itu bisa hilang. "Oke gas coba kamu hubungi ayah terlebih dahulu, kita harus diskusikan masalah ini dengan beliau!" titah kanzha ke rigas


"Dan sialnya lagi papa dan mama sudah pergi keluar negeri juga setelah keberangkatan kak syabil tadi, katanya ada proyek kerjasama di USA dan itu harus ayah yang turun tangan sendiri" jelas rigas


"Zha, sepertinya masalah ini tidak akan mudah terpecahkan. Semua saling berkaitan, kenapa suami kamu dan ayah mertua kamu bisa keluar negeri secara bersamaan dan kenapa juga mengharuskan mereka yang turun tangan sendiri. Pasti ada yang menyusun siasat saat ini" fikir cici


"Benar apa katamu ci, pasti ada seseorang yang sedang menyusun rencana untuk mengambil ahli perusahaan Sanjaya Group's" timpal kanzha


"Terus kita harus bagaimana kak. Rapat dewan juga dimajukan 1 jam dari jadwal yang sudah ditetapkan dan mereka mengancam akan menjual saham mereka jika kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini" jelas rigas


"Kamu tenang dulu gas, jangan bertindak gegabah yang menyebabkan kita terjebak ke rencana mereka. Lebih baik kita menenangkan para dewan agar mereka tidak menjual saham mereka. Karena jika mereka menjual saham mereka kita akan benar-benar tamat" jelas kanzha


"Tenang zha, aku sama dafi akan membantu kalian dalam menangani masalah ini. Tapi sebelum itu kamu harus mengangkat kita sebagai pegawai baru dan memiliki kartu akses ke perusahaan sanjaya groups" ucap cici


"Ingan kita itu sahabat bahkan sudah seperti saudara sendiri. Jadi tidak ada kata sungkan diantara kita bertiga. Lagian adrenalin ku merasa tertantang bagaimana cara kita menyelesaikan masalah ini" ucap dafi dengan cengirannya sehingga menyemangatkan suasana yang sedang mellow saat ini


"Oke setuju, setelah sekian lama juga aku tidak turun tangan masalah perusahaan, kini semangatku juga semakin membara zha untuk mengetahui siapa dalang dibalik semua ini" ucap cici dengan semangat 45 nya


Sedangkan rigas hanya menyimak pembicaraan mereka dan rigas masih belum yakin dengan mereka karena secara pengalaman masih sebesar biji jagung dan mereka juga masih belum lulus kuliah fikir rigas.


"Apa kalian yakin akan bisa menyelesaikan masalah ini?" tanya rigas dengan ragu-ragu


"Tenang sob, kamu jangan melihat kita dari luarnya saja yang hanya tampang anak kuliahan tapi kamu belum lihat skill kita di dunia bisnis" ucap dafi

__ADS_1


Rigas yang masih ambigu mendengar penuturan dafi dan " Baiklah aku mohon kerjasamanya dengan kalian untuk menyelesaikan masalah ini" ucap rigas dengan formal


"Kamu tenang saja pasti kita akan berusaha sekuat tenaga kita sampai titik darah penghabisan "ucap cici sambil mengedipkan matanya ke rigas


"Baiklah sekarang kita harus segera menuju ke perusahaan. " ajak kanzha


"Oke let's go"


Mereka berempat pun bersamaan menuju ke perusahaan Sanjaya Group's dengan tekad yang penuh untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi tanpa bantuan dari sang CEO (Syabil) dan Komisaris (Pak Husain/ayah syabi)


...***Bersambung***...


Hai hai hai para readers jangan bosan bosannya dengan ceritanya author yah tetap dukung author dengan cara like coment and share. Karena like dan coment kalian sangat berarti buat author.


Love you All~😘💗





__ADS_1


__ADS_2