Aku Bukan Dia! I'Am Not Him

Aku Bukan Dia! I'Am Not Him
Cici Terluka


__ADS_3

"Setahu kakak keluarga sanjaya sudah turun temurun tidak ada sangkut pautnya dengan geng itu namun kenapa sekarang mereka mengincar kita? pasti ada sesuatu yang tidak benar!" terang syabil


"Semoga sajaa mereka semua baik-baik saja" ucap rigas dengan khawatir


"Sayang tunggu aku.. aku akan segera menjemputmu dengan selamat. jika saja mereka menyentuhmu maka akan aku ratakan habis geng itu" gumam syabil dalam hati sambil terus khawatir tentang keadaan istri kecilnya itu.


★★★


Di Mall Central Park Jakarta


Kanzha, cici, Dafi dan mikha sekarang berpencar untuk mengecoh para mafia itu. Kanzha menuju ke arah toilet, cici menuju ke area bermain sedangkan dafi dan cici ke arah pameran alat musik yang ada di lantai dasar. Mereka berusaha untuk mengecoh mereka dan membawa mereka untuk keluar dari mall itu agar tidak membahayakan nyawa banyak orang.


"Bos, mereka tampaknya sudah menyadari keberadaan kita" ucap si x anggota black rose


"Rupanya mereka cukup pintar, dan kita telah meremehkan para bocah ingusan itu" sahut bos dari geng itu


"Sebaiknya kita berpencar untuk mengikuti mereka boss" sahut Y anggota geng yang satunya lagi


"Tenang kita juga jangan masuk kedalam taktik mereka. Karena kita hanya membutuhkan anak dari ketua mafia Khawirdzone untuk mengancam mereka dan mau tunduk ke black rose dan juga kita harus menculik gadis yang namanya khanza itu" ucap boss black rose


"Tapi bos siapa diantara mereka yang anaknya ketua geng Khawirdzone ??"


"Dialah yang mempunyai salah satu anting delima merah milik Khawirdzone"


"Oh berarti anak yang akan kita culik karena perintah dari wanita cantik itu adalah anak dari Khawirdzone??" tanya si X


"Yeahh... dan ternyata dunia sangat sempit sekali. Berkali-kali kita mencari anak itu dan ternyata kita sudah menemukannya di depan mata kita" ucap boss black rose dengan senyum devilnya


"Sebaiknya kita semua ikuti saja anak itu boss"


"Ingat kita tidak bisa meremehkan anak dari seorang ketua mafia Khawirdzone. Kita harus memiliki strategi yang cerdik untuk menangkapnya"


"Begini saja bos kita pura-pura untuk masuk ke rencana mereka namun sebaliknya kita juga bisa menangkap anak itu. Jadi kita tunjuk dua orang untuk mengikuti ketiga anak itu dan yang untuk anak Khawirdzone kita berpencar untuk mengepungnya dari segala arah di luar mall ini, bagaimana boss .. agar mereka tidak curiga" usul tangan kanan si boss black rose


"Oke idemu bagus juga. X kamu ikuti yang ke arah timezone dan untuk Y kamu ikuti yang turun ke lantai dasar. Dan sisanya kita berpencar untuk mengepung dia" titah boss black rose itu.


"Siap laksanakan" seru anak buah dari anggota black rose


Kemudian X pergi untuk mengikuti cici dan untuk Y pergi mengikuti dafi dan mikha. sedangkan si Aren yang notabennya sebagai boss black rose pergi mengikuti kanzha. Sebenarnya rencana mereka adalah untuk menangkap seorang gadis yang bernama kanzha karena mereka mendapatkan tugas itu dari klien yang bernama vero yang menawarkan bayaran yang sangat besar ke mereka dan sapa sangka bahwa foto yang diberikan oleh vero adalah foto kanzha yang sangat mirip dengan wajah dari ketua mafia Khawirdzone. Makadari itu Aren menyetujui tugas ini dan mencari informasi tentang sosok kanzha.


***


Di time zone Mall Central Park Jakarta


Cici terus berlari untuk menghindari kejaran dari salah satu anak buah dari black rose itu.


"Kenapa hanya satu yang mengikutiku??" tanya cici dalam hati sambil terus menghindar darinya. Cici masih terus mencari arah jalan keluar dari mall itu, bahkan kakinya sudah mulai lelah.


"Sial jalan buntu lagi,.. haishh apakah ini hari tersialku??" Runtuk cici dalam hati dan sewaktu dirinya berbalik ternyata orang itu sudah berada di hadapannya.


"Hai gadis cantik, jalan buntu yah ??" ucap X ke cici sambil mengatur nafasnya yang dirinya juga sudah lelah mengejar cewek yang dihadapannya ini.


