
Akhirnya syabil rigas reza dan mark menuju ke markas Khawirdzone untuk misi menyelamatkan kanzha dan membawa pulang menantu kesayangan mama wilna. Entah bahaya apa yang akan menyambut mereka yang pasti dengan keteguhan hati mereka akan melewati semua bahaya yang ada demi membawa kanzha kembali dengan selamat. Meski nyawa syabil taruhannya, karena syabil tidak bisa melihat jika istri kecilnya dalam bahaya.
★★★
Sedangkan Kanzha saat ini sudah berada di dalam markas geng mafia Khawirdzone bersama aren X dan Y. Markas ini mirip seperti kastil dalam kerajaan yang sangat megah bahkan kanzha sendiri sampai tercengang melihatnya.
"Apa ini di negeri dongeng??" ucap kanzha spontan yang ternyata di dengar oleh mereka bertiga.
"Ini bukan seperti markas geng mafia tapi ini seperti istana kerajaan di disney," monolog kanzha lagi sambil takjub melihat tempat ini.
"Tempat ini dibangun untuk anak pertamanya yang sekarang entah dimana, !" sahut Y
"Ohh" jawab kanzha ber ohh ria sambil manggut-manggut mengikuti mereka.
Dari yang kanzha amati tempat ini memiliki keamanan yang kuat dan ia yakin pencuri saja bahkan enggan masuk kesini jika tidak ingin ditangkap hidup-hidup. Karena sudah beberapa gerbang ia lewati dan itu dijaga dengan keamanan khusus serta tidak lupa dengan kecanggihan teknologinya. Bahkan kanzha sendiri sampai berdecak kagum dibuatnya.
Ketika sudah sampai di pintu utama kastil, mereka disambut dengan seseorang yaitu stevan yang merupakan anak dari tangan kanan geng Khawirdzone. Ia berpawakan tegap dan tegas serta tak lupa aura tajam yang dipancarkan oleh pemuda tersebut.
"Silahkan tuan dan nona, kedatangan kalian sudah di tunggu oleh ketua kami!" ucap stevan dengan hormat.
"Ya baiklah" jawab aren dengan ekspresi datarnya
Ketika memasuki kastil tersebut langsung di hadapkan dengan 2 anak tangga yang mengarah ke kiri dan ke kanan namun mereka berempat mengarah ke anak tangga kanan untuk ke ruang pimpinan.
Ketika sudah sampai di ruangan tersebut langsung saja stevan membukakan pintunya dan langsung saja mempersilahkan kanzha aren x dan y untuk masuk.
"Nyonya Aiden, tamu anda sudah datang!" ucap steven dengan hormat
Namun ketika kursi itu diputar ternyata bukan Nyonya aiden melainkan putrinya yang bernama Aurora dan biasa dipanggil dengan Ara.
Ya ! ara sekarang sedang duduk di kursi kebesarannya mommy nya. Ia ingin kelak suatu saat ia akan memimpin geng Khawirdzone dan akan membesarkan nama Khawirdzone seperti mommy nya saat ini. Namun ia dengar bahwa Ada seseorang yang menemukan anak pertama mommy nya dari suami pertamanya dan ara tidak menyukai itu ia khawatir jika posisinya akan terancam dengan kedatangan anak pertama itu.
"Nona Ara ?? dimana nyonya Aiden ??" tanya steven heran ke ara
__ADS_1
"Mommy lagi ada urusan sebentar dan kalian di suruh untuk menunggunya!" seru ara dengan jutek khasnya
"Baiklah kalau begitu, kalian duduk saja sembari menunggu kedatangan nyonya aiden" ujar steven
"Hei steven kenapa kamu begitu sungkan ke mereka. Memangnya mereka ini siapa ?? Dan kamu... apakah benar kamu anaknya mommy ku?" ucap ara sambil menatap tajam ke arah kanzha.
"Haaa aku ?? bagaimana bisa?? Dan ingat yah aku bukan anaknya mommy mu karena aku adalah anaknya bundaku !!" jawab kanzha tidak terima
"Apa ?? kuharap saja begitu. Dan kalau kalian semua berbohong kalian jangan berharap bisa keluar dari kastil ini dengan mudah... yah setidaknya kalian berempat bisa berwisata di penjara bawah tanah kami!" ucapnya dengan senyum mengejeknya dan itu sukses membuat kanzha geram.
"Dasar nii orang habis makan cabe sekuintal apa yahhh... omongannya bikin hati orang pedes ngedengernya!!" gumam kanzha dalam hati sambil mencoba mengabaikan celotehannya si ara.
Setelah beberapa menit menunggu hingga kanzha pun hampir mati kebosanan. Tiba-tiba pintu itupun terbuka dan muncullah sosok seorang wanita yang usianya sudah mau menginjak 50 tahunan namun parasnya masih tetap cantik dan awet muda. Aura kebijaksanaan yang muncul tidak bisa dibantah siapapun yang langsung membuat ara dian dan berdiri dari kursi mommy nya itu.
"Mommy...!!" seru ara bahagia sambil mendekati mommy nya
Sontak semua orang yang ada di ruangan itupun berdiri untuk menyambut kedatangan nyonya aiden namun bedahalnya dengan kanzha yang masih setia menatap sepatu flatnya itu sambil menghembuskan nafas kasar.
"Nyonya aiden, anda sudah datang?" tanya steven yang melihat nyonya aiden datang bersama papa nya
"Ya stev,.. dan kalian semua silahkan duduk saja," ucap nyonya aiden dengan lembut
Dan fokus penglihatannya tertuju pada seorang gadis bergaun putih yang asik memainkan sepatunya dan tidak menyadari kedatangannya, karena gadis itu sedang menunduk dan wajahnya tidak terlihat jelas maka nyonya aiden menghampiri gadis tersebut dan menyapanya.
