Aku Bukan Dia! I'Am Not Him

Aku Bukan Dia! I'Am Not Him
I Missing You


__ADS_3

"Baiklah sayang, sekarang kamu senyum lah. Aku tidak ingin melihatmu menangis," sambil memeluk kanzha dengan erat.


Semua orang sangat takjub dengan kanzha karena dengan begitu mudahnya membuat syabil yang seperti pembunuh berdarah dingin tadi sekarang menjadi seorang yang sangat penyayang dan penuh cinta.


★★★


"Reza !! pulangkan semua orang dari black rose itu ke markas mereka !" titah syabil


"Tapi kak, apakah kakak tidak khawatir mereka akan balas dendam jika dilepaskan begitu saja?" jawab rigas


"Kalian tenang saja karena aku sudah menyiapkan suatu kejutan untuk mereka," ucapnya dengan sinis dengan memandang ke aren yang sudah tak berdaya


Untuk X dan Y juga sudah di lumpuhkan oleh rigas dan para pengawalnya. Jadi tangan mereka bertiga Sekarang di borgol agar tidak bisa melakukan perlawanan lagi.


"Oke baiklah lah kak, aku akan menyuruh pengawal untuk mengantarkan mereka kembali ke markas mereka"


"hmm" sahut syabil sambil mengangguk kan kepalanya.


"Terus bagaimana dengan hubungan kalian?" tanya ara ke syabil dan kanzha


"Tenang saja adik ipar, kita tadi hanya sandiwara" jawab syabil dengan tersenyum


"Apa sandiwara??" kaget kanzha


"Iya sayang, perceraian tadi hanya sandiwara. Dan apa mana mungkin aku menyetujui hal bodoh seperti itu dengan begitu mudahnya. Aku yang membayar pengacara palsu itu. Sebenarnya dia bukanlah seorang pengacara tapi dia adalah sepupuku Daffa. Dia diutus oleh papa untuk membantuku membereskan masalah disini" terang syabil


"Tapi kenapa aku belum pernah melihatnya mas?" heran kanzha


"Iya karena baru kemarin dia pulang dari London,"


"Oh begitu" sahut kanzha


"Hallo kakak ipar, perkenalkan aku adalah daffa sepupu nya kak syabil" ucap daffa sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, namun dengan segera syabil langsung menjabat tangan daffa dan melirik sinis sepupu nya itu.


"hahhahaa sebegitu posesif nya kak syabil dengan kakak ipar, bahkan lebih posesif dari pada waktu berpacaran dengan si vee...." belum sempat daffa menyelesaikan kalimatnya namun mulutnya sudah di bungkam duluan oleh rigas.


"Dasar kamu itu mulut ember, di filter dulu napa kalau ngomomg jangan asal njeplak aja kayak tukang cendol!" kesal rigas


"Enak aja kamu ngatain aku tukang cendol yang ada kamu tuh kayak tukang asongan!" sahut daffa yang tak terima di katain oleh rigas


Dan terjadilah adu debat capres dan cawapres antara daffa dan rigas yang membuat kepala syabil menjadi pusing sendiri mendengarnya.


"Diamm kalian berdua!!! kalian itu kayak bocah esdeh saja, gak malu apa sama umur!!" yang seketika membuat kicep daffa dan rigas.


"Sayang kamu abaikan saja kedua bocah SD itu", sambil menatap kembali kanzha


Kemudian nyonya Aiden naik ke atas panggung untuk memberikan ucapan permintaan maaf atas kejadian hari ini yang pastinya tidak mengenakkan semua tamu undangan. Dan acara pun dilanjut seperti roundown nya. Setelah sampai di penghujung acara semua tamu undangan pamit undur diri dan kastil Khawirdzone yang tadinya sangat ramai kini berangsur-angsur menjadi tenang kembali kecuali rigas dan daffa yang masih memperdebatkan hal-hal kecil.

__ADS_1


"Kalian semua sekarang lebih baik istirahat, apa lagi kamu menantuku yang sudah banyak membantu bunda untuk menyelesaikan masalah disini, trimakasih yah" ucap nyonya aiden tulus ke syabil


"Bunda tidak usah sungkan seperti itu ke syabil. Syabil malah seneng bisa membtu bunda" jawab syabil


"Mommy ara pergi ke kamar dulu yah, badan ara capek semua" sahut Ara


"Iya capek gara-gara dansa terus sama si reza hahaha" goda kanzha ke ara


"Ihh apaan sih kak, nyebelin banget deh!" cemberut ara sambil pipinya bersemu


"Ihh malu malu dianya bunda... hahahaha"


"Ishh dasar kakak nyebilin, ngeselin dan.."


"Ngangenin tentunya dong" sahut kanzha sambil terus menggoda ara


Karena ia sudah sangat malu di sana kemudian ia langsung pamit saja untuk pergi ke kamarnya.


"Ara pamit!!!" rajuk ara kemudian langsung pergi


"Sayang kenapa kamu suka sekali menggoda adikmu sendiri huhh" ucap syabil sambil menyubit pipi kanan kanzha dengan gemas


"Hehhee seru sih!" jawab kanzha sambil nyengir kuda


Sedangkan nyonya aiden hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah kedua putrinya itu.


