Aku Bukan Dia! I'Am Not Him

Aku Bukan Dia! I'Am Not Him
Bertemu dengan CEO Perusahaan ICBC


__ADS_3

Mendengar jawaban kanzha ada sedikit rasa kecewa dihatinya karena istrinya itu masih belum siap untuk melaksanan kewajibannya itu, namun saybil menampik rasa itu jauh-jauh dan berfikir mungkin ia ingin fokus dulu dengan kelulusannya


"Yasudah aku pergi dulu, cici dan mikha sudah sampai di bawah" sambil mengusap lembut kepala kanzha


"Hati-hati dan cepatlah pulang, aku menunggumu"


***


Kemudian syabil menghubungi reza untuk segera menjemputnya dan segera pergi ke kantor untuk segera memulai rapat dan syabil sampai sekarang masih belum mendapat kabar tentang persetujuan kerjasama dengan perusahaan ICBC itu.


"Hallo reza segera jemput aku!" ucap syabil


"Baik"


"Bagaimana apakah kamu sudah membebaskan wanita itu ?" yang dimaksud syabil adalah susan


"Sudah sob, dia fikir bisa lolos dari kita tapi nyatanya kita yang membuat dia lolos" ucapnya sambi tersenyum devil


"Ya, biarkan dia mengikuti rapat hari ini dan dia akan mendapatkan kejutan nanti karena telah berani-beraninya melukai istriku" geram syabil


"Siap,... semua sudah tersusun dengan baik, terus bagaiman dengan perusahaan ICBC apakah sudah dapat kabar?" tanya reza


"Huftt... masih belum. Dan aku yakin mereka akan menyetujui kerja sama dengan kita" jawab syabil


"Tapi bagaiman kalau mereka tidak menyetujui nya?"


"Gampang saja, kita gunakan rencana cadangan yaitu menjebloskan para mata-mata itu ke penjara dan membuat perusahaan Ericsson juga ikut bangkrut karena aku sudah punya bukti riwayat obrolan mereka"dengan senyum sarkasnya


"Wahhh kamu memang cocok jadi CEO yang kejam hahahha" tawa reza


"Sudah kamu cepat bergegaslah ke sini!"


"Siap, ini juga sudah di dalam mobil" tutur reza


Sementara itu rigas dan dafi menjalankan tugas mereka masing-masing yang telah diperintahkan oleh syabil untuk menyeret direktur keuangan itu dan selingkuhanya yaitu sekretaris direktur itu sendiri ke ruang rapat.


Mereka mangancam agar kedua orang itu harus mengakui rencana busuk mereka di depan semua dewan dan itu kan membuat nama perusahaan Ericsson akan buruk dan akan menanggung kerugian yang telah mereka buat.


***

__ADS_1


Setelah cici dan mikha sampai di ruang rawat inap kanzha, kanzha ingin mereka jalan-jalan bertiga di taman karena suasana di pagi hari saat ditaman sangat sejuk dan kanzha menyukainya.


Tiba-tiba saat kanzha cici dan mikha sedang jalan-jalan, kanzha bertemu dengan bu yuli di danau tempo lalu.


"Bu yuli?" sapa kanzha.


bu yuli yang merasa ada yang memanggilnya ia menoleh ke sumber suara tersebut dan ia sangat kaget bahwa gadis cantik itu yang memanggilnya.


"Kanzha... kamu kenapa bisa kayak gini?" khawatir bu yuli sambil mendekati kanzha


"Mmm,... kanzha habis kecelakaan bu" jawab kanzha kemudian mencium tangan bu yuli dengan seorang pria yang sudah berumur namun ketegasan dan kewibawaan masih ada diwajahnya.


"Kog bisa?? oh iya ini suaminya ibu pak Fadhil " terang kanzha


"Hai om,.. perkenalkan nama saya kanzha yang waktu tempo lalu pernah main ke rumahnya om tapi om nya tidak ada heheh" ucap kanzha sambil mencium tangan fadhil


"Oh ya maaf, om waktu itu ada urusan. Dan terimakasih sudah menemani istrinya om yah!"


"Iya om sama-sama" senyum kanzha dengan manis


"Wah kamu cantik sekali kalau tersenyum, pantesan istri om ini suak sekali cerita tentang kamu padahal baru pertama kali bertemu"


"Ah ok bisa saja, oh ya bu yuli om fadhil ini temannya kanzha cici dan mikha"


"Oh ya kamu belum cerita sama ibu kenapa kejadiannya bisa kayak gini?" ucap bu yuli dan kemudian kanzha menceritakan semuanya ke bu yuli mengenai kecelakaannya sampai perusahaan sanjaya groups yang terancam bangkrut.


