
"Baik nyonya, saya akan mengingat selalu perkataan nyonya aiden, Baiklah saya undur diri terlebih dahulu dan maaf jika mengganggu waktu anda," ucap aren dengan hormat
Nyonya aiden hanya menganggukkan kepala saja dan kemudian aren meninggalkan ruangan nyonya aiden dengan perasaan yang puas.
★★★
"Apakah aku sudah benar mengambil keputusan ini tanpa sepengetahuan kanzha?" tanya nyonya aiden dalam hati.
~
Keesokan paginya kastil Khawirdzone sangat sibuk dengan semua persiapan pesta kanzha. Kanzha hanya mengetahui jika besok itu adalah upacara penyambutan untuk dirinya, namun ia sangat heran apakah upacara penyambutan mempersiapkan semewah ini??
"Pasti ada yang aneh, lebih baik aku cari informasi saja deh!" monolog kanzha sambil keluar dari kamarnya.
"Mmm bibi,.. ini semua untuk apa?" tanya kanzha ke salah satu pelayan kastil yang sedang membawa dekorasi banyak bunga putih.
"Mmm in inii ,.. untuk upacara penyambutan nona sendiri besuk, karena dihadiri beberapa tamu penting jadi kita harus menyiapkan dengan sebagus mungkin" jawab pelayan itu sambil terbata karena sebenarnya semua orang sudah tahu bahwa besok itu selain upacara penyambutan ada acara pernikahan nona kanzha dengan tuan muda aren dan terkecuali kanzha.
"Oh begitu,.. apa harus mendekor seluruh kastil ini bi??"
"Iya nona, sesuai dengan perintah nyonya aiden, kalau tidak ada hal yang ditanya lagi apa saya boleh minta izin untuk undur diri nona muda, karena pekerjaan kami masih banyak,"
"Oh iya bi silahkan,.. maaf anzha mengganggu waktu bibi,"
"Tidak papa nona" jawab pelayan tersebut sambil tersenyum karena majikannya satu ini sangat persis sifatnya dengan nyonya aiden yang sangat baik dan menghormati semua orang tanpa memandang status mereka.
"Sepertinya mereka sudah sepakat untuk menutupi kebenarannya. Lebih baik aku mencari informasi secara sembunyi-sembunyi saja dari pada kalau secara terang-terangan tidak membuahkan hasil," kemudian ia pergi dengan cara mengendap-endap.
Aren melihat ada seseorang yang mengendap-endap dan seperti pencuri saja maka ia langsung turun tangan karena ia tidak ingin acaranya untuk besok di ganggu oleh seseorang.
Kemudian aren menarik orang tersebut dari belakang dan memelintir tangan orang itu namun sayangnya orang itu adalah calon mempelainya.
"Aaaaaa aduhh sakittt!!!" rintih kanzha, dan saat ia membalikkan badan ternyata pelakunya adalah si gula aren.
"Heeiii apa-apa kamu ini, seenaknya saja memelintir tangan orang !! memangnya tanganku ini adalah cucian apa !! kalau sama orang itu harus yang sopan dong jangan kasar !! Memangnya kamu siapa bisa seenaknya saja !!! Dasar gula aren gak bermoral bisanya bikin orang naik darah tinggi aja!!" omel kanzha kepada aren
"Lagian kamu sendiri ngapain mengendap-endap seperti pencuri ?? aku juga tidak akan melakukan itu jika perbuatanmu sendiri lah yang aneh!" balas aren
"Hei kamu tuh yang aneh !! Dimana-mana itu yah gula aren itu rasanya maniss tapi beda sama kamu rasanya pahittt banget kalau bicara ama orang !! Makadari itu kamu bicara ama tembok sana biar semua orang gak ngerasain paitnya omongan kamu,! sambil meninggalkan aren dengan sejuta kekesalannya
"Dasar gadis aneh" sambik tersenyum melihat kepergian kanzha
__ADS_1
Hingga menjelang malam pun kanzha tidak mendapatkan informasi apa-apa, ia berusaha tanya ke bundanya namun jawabannya selalu sama seperti pelayan tadi. Memang kanzha akui orang-orang di kastil ini mempunyai pendirian yang kuat, dan kanzha sangat salut itu sehingga menjadi sulit.
Ia hanya bisa menatap makanan yang ada di depannya itu tanpa nafsu, karena sekarang hatinya merasa gelisah tak menentu. Kanzha mempunyai firasat bahwa akan terjadi susuatu yang besar besok pagi.
"Ada apa sayang,.. kamu tidak suka dengan makanannya??" tanya nyonya aiden yang sedari tadi melihat kanzha yang tidak berselera dengan makanannya
"Ahh ti tidak bunda. Hanya saja anzha sudah kenyang. Anzha pamit mau ke kamar dulu yah untuk istirahat," pamit kanzha ke semua orang yang ada di meja makan tersebut
"Baiklah sayang, lebih baik kamu istirahat lebih awal untuk mempersiapkan acara besok pagi" balas nyonya aiden sambik tersenyum ke kanzha.
Akhirnya kanzha undur diri dan pergi menuju ke kamarnya. Setelah sampai di kamar, ia pergi ke balkon dan melihat bulan purnama yang sangat indah dan tiba-tiba terbersit ingatan mengenai syabil.
"Mas bagaiman keadaanmu sekarang ?? apakah kamu tidak menghawatirkanku?? kenapa kamu lama sekali menjemputku ?? aku sudah sangat merindukanmu. Bunda sangat sibuk dengan acara penyambutan besok sehingga aku tidak bisa mengganggunya. Aku juga belum cerita ke bunda kalau aku sudah menikah. Sebenarnya ada apa dengan hari esok mengapa aku sangat begitu resah??" gumam kanzha sambil terus menatap rembulan yang sangat bersinar indah itu.