"Haaa kenapa aku??" tanya reza


"Sudahlah za kamu cepat susul ara sana," sahut syabil


"Iya za cepat gih" sahut Rigas


"Iya iya cepat sana" sahut daffa juga


Dan kemudian reza melihat mark, namun mark hanya acuh saja dan terus meminum anggurnya.


"Huftt baiklah" jawab reza sambil pamit untuk mengejar ara.


Kemudian semua orang yang sedang berkumpul di ruang tamu tadi juga pamit untuk pergi ke kamarnya masing-masing.


Kanzha dan syabil jalan bebarengan sambil merengkuh pinggang kanzha, dan senyuman manis dari bibir kanzha pun tak pernah lepas "Sayang apakah kamu yakin?" tanya syabil ke kanzha


"Haa maksudnya mas apa?" tanya kanzha balik


"Ara sama reza,"


"Ohhh... memangnya kenapa?"

__ADS_1


"Sepertinya akan sangat sulit,"


Kanzha yang mendengar jawaban dari suaminya itu langsung menghentikan langkahnya dan menatapnya ingin meminta penjelasan.


"Hufhh... sepertinya kita tidak berhak untuk ikut campur masalah reza apalagi masalah pribadinya," jelas syabil dengan melanjutkan berjalan kembali sambil menggandeng tangan kanzha


"Ada apa dengan reza mas? dan sepertinya ara tertarik dengan reza." tanya kanzha penasaran


"Lebih baik kita hanya perhatikan saja bagaimana interaksi kedua orang itu dan aku yakin reza tidak akan mempermainkan ara. Karena reza sedang menunggu seseorang untuk kembali" terang syabil


"Apa reza sudah mempunyai seseorang yang sangat ia cintai?" tanya kanzha lagi


"Kemungkinan besar iya, karena aku tidak pernah melihat reza bersama dengan wanita dan beberapa tahun ini ia hanya memandangi selembar foto wanita saja,"


"Apa mas tahu siapa wanita itu ? dan apa ada cerita dibalik itu?" tanya kanzha lagi


Dan tanpa sadar mereka berdua sudah sampai di kamar kanzha dan syabil langsung membuka pintu kamar tersebut, setelah kanzha masuk tak lupa syabil untuk mengunci kembali pintu itu.


Sedangkan kanzha masih menunggu jawaban dari syabil di sisinya karena is sangat penasaran sekali.


Namun syabil langsung mencium bibir ranum kanzha dengan sangat rakusnya hingga kanzha dibuat kewalahan.


"Sayang aku menginginkannya!" sambil memeluk erat pinggang kanzha untuk mengikis jarak diantara mereka berdua


"Tapi mas belum jawab pertanyaan aku"


"Ingat sayang jika kita berdua aku tidak ingin membahas orang lain apalagi itu seorang laki-laki , dan aku harap kamu bisa fokus denganku saja, apa kamu paham rubah kecilku" sambil mencium tengkuk leher kanzha hingga meninggalkan bekas keunguan disana, dan syabil sangat bangga dengan karyanya itu.


"Akhh....Tapi mas reza itu bu..." ucapan kanzha terpotong dengan serangan dadakan syabil yang langsung ******* bibir ranum itu yang begitu sangat menggoda di mata syabil dan tangan syabil sudah tidak bisa dikondisikan lagi yang membuat tubuh kanzha dibuat bergetar akibat sentuhan-sentuhan dari syabil, karena tubuhnya begitu sangat merespon jika itu sentuhan dari suaminya itu.


Karena si syabil junior sudah bangun, langsung saja syabil menggiring kanzha menuju ke kasurnya tanpa melepas ciumannya itu. Kemudian syabil merebahkan rubuh kanzha di atas kasur dan memandangnya dengan tatapan seorang predator yang sudah siap untuk menaklukkan lawannya.


"A...ada apa mas? Kenapa mas menatapku seperti itu? tanya kanzha salah tingkah dan sangat gugup.


"Sayang aku bantu kamu melepaskan gaun ini dulu, dan kita akan melanjutkannya lagi" ucap syabil dengan suara berat yang sudah sangat menahan hasratnya itu.


"Iya mas" jawab kanzha sambil tersipu malu.


Kemudian syabil menarik kanzha untuk berdiri kembali dan melepaskan gaun yang sedang di pakai kanzha dan sekarang hanya menyisakan dalaman saja yang membuat mata syabil sangat lapar ingin segera menerkamnya, sontak saja syabil juga langsung melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya. Dan syabil junior sudah sangat tegap yang menandakan ia sudah siap untuk bertempur.


Syabil membopong tubuh kanzha untuk di letakkan di atas kasur king size itu dan langsung melu*at bibir kanzha yang sudah membengkak akibat ulahnya itu.


"Sayang kamu sangat cantik dan seksi malam ini" ucap serak syabil sambil terus mencumi bibir kanzha dan turun ke lehernya untuk meninggalkan sebuah tanda. Dan malam itu adalah malam penuh kasih antara syabil dan kanzha untuk melepas kerinduan mereka berdua.


Happy end


...*** Bersambung***...

__ADS_1


__ADS_2