"Mau apa kamu mengikutiku ?? dasar kurang kerjaan banget sih. Kalau kamu lagi pengangguran sebaiknya kamu cepat cepat melamar pekerjaan sana daei pada menguntitiku yang tak ada gunanya" nyerocos cici tanpa henti.

__ADS_1


"woww baru kali ini aku melihat cewek spesies langka kyak gini" ucapnya dalam hati sambil tersenyum mengamati semua gerak gerik cici


"Apaan loo liat-liatt.. baru tahu yah ngeliat cewek cantik yang imut" sarkas cici


"Iya tapi sayangnya cerewet sekali kayak ibu² kos" Ucap X ke cici


"Enak aja ngatain ibu kos... emang wajahku ini sudah kayak emak-emak apa hah !! kamu tuh yang kaya tukang ojol, jangan belagu yah" balas cici yang tidak terima karena baru kali ini ia disematkan julukan sebagai ibu kos.


"Gak ada tukang ojol kayak logan wade werman ini" sambil berlagak di depan cici yang ingin membuat kesal cewek di depannya ini


"Idihhh pede bener si abang ini... abang kagak punya kaca yah di rumahnya ?? apa tadi pagi abang ini ngacanya di air comberan makanya bisa ngehalu tingkat dewa bahkan nyaris gila" semprot cici dengan sarkasnya


Mendengar omongan cici si X hatinya menjadi panas. Karena baru kali ini ia dihina habis-habisan oleh seorang cewek. Nanti apa kata anak buahnya cobak jika melihat ini, bisa-bisa wibawanya sebagai boss anggota black rose sub A bisa jatuh sejatuh-jatuhnya. Kemudian dengan langkah pelan tapi pasti ia mendekati cici dengan ekspresi yang sangat dingin.


Cici yang melihat laki-laki yang dihadapannya ini mendekat dengan aura yang sangat mencekam dibuat takut olehnya namun cici harus bisa menyembunyikan rasa takutnya di depan musuhnya itu.


"Jangan dekat-dekat!!!" peringat cici


"Kenapa takutt heehh!!" ucap X dengan nada mencemooh


Kemudian cici langsung bersiap untuk berkelahi namun dengan cepat tangan X menarik cici hingga cici jatuh kedalam pelukan X.


Cici yang syok dan sekarang ia berada di dalam pelukan baj*ngan ini berusaha melepaskan diri dengan cara menginjak kaki X dengan sekuat-kuatnya dan membanting X dengan keras hingga X mengaduh kesakitan.


"Hee dasar kucing liar, rupanya kamu bisa bela diri juga yah??" tanya X sambil berdiri kembali


Namun cici hanya diam saja dan langsung berusaha menyerang X dengan tinjuannya namun dengan gesit X dapat menghindari semu tunjuan dari si cici.


Yah semenjak kanzha di hadang oleh preman waktu pulang kerja dari toko roti ia bertekad untuk belajar bela diri untuk melindungi dirinya dan ia juga mengajak cici dan dafi juga. maka dari itu kanzha dan cici Sekarang sudah cukup mahir bela diri.


"Sekarang giliranku kucing liar, aku akan mengajarimu bagaimana cara menyerang yang benar" sambil mendekati cici dan berusaha menyerangnya namun X tidak menggunakan kekuatan sepenuhnya karena ia juga sebenarnya tidak ingin melukai gadis cantik bermulut pedas yang ada di hadapannya ini.


Ketika X menyerang, cici berhasil menghindari beberapa serangan dari X namun gara-gara ia tersandung oleh sesuatu maka tendangan mengenai perut cici dan cici langsung jatuh tersungkur dan mata sebelah kiri cici terbentur oleh sesuatu yang mengakibatkannya berdarah dan itu membuat cici sangat kesakitan.


"Ahhh matakuu!!!!" histeris cici sambil menutupi mata sebelah kirinya yang berdarah sambil menjerit kesakitan


X yang melihat gadis yang ada di depannya ini terluka sangat terkejut dan kaget bahkan ia meruntuki kebodohannya sendiri. dan langsung mendekati cici


"Hei ma maafkan aku,.. aku tidak bermaksud untuk melukaimu" ucap X dengan penuh penyesalan. Bahkan melihat gadis yang dihadapannya ini menjerit kesakitan seakan hatinya diremas-remas oleh seseorang dan tidak tega melihat gadis yang di hadapannya ini.


"Pergi kau dari sini!!" teriak cici histeris


"Ak aku akan membawamu ke rumah sakit!!" ucap X sambil berniat menggendong cici dan "Bugh.."


"Sialannn jangan kau menyentuh wanitaku !!!" ucap seseorang dan itu adalah rigas.


Kemudian rigas langsung mendekati cici yang sedang menangis kesakitan sambil menutup mata kirinya yang berdarah.


