Aku Bukan Dia! I'Am Not Him

Aku Bukan Dia! I'Am Not Him
Drama menuju keberangkatan


__ADS_3

Tak terasa waktu sudah menunjukkan sore hari dan Syabil serta Kanzha berpamitan pulang terlebih dahulu untuk mempersiapkan perlengkapan yang dibawa syabil ke Milan selama 7-8 hari.


Sesampainya di Mansion Syabil



"Oh ya syabil jam berapa kamu akan berangkat ke bandara besok ?" tanya kanzha ke suaminya namun tiba-tiba tubuh kanzha dihimpit oleh syabil. Jarak yang begitu dekat membuat kanzha gugup dibuatnya.


"Hei istri kecilku berani-beraninya kamu memfotoku ketika dihukum dan parahnya lagi kamu tunjukkan kesemua keluargaku?" ungkap sambil menatap istrinya dengan intens


"Bu.... Bukan aku yang menunjukkan tapikan mikha !" jawab kanzha tanpa berani menatap syabil


"Sama saja itu berarti kamu bekerja sama dengan adikku kan, untuk mengerjaiku hmm ?"


"Maaf, aku tau aku salah!" sesal kanzha dengan wajah dibuat buat agar sedih



"Oke hukuman kamu sekarang duduk dipinggir jendela itu" perintah syabil


"Haa memangnya mau ngapain?" tanya kanzha


"Sudah cepat itu hukam kamu duduk disana"


"Baik baik, ini sudah duduk habis itu ngapain lagi?" tanya kanzha karena dia terheran heran hukuman kog disuruh duduk di pinggir jendela.


Tiba² syabil merebahkan kepalanya di pangkuannya kanzha



Sontak kanzha langsung kaget dan hampir saja berdiri namun berhasil ditahan oleh syabil. Kemudian syabil meraih tangan kanzha dan menatapnya dengan penuh kelembutan.


"Mungkin kali ini aku tidak bisa pulang cepat ke Indo karena perusahaan yang ada di Milan sedang membutuhkanku, Otomatis kita tidak akan bertemu selama itu. Apa kamu ikut saja denganku ke Milan!" tutur syabil sambil menatap ke mata kanzha


Kanzha yang ditatap oleh syabil dengan penuh kehangatan seakan terhanyut kedalamnya dan tanpa sadar tangannya membelai wajah syabil dengan penuh kelembutan " Maaf aku tidak bisa ikut, karena ada sedikit urusan juga di kampus sebagai pembicara perkenalan jurusan Ekonomi Bisnis ke calon Mahasiswa baru dan juga mengurus persyaratan kelulusan dan itu tidak bisa diwakilkan !" jelas kanzha dengan penuh kesabaran


"Kalau aku ingin melihat istri kecilku bagaimana?" tanya syabil sambil mendengus kesal

__ADS_1


"Ya ampun ini orang kenapa gemes banget sih kalau lagi manja , kan aku jadinya tidak rela kalau ditinggalin" gumam kanzha dalam hati sambil mengingat perkataan bunda wilna


Mama Wilna POV


"Sayang, kamu nanti harus sabar yah waktu menghadapi syabil dirumah apa lagi dia mau berangkat keluar negeri?"


"Memangnya kenapa bunda?" tanya kanzha


"Si syabil itu sebenarnya anaknya manja dan penuh kasih sayang namun karena suatu hal dia merubah semua sikapnya menjadi dingin dan cuek dan juga tidak berperasaan seperti manusia es, tapi bunda senang sekarang karena putra bunda perlahan-lahan kembali seperti dulu dan itu berkat kamu. Mama harap kamu akan selalu sabar dan selalu ada di samping syabil yah"tutur bunda wilna sambil mengelus kepala kanzha


"Iya ma" jawab kanzha dengan senyum manisnya


"Nanti pasti kamu akan kerepotan menghadapi sikap syabil karena akan jauh dari kamu"


"Maksud mama?"


"Iya seperti sudah kebiasaan dari syabil kalau ia ingin bepergian jauh dari orang yang disayanginya maka ia akan bersikap sangat manja kemudian dia akan merajuk bahkan dia mungkin akan menempelimu terus menerus dan tidak akan melepaskanmu sedetik pun sayang" ucap bunda sambil tertawa cekikikan mengingat tingkah anak sulungnya itu


Kanzha yang mendengar penuturan mama wilna seakan tidak percaya si makhluk menyebalkan itu akan bersikap seperti itu.