"Hai gadis manis," sapa nyonya aiden dengan ramah
Kanzha yang merasa di sapa oleh seseorang kemudian ia mendongakkan kepalanya untuk melihat orang tersebut dan betapa kagetnya bahwa orang yang menyapa nya adalah bundanya yang selama ini ia cari-cari namun tidak kunjung bertemu juga, tapi kehendak tuhan memang lain, ia dipertemukan dengan bundanya melalui cara ia harus diculik terlebih dahulu dan harus berpisah dengan suaminya
Kanzha yang masih syok pun lidahnya keluh sampai mau mengucapkan kata bunda saja sangat begitu susah beda halnya dengan nyonya aiden yang waktu melihat mata kanzha langsung mengingat putri kecilnya yang sangat menggemaskan dan sangat sangat ia sayangi tak terasa air matanya lolos begitu saja dari mata indahnya. Ia langsung mengenali putri kecilnya itu yang ia tinggalkan bersama mantan suaminya yang sekarang ia telah tumbuh menjadi gadis manis yang sangat cantik.
"Apa kamu tidak mengenali bunda lagi sayang hmm...??" ucapnya sambil mengusap air matanya
Sontak saja kanzha langsung berdiri dan memeluk bundanya dengan erat seakan tidak ingin berpisah lagi dengan bundanya.
"Bundaaa.... hiks hiks hiks. Akhirnya anzha menemukan bunda. Bunda tahuu... selama ini anzha mencari bunda kemana-mana tapi tidak pernah ketemu hiks hiks," ucap kanzha sambil sesenggukan di pelukan bundanya itu.
"Maafkan bunda yahh sayang... bunda telah tega meninggalkanmu selama ini," sesal nyonya aiden
"Bunda jahatt sama anzha.. hiks hiks hikss. Bunda gak tahu betapa rindunya anzha dengan bunda. Dari kecil anzha selalu diejek temen-temen anzha bahwa anzha itu anak buangan anak yang tidak diharapkan ibunya atau apalah... huhuhuuu" adu kanzha ke nyonya aiden
__ADS_1
"Iya maafkan bunda yahh sayang" sambil mengusap air mata kanzha
Hati kanzha pun luluh seketika dan menganggukkan kepalanya. Ia tidak sampai hati hingga marah kepada bundanya.
Sedangkan ara yang menyaksikan adegan itu sangat tidak menyukainya.
"Mommy jadi ia bener anaknya mommy dari suami pertama mommy ??" tanya ara dengan raut wajah yang kesal.
Nyonya aiden tahu bahwa anaknya yang satu ini tidak bisa berbagai dengan siapapun bahkan dengan hal yang sangat sepele karena ara sangat dimanjakan oleh papanya namun sedikit demi sedikit nyonya aiden telah cukup berhasil mendidik ara agar tidak begitu manja.
"Iya ara sayang... perkenalkan ini anak pertama mommy yang otomatis akan jadi kakak kamu!" sambil mengelus kepala ara
"Nggak !!! ara nggak mau mommy punya anak selain ara. Anaknya mommy itu hanya ara bukan yang lain!" ucap ara dengn nada ngegasnya
"Heii adikku yang cantik tapi jutek banget sama orangg... aku itu anaknya bunda otomatis anaknya mommy kamu juga lahh,... lagian yah lahiran aku duluan dari pada kamu. Seharusnya yang ngomong begitu bukannya aku yah ...??" balas kanzha yang sengaja ingin nyerocos dari tadi ke ara namun sayangnya ia tahan saja.
"Ayo ara sayang kamu sapa dulu kakak kamu. Meskipun kak anzha ini bukan kakak kandung kamu tapi mommy harap kalian berdua akan tetap akur yah sebagai anaknya mommy dan bunda" tutur nyonya aiden kepada kedua anaknya itu
"Iya mommy" jawab ara
"Baik bunda" jawab anzha
"Ahemm nyonya aiden apakah kesepakatan kita masih berlaku??" tanya aren di tengah kegembiraan mereka
"Nanti kita bahas lagi untuk kesepakatan itu tuan aren. Sekarang lebih baik kalian istirahat dulu saja. Karena kalian pasti capek telah menempuh perjalanan yang sangat panjang," ujar nyonya aiden
"Baiklah nyonya aiden" jawab aren
"Stev... tolong kamu antar tamu kita ke kamar mereka masing-masing yah. Dan tolong kalian layani tamu kita dengan sebaik mungkin" titah nyonya aiden ke Steven
"Baik nyonya, dan mari para tuan muda sekalian aku akan mengantar kalian ke kamar untuk segera istirahat" ajak steven ke aren X dan Y
Kemudian mereka bertiga keluar dari ruangan nyonya aiden dan pergi menuju ke tempat yang ditujukam oleh steven yaitu kamar tamu.
Hayoo para readers kira-kira perjanjian apa yahh antara nyonya aiden dengan si gula aren itu hehehhe...🤭🤭🤭 hayoo hayoo tebakk..
...***Bersambung***...
Hollaa para readers yang budiman jangan bosan-bosan tetap dukung author yah untuk tekan jempolnya comen dan share yang banyak hehhe... Dan pesan Author tetap jaga kesehatan yah di masa pandemi ini ...lebih baik di rumah aja baca mangatoon dari pada keluyuran yang nanti akan berdampak pada kesehatan kita... karena si virus markona ini ada varian baru lohh readers 😌 ( emangnya wafer apaa ada varian rasa-rasa ) suara hati author 🤣
__ADS_1
#Terraikaka