"Cici sayang...kamu kenapa?? kenapa bisa sampai begini??" ujar rigas dengan khawatir melihat kondisi cici yang saat ini.


"Hiks hiks kak... ma mataku kak...!!" sambil terus menangis kesakitan


"Kamu jangan khawatir lagi, aku sudah disini okey. Sekarang kita akan ke rumah sakit!" sambil menggendong cici menuju mobil pengawalnya

__ADS_1


Sedangkan X hanya diam dan menyaksikan kejadian itu sungguh membuat hatinya sakit dan ia sangat kecewa dengan dirinya sendiri. Ia tidak rela jika ada pria lain yang menyentuh gadis itu namun ia juga tidak bisa melakukan apa-apa.


"Sialan kau X !! betapa bodohnya dirimu ini!!! dasar lelaki pengecut !!" ucap X sambil meruntuki dirinya sendiri.


Flash Back On


Pengawal rigas sudah sampai di mall dan ia mencari nyonya muda beserta nono muda dan teman-temannya itu alhasil mereka semua tidak mendapatinya di dalam mall. Kemudian waktu para pengawal itu mau keluar mall dan tibalah syabil dan rigas memanggil mereka.


"Bagaimana hasilnya??" tanya syabil to the point


"Sepertinya nyonya dan nona muda sudah tidak berada di dalam mall ini tuan, Sebaiknya kita segera mencari mereka di luar mall" seru salah satu pengawal itu


"Baiklah kalian cepat berpencar dan carilah mereka semua sampai ketemu" titah rigas


"Baik tuan muda" jawab pengawal itu dan langsung menuju ke luar dan ke belakang mall berharap mereka bisa menemukan nyonya dan nona muda mereka beserta teman-temannya.


"Sebaiknya kita ke ruang monitoring untuk mengecek CCTV mall ini!" ucap syabil ke rigas


"Ayo kak" sambil menuju ke ruang CCTV


Sesampainya di ruang CCTV syabil memerintahkan untuk menampilkan rekaman 30 menit yang lalu. Dan setelah mencermati satu persatu akhirnya syabil menemukan istri dan teman-temannya sedang makan di restoran dan ia juga melihat orang-orang dari geng mafia black rose sedang mengawasi istri dan teman-temannya.


"Siall apa sebenarnya mau mereka?" geram syabil


kemudian syabil dan rigas melihat mereka berpacaran ke 3 arah yang berbeda. Dan setelah mencermati CCTV yang ada di dalam mall ternyata mikha dan dafi berhasil keluar mall dan kanzha habis ke toilet tidak mengetahui dimana keberadaannya sedangkan cici menuju ke arah parkiran belakang yang sangat sepi.


Kemudian rigas menghubungi anak buahnya untuk memberi tahukan tempat Dafi dan mikha agar segera menolong mereka sedangkan ia melihat cici hanya berduaan dengan pria asing itu yang sangat membuat dirinya khawatir.


"Kak.. aku menyusul cici dulu. Kak syabil sebaiknya cepat temukan keberadaannya kak kanzha" tegas syabil dengan wajah yang menggelap karena sangat khawatir dengan keadaan cici.


"Baiklah. sebaiknya kamu segera cepat susul cici sebelum terjadi yang tidak-tidak kepadanya" jawab syabil


"Baiklah kak, aku pergi dulu" sambil meninggalkan syabil dan bergegas ke cici.


"Ci,.. semoga kamu baik-baik saja sampai aku nyampek disana. Kalau tidak aku tidak bisa membayangkan betapa hancurnya aku melihat kamu kenapa-napa baby" tutur rigas sambil terus berlari membelah kerumunan diantara orang-orang dan akhirnya ia sampai juga di parkiran basemant


Namun setelah ia sampai ia mendengar suara tangis yang kesakitan dan suara itu sangat dikenal rigas, yah suara itu adalah suaranya cici. Kemudian ia berlari mendekati suara itu dan betapa syoknya ia melihat gadis yang dicintainya sekarang sedang tersungkur ditanah dan terluka dan pria itulah penyebabnya.


Tanpa pikir panjang rigas langsung memukul pria itu dengan tinjunya yang sangat kuat untuk menjauhkan pria itu dari cici.


"Cici sayang...kamu kenapa?? kenapa bisa sampai begini??" ujar rigas dengan khawatir melihat kondisi cici yang saat ini.


"Hiks hiks kak... ma mataku kak...!!" sambil terus menangis kesakitan


"Kamu jangan khawatir lagi, aku sudah disini okey. Sekarang kita akan ke rumah sakit!" sambil menggendong cici menuju mobil pengawalnya.


Flash Back Off


...***Bersambung***...


Hai hai readers untuk kelanjutannya author akan up besuk yah... makasih udah support author 💗💗😊


~Love you all #Terraikaka

__ADS_1


Visual X



__ADS_2