"Namun kamu harus sabar dalam mengahadapinya yah sayang" tutur mama wilna lagi


Back to Syabil


"Hei kamu kog malah bengong sih!" kesal syabil ke kanzha


"Eh bukan, lebih baik aku disini saja yah sambil membantu rigas mengawasi perusahaan. Kan dia juga belum tahu tentang perusahaan kamu" balas kanzha


"Oh jadi kamu lebih memilih nemenin rigas di perusahaan dari pada ikut aku ke Milan, sebenarnya kamu itu istri siapa sih?? istriku atau istrinya si bocah tengil itu" rajuk syabil sambil meninggalkan kanzha dengan wajah kesalnya


Sedangkan kanzha hanya menghela nafas saja. "Tidak mudah tenyata menghadapi makhluk satu ini , munguras emosi saja"gumam kanzha.


"Ahh sudalah toh katanya mama dia merajuknya gak lama², mendingan aku kedapur saja menyiapkan malam malam sambil membuatkan Syabil cake, sapa tahu dia masih merajuk dan aku bisa membujuknya dengan cake buatanku hehehe".


***


Kanzha yang masih sibuk berkutat dengan peralatan dapur untuk memasak makanan kesukaan suaminya

__ADS_1



Tiba tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang dan itu membuatnya sangat sangat terkejut dan hampir saja dia ingin memukul sipelaku tersebut namun diurungkan karena ternyata pelaku tersebut adalah suami menjengkelkannya.


"Huft...Hampir saja aku jadi janda muda" ucap kanzha


"Enak saja, kamu selamanya gk akan pernah menyandang status janda!" balas syabil


"Kog bisa, kan kita tidak ada yang tahu kedepannya seperti apa?"


"Selama masih ada aku kamu akan tetap menjadi Nyonya muda di keluarga Sanjaya" ucap syabil bangga sambil mengeratkan pelukannya ke kanzha dan tak lupa ia mengecupi tengkuk kanzha karena saat ini istrinya sedang menguncir kuda rambutnya dan itu memberi akses syabil untuk menggodanya dan sesekali memberikan tanda kepemilikannya


"Aduh syabil bisa tidak kamu jangan ganggu aku memasak, nanti masakannya jadi gosong nih gara gara kamu"kesal kanzha ke syabil karena dia tidak mau melepaskan pelukannya dan menciumi tengkuknya terus dan itu tidak bisa membuat kanzha untuk konsentrasi memasak


"Bodo amat!"jawab syabil cuek sambil terus kekeh memeluk kanzha dari belakang


Kanzha yang mendengar itu seakan menjadi emosi jiwa karena sumpah demi apapun dia ingin menenggelamkan syabil di dalam panci yang sedang ia pegang saat ini.


"Baiklah panggil aku suami dan aku akan berhenti mengganggu kegiatan memasakmu istriku" tutur syabil dengan senyum jahilnya


Sedangkan kanzha hanya bisa pasrah mengikuti apa kemauan syabil agar kegiatan memasaknya tidak diganggu dan cepat selesai "Oke baiklah suamiku tersayanggg... lebih baik kamu tunggu di meja makan yah agar istrimu ini bisa cepat selesai memasaknya dan kita akan makan malam bersama" ucap kanzha dengan nada jengkelnya


Syabil yang mendengar perkataan kanzha sangat bahagia karena baru pertama ini dia memanggil syabil dengan sebutan suami. Merasa bangga dengan keinginannya dituruti oleh istrinya maka ia langsung menciumi pipi kanan dan pipi kiri kanzha secara bergantian dan itu tidaklah sekali dua kali namun berkali kali.


"Baiklah istriku yang manis keinginanmu akan dikabulkan oleh suamimu ini" ucap syabil kemudian langsung menuju meja makan dengan duduk manis sambil tak hentinya untuk tersenyum melihat istrinya.



*** To Be Continue ***


Hai hai haii para readers tetap setia yah sama ceritanya author 😊. Waktu keberangkatan syabil ke Milan ada yang mau menjalankan rencana liciknya nih... hayoo hayooo siapakah itu???😂


Tetap stay ikuti kelanjutan ceritanya yah💃


salam rindu dari author Ikaka bagi yg sedang menahan rindu nih🤗


Author kasih bonus foto babang syabil sama neng Kanzha yang kece badaii yah😉

__ADS_1




__ADS_2