"Apa tadi kamu bilang sayang?? sanjaya groups??" kaget bu yuli


"Iya bu, kanzha magang disana sebagai sekretaris CEO, namun kanzha tidak bisa membantu menyelesaikan masalah Perusahaan padahal tinggal selangkah lagi" sesal kanzha


"Memang apa yang kamu sesalkan sayang?" ucap bu yuli sambil mengelus rambut kanzha


"Kalau kanzha tidak kecelakaan, kanzha pasti akan sekuat tenaga untuk menyakinkan Perusahaan ICBC untuk bekerja sama dengan perusahaan kami namun sayangnya kanzha tidak bisa bertemu langsung dengan CEO perusahaan ICBC bu" ucap kanzha lesu


Bu yuli dan pak fadhil yang mendengar hal itu kemudian tersenyum dan bu yuli berkata kepada kanzha "Kalau CEO ICBC sekarang ada di depan kamu apa yang coba kamu yakinkan agar beliau bisa menerima tawaran kerja sama dengan perusahaan sanjaya groups sayang?"


Kemudian kanzha dengan lihainya menjelaskan semua yang tertera di proposal kerjasama dengan lancar dan itu membuat pak fadhil sangat tertarik dengan kerjasama itu.


"Mommy Daddy" panggilnya kemudian memeluk mereka berdua dan yang memanggilnya itu adalah feby dan disusul oleh farel

__ADS_1


"Hai sayang, bagaimana perawatanmu hari ini?" tanya bu yuli ke anaknya


"Feby sekarang harus rutin mengikuti perawatan agar penyakit feby ini bisa sembuh dan feby bisa bermain musik lagi" ucapnya dengan penuh semangat


"Akhirnya anak mommy bisa ceria lagi seperti dulu" ucap bu Yuli dengan haru dan meneteskan air mata bahagianya


"Iya ini semua berkat kan kanzha mom" ucapnya sambil menoleh ke kanzha


Kanzha yang menyaksikan itu hanya melongo dan ia baru tahu bahwa feby dan farel adalah anaknya bu yuli.


"Oh jadi feby dan farel ini adalah anaknya ibu?" tanya kanzha


"Iya sayang, mereka ini adalah anak ibu yang paling ibu sayangi dan ibu sangat sangat berterima kasih kepadamu yahh karena sudah membuat anak ibu ceria seperti dulu lagi" ucap bu yuli


"Ibu berlebihan hehehe,... kanzha hanya lewat dan mendengar suara petikan gitar yang sangat merdu dan kemudian kita ngobrol-ngobrol biasa deh" ucapnya dengan senyum manisnya dan itu membuat farel tidak berhenti untuk memperhatikannya.


Bu yuli mengetahui bahwa anak sulungnya dari tadi memperhatikan kanzha dengan tatapan kagumnya kemudian berdehem "Ahemm ahemm" dan seketika farel yang merasa teciyduk oleh mommy nya sangat malu.


"Oke sekarang kita kembali ke topik lagi,.. jadi kamu ingin agar perusahaan ICBC itu bekerjasama dengan Sanjaya Group's itu agar bisa menyelesaikan permasalahannya yang sedang diahadapi saat ini" tanya pak fadhil ke kanzha sementara bu yuli feby dan farel hanya menyimaknya


"Iya om, tapi itu mustahil. Kanzha tidak bisa menemui CEO ICBC saat ini dan rapatnya akan dimulai 10 menit lagi" ucap kanzha sambil menundukkan kepalanya


Pak fadhil yang mendengar perkataan kanzha itu tersenyum dan kemudian pak Fadhil menelepon sekretarisnya dan menerima kerjasama dengan perusahaan Sanjaya Group's dan membatalkan kerjasama dengan perusahaan Ericsson.


"Hallo akbar, kamu terima kerjasama dengan perusahaan Sanjaya Group's dan tolak permintaan kerjasama dengan perusahaan Ericsson" ucap pak fadhil ke sekretaris nya dan kemudian menutup telfonnya dan hal itu membuat kanzha cici dan mikha bingung.


"Maksudnya om apa?" tanya kanzha bingung


"Yah om sudah menerima kerja sama dengan perusahaan Sanjaya Group's"ucapnya dengan tersenyum ke kanzha


"Haaa maksud om itu om adalah CEO Perusahaan ICBC??" tanya kanzha kaget


"Iya sayang, suami ibu ini adalah CEO perusahaan ICBC" jawab bu yuli


Sontak itu membuat kanzha cici dan mikha melongo dibuatnya.


...***Bersambung***...


Hai hai hai para readers... maafkan 2 hari kemarin author tidak up karena ada suatu hal. Sekarang akan rutin up lagi ... Terimakasih karena tetap setia dengan cerita nya author yah dI INH 💗🤗

__ADS_1


salam dari @Terraikaka



__ADS_2