
"Sebenarnya kita sudah berulang memberi tahu kak syabil namun ia tidak memperdulikannya dan menganggap bahwa perbuatannya wanita itu sebagai anak yang berbakti ke papanya"
"haaa.... aku kira tuan syabil itu tidak sebodoh itu!" heran cici
"Ya karena kakakku sudah dibutakan oleh cintanya wanita medusa itu. Entah apa yang membuat kakak sangat mencintai wanita itu !" fikir rigas
★★★
"Syabil,.. aku sudah kembali dan tidak akan meninggalkanmu kembali, sebenarnya aku mempunyai alasan sendiri untuk pergi ke Amrik dan tidak menceritakan alasannya kepadamu" ucap vero sambil mendekat ke syabil dan memberikan senyum manisnya
"Sudah lahh vee, kita sudah tidak bisa kembali seperti dulu lagi. Betul apa yang dikatakan rigas bahwa itu hanya masa lalu"
"Tidak !! aku tidak bisa menerimanya ! Aku adalah cinta pertamamu dan kamu adalah cinta pertamaku... Aku masih sangat sangat mencintaimu sayang. Dan kamu masih memanggilku vee berarti kamu masih ada perasaan terhadapku" ucapnya sambil berlinang air mata
Syabli yang melihat vero menangis ia sedikit tersentuh hatinya dan mengusap air mata vero. Sedangkan vero yang mendapatkan perlakuan itu dari syabil merasa sangat senang sekali dan ia yakin bahwa syabil masih tetap cinta mati kepadanya. Sedangkan apa kabar dengan kanzha?
Yah kanzha sedari tadi hanya menyaksikannya dalam diam. Hatinya rasanya panas sekali melihat kemesraan suaminya itu dengan mantannya. Tanpa banyak kata kanzha berusaha mendorong sendiri kursi rodanya untuk pergi dari sana. Karena jika berlama-lama lagi maka ia yakin pasti akan menangis saat itu juga.
Syabil yang sadar dengan keberadaan kanzha yang ingin pergi dari sana langsung memegang kursi roda istrinya itu.
"Suruh siapa kamu pergi gitu aja !!" ucapnya ke kanzha
Namun kanzha hanya diam saja dengan wajah mendungnya.
"Vee maaf untuk sekarang aku masih ada urusan yang sangat penting, aku pergi dulu!" sambil mendorong kursi roda kanzha
"Ta tapii syabil tunggu dulu..!!" teriak vero agar syabil berhenti namun nyatanya syabil masih terus saja berjalan menjauhinya
***
Sepanjang di perjalanan menuju ruang inapnya kanzha hanya terdiam cuek ke syabil. Jujur ia tidak suka jika syabil berdekatan dengan mantannya itu. Karena yang kanzha lihat bahwa wanita itu masih sangat mencintai suaminya. Lalu bagaimana dengannya ?? apakah syabil akan kembali dengan wanita itu fikir kanzha dalam hati.
Syabil yang menyadari perilaku kanzha yang hanya diam sambil melamun saja di kursi rodanya, kemudian menghentikan kursi rodanya dan berbalik arah ke area danau belakang rumah sakit.
__ADS_1
Kemudian syabil duduk di kursi pinggir danau itu dan menghadap ke arah istri kecilnya yang masih betah dengan lamunannya itu.
"Hei rubah kecil apa yang sedang ada di fikiran otak cantikmu itu?" tanya syabil sambil mencubit gemas hidung kanzha
"Aduh apa-apaan sih kamu ini !! sakit tahuu..." protes kanzha dan ia baru sadar kalau dia berada di tepi danau belakang rumah sakit.
"Kenapa kita kesini?? bukannya kita mau persiapan buat pulang?" tanya kanzha heran ke syabil
"Apa yang kamu fikirkan dari tadi?" tanya syabil sambil menatap kanzha intens
"Bukan apa-apa!" balasnya sambil memalingkan wajahnya
"Tatap mataku kalau sedang berbicara padaku! Aku tidak suka diacuhkan apalagi dengan istriku sendiri" tegas syabil
"Oh jadi kamu masih ingat kalau sudah punya istri?? kemana saja tadi waktu di peluk-peluk cinta pertamanya?? apakah mendadak amnesia??" cecar kanzha ke syabil
Syabil yang mendengar omelan dari kanzha hanya tersenyum bahagian, ia mengetahui kalau istrinya ini sedang cemburu.
"Tumben kamu menyebutku cantik,... apa jangan-jangan ada udang di balik batu?" tanya kanzha curiga
"Cupp.." syabil mel*mat bibir merah jambu itu dengan lembut dan itu sudah menjadi candu buat syabil karena bibir istrinya ini sangat manis menurutnya.
"Apakah ciuman ini bisa menjawab semua pertanyaan yang ada di otak istri cantikku ini hah ?" ucap syabil sambil mengusap bibir kanzha yang dipenuhi oleh salivanya dan itu terlihat sangat menggiurkan bagi syabil
"Ba bagaiamana bisa hanya ciuman menjawab semua pertanyaan tanpa adanya penjelasan?" gugup kanzha
"Aku tidak akan kembali kepadanya!" satu kalimat yang membuat hati kanzha langsung berbunga-bunga dan menerbitkan sebuah senyuman di bibir nya itu.
"Benarkah?? kayaknya dia masih mencintaimu."
"Itu urusannya dia bukan urusanku. Untuk sekarang semua urusanmu menjadi urusanku juga" ucap rigas sambil mencubit pipi kanzha gemas
"Hehehe baiklah... ayo kita kembali ke ruang inapku dulu . Pasti mereka sudah menunggu kita!" ucap kanzha bahagia
__ADS_1
"Tidak usah. Tadi aku sudah menyuruh rigas dan temanmu itu untuk mengurus kepulanganmu, jadi kita bisa langsung pulang saja." jawab syabil
Kanzha yang tidak sabar untuk segera pulang langsung berdiri dari kursi rodanya dan siap untuk. berjalan. Namun ketika dirinya hanya berjalan beberapa langkah tubuhnya serasa ada yang menggendong dan itu adalah ulah suaminya sendiri dan itu membuat kanzha memekik kaget.
"Syabil turunkan aku, aku masih bisa jalan sendiri. Malu tau dilihat banyak orang" protes kanzha
"Kamu tidak aku izinkan untuk bergerak dulu sebelum luka kamu sembuh sepenuhnya!" tegas syabil sambil menatap kanzha
"Ta.. tapi..."
"Aku tidak suka di bantah sayang!"
"Ba..baiklah"cicit kanzha karena ia merasa senang di panggil syabil dengan sebutan sayang dan ia membenamkan wajahnya di ceruk leher syabil sambil tangannya mengalungkannya di leher Syabil
Syabil yang merasakan hembusan nafas istrinya di lehernya serasa membangkitkan gairahnya namun dengan tekad yang kuat dia harus menahannya.
"Apa kamu menggodaku sayang hmm"
"Haa ... maksud kamu apa?" tanya kanzha bingung, syabil yang melihat tingkah polos istrinya sangat dibuat gemas sendiri dan kemudian syabil mengecup singkat bibir kanzha lagi dan itu mendapatkan protes dari si empunya
"Syabil... malu tau jika dilihat orang!" sambil mengerucutkan bibirnya
"Sudah biarkan saja" jawab syabil cuek dan kanzha hanya dibuat melongo oleh jawaban suaminya itu.
...***Bersambung***...
Haloo readers ini author up lagi nih .... Happy reading dan jangan lupa gunakan jempol kalian untuk tekan like koment dan share yah... terimakasih 😊
#Terraikaka
__ADS_1