Sedangkan syabil reza rigas dan mark sekarang sudsh berada di kastil Khawirdzone. Dengan kecerdikan mereka, Mereka berhasil masuk dan menyamar sebagai pelayan di acara tersebut.
"Kak kenapa kita gak langsung kepung saja sih tempat ini, dan langsung cari kak kanzha. Biar perhatian mereka teralihkan dan kita akan lebih gampang untuk menjalankan rencana selanjutnya!!" ujar rigas ke kakaknya itu.
"Inget kata papa gas, sebaiknya kita harus menghindari pertumpahan darah. Aku tidak ingin mengorbankan orang-orang kita dengan sia²," jawab syabil
"Kalau begitu untuk mempersingkat waktu kita berpencar saja untuk mencari informasi yang ada di kastil ini dan kita akan kumpul di tempat ini lagi 30 menit kemudian, bagaimana??" jelas syabil lagi
"Oke deh bil gue sih setuju aja, dan itu lebih baik dari pada kita mati sia²" ucap mark
"Bagaimana denganmu gas?" tanya syabil ke adiknya itu
"Kalau aku sih oke² aja kak."
"Oke sebaiknya kita berpencar dan mencari keberadaan kanzha mumpung sekarang waktunya pergantian sift penjaga, dan ingat jangan gegabah" titah syabil
"Oke" jawab reza mark dan rigas serempak. Dan akhirnya mereka berempat perpencr untuk mencari keberadaan kanzha sekarang ini.
"Tunggu aku sebentar lagi sayang, aku pasti akan segera membawamu pulang dari tempat ini dan kita akan menjalankan hidup kita seperti biasanya dengan penuh kehangatan dan kebahagiaan di keluarga kecil kita" gumam syabil dalam hati sambik menatao rembulan saat ini yang bersinar cerah.
Setelah 30 menit kemudian akhirnya mereka kembali ke tempat semula kecuali reza.
"Hosh hosh hosh syabil gawat !! reza di tangkap oleh mereka" ujar mark
"Apa!!? bagaimana bisa?"
"Iya karena reza tadi di tangkap oleh salah satu anggota geng black rose yaitu si X."
__ADS_1
"Apa ?? diakan orang yang telah mencelakai cici, dan aku tidak akan melepaskan dia dengan mudah" ucap rigas sambil mengepalkan tangannya menahan emosinya.
"Oke untuk masalah reza nanti kita akan bagi team untuk menyelamatkannya, sekarang informasi apa yang sudah kalian dapat!" tanya syabil
"Alasan geng black rose membawa kak kanzha ke sini adalah gara-gara anting delima merahnya. Si Aren tahu bahwa anting itu sama persis dengan yang selalu di gunakan oleh ketua Khawirdzone maka dari itu dia membawa kak kanzha ke sini. Dan ternyata kak kanzha adalah putrinya yang selama ini ia tinggalkan" jelas rigas
"Jadi bundanya kanzha adalah ketua Khawirdzone.." kaget mark
"Aku sudah menduganya, dan ternyata besok ada acara penyambutan putri pertamanya yaitu istriku"
"Dan jangan lupa soal pernikahan!" sahut mark yang sukses membuat rigas dan syabil terdiam kaget
"Apa menikah?? siapa yang menikah??" tanya syabil cepat
"Kamu tenang saja bil bukan istrimu yang menikah tapi si aren dengan anzha putri dari ketua Khawirdzone"
"Apaa !!! bagaimana dia bukan istriku.. anzha adalah istriku satu-satunya dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi!!" geram syabil
"Bukannya nama istrimu kanzha yahh??" tanya mark heran
"Iya memang dan anzha itu adalah panggilan kecilnya yang di berikan oleh bundanya!"
"Wahh berarti gawat dong bill ini.. kita harus cepat-cepat memberitahukan kanzha dan menggagalkan pernikahan ini. Pernikahan ini mana boleh terjadi karena kanzha adalah masih istri sah kamu. Dan kenapa kanzha tidak mencegahnya?? Ada apa sebenarnya ini ??" jelas mark yang tiba-tiba ikut panik
"Karena orang se kastil ini sudah sepakat untuk tidak memberitahukan ke pada nona pertama mereka yaitu kanzha. Dan mungkin kanzha hanya tahu bahwa besok adalah hari penyambutannya saja"
"Masalah ini kenapa jadi rumit kak?" tanya rigas
"Sebaiknya kita harus segera menemukan istriku dan memberitahukan semuanya untuk menggagalkan pernikahan itu dengan aren!" ucap syabil sambil menahan gejolak amarah yang ada di hatinya. Namun ketika mereka mau mencari kanzha tiba-tiba si Aren datang mencegahnya.
"Kalian tidak akan bisa semudah itu untuk menggagalkan rencanaku," sahut aren tiba-tiba yang telah datang bersama pengawal Khawirdzone untuk menangkap mereka bertiga.
"Kauu...!!!!" geram syabil dan ingin langsung menghajar makhluk yang ada di depannya ini dengan membabi buta tanpa ampun sedikitpun, karena ia tidak rela jika istrinya dimiliki oleh orang lain.
Sedangkan Aren x dan y tersenyum mencemooh syabil rigas dan mark.
"Sebaiknya kalian menyerahkan diri dan temani teman kalian di balik jeruji besi itu!!" sahut y
"Jangan harap !!"
...***Bersambung***...
__ADS_1
Hai hai readers jangan lupa like koment and share yahh ☺️
#Terraikaka