
Namun perkataan dafi tidak sesuai dengan hatinya. Meskipun ia sedang buru-buru namun tetap menyempatkan untuk membelikan si mikha cilok.
"Haduh kenapa sekarang aku ada di depan orang jualan cilok sih, bisa-bisa si cewek bar-bar akan selalu menyuruh-nyuruhku terus dong,... haisss mendingan aku belikan saja semuanya cilok dengan begitu aku tidak akan gengsi lagi dong. Itung-itung beramal lah hehehe...." monolog dafi dalam hati
"Mas apakah jadi beli ciloknya?" tanya kang cilok ke dafi karena sedari tadi dafi hanya diam terus
"Baiklah kang aku beli semuanya deh" ucap dafi
"Beneran mas??? Alhamdulillah yang beli masih perjaka ting ting larissss manissss"ucap kang cilok sambil membungkus semua ciloknya
"Ini mas ciloknya, semuanya jadi 275.500 rupiah" ucap kang cilok lagi
Kemudian dafi menyerahkan uang 3 lembar uang ratusan" Kembaliannya buat akang saja yah"
"Trimakasih atuh mas, semoga dilancarkan rezekinya dan dapet jodoh yang sholiha " tutur kang cilok bahagia
"Amin. yasudah pak badrun antar cilok ini ke Perusahaan Sanjaya Group's yah. Biar saya naik taxi saja ke rumah nenek" ucap dafi ke pak badrun sopir pribadinya
"Baik den, nanti bapak akan segera nyusul aden ke rumah nyonya yah den" tutur pak badrun
"Oke pak, santai saja. Oh ya bapak kasihkan saja cilok itu ke mikha yah pak" balas Dafi karena ia akan sangat gengsi ketika mengantar sendiri cilok itu.
"Baik den"
***
Sesampainya pak badrun di Perusahaan Sanjaya Group's sambil membawa 2 kantung kresek besar berisi cilok beserta saus sambalnya, pak badrun lngsung menuju ke ruang CEO untuk memberikan cilok itu ke mikha.
"Tokk tokk tokk permisi apakah nona mikha nya ada?" tanya pak badrun
"Iya saya sendiri, ada apa yah bapak mencari saya?" tanya mikha karena ia tidak kenal dengan pak badrun
"Ini ada cilok buat non mikha dari den dafi, saya disuruh mengantarkannya ke non mikha" ucap pak badrun sambil menyerahkan 2 kantong kresek jumbo yang berisi cilok semua
__ADS_1
"Whattt semua yang ada di kresek ini isinya cilok pak?" kaget mikha sambil melongo melihat 2 kantung kresek jumbo itu
"Hehehe iya non, semoga non mikha suka. Kalau begitu saya pamit dulu yah non, soalnya saya harus segera menyusul den Dafi di rumahnya kanjeng putri (nenek dafi) karena beliau tiba-tiba penyakit jantungnya kumat lagi non" terang pak badrun
"Pantesan saja dia hari ini raut wajahnya sedang sedih" tutur mikha dalam hati
"Yasudah bapak hati-hati yah dijalan. Dan ucapkan rasa terimakasihku ke kak Dafi ini ciloknya bisa aku makan sambil nunggu es dikutub Utara mencair" ucap mikha
"Heheh baik non. akan saya sampaikan pesan non mikha ke den dafi" jawab pak badrun
"Iya pak nanti kalau ada waktu kita akan jenguk nenek yah zha" ucap cici
"Iya ci" jawab kanzha
"Baiklah kalau begitu, urusan saya disini sudah selesai, saya pamit dulu yah non tuan, selamat menikmati ciloknya hehehe" ucap oak badrun sambil undur diri
***
"Hahahaa... selamat menikmati ciloknya Mikha semoga perut kamu cukup menampung semua cilok-cilok itu hahaha" tawa cici
"Enak saja kalian bertiga juga harus membantu aku menghabiskan cilok-cilok ini" sungut mikha
"Kan yang pingin cilok itu kamu mik" ucap rigas
"Aaaaa pokoknya aku gak mau tau, kalian bertiga harus bantuin aku ngehabisin sisa cilok-cilok ini, setelah aku bagikan ke karyawan kantor" ucap mikha dan tidak mau penolakan
Sedangkan kanzha cici dan rigas hanya menatap ngeri cilok-cilok itu yang tak kunjung habis
"Dasar dafi cecurut, dia itu berniat ngerjain si mikha malah kita juga yang kena imbasnya" omel cici
"Aaaaaahhhh sudah aku tidak kuat lagi,... perutku sudah begah banget berisi banyak cilok" protes kanzha sambil terus minum agar rasa eneg di mulutnya segera hilang
__ADS_1
"Cukuppp aku tidak kuat lagi memakan cilok-cilok ini" protes rigas ke mikha
"Ayoolahh kakakku yang paling tamvan sendiri seantero jagad raya Indonesia Merdeka.... bantu aku untuk ngehabisin cilok ini yahh" bujuk mikha ke rigas
"Kamu aja yang ngehabisi sendiri, kamu tidak lihat apa aku udah makan sebanyak ini" tunjuk rigas ke bekas piring yang berisikan cilok
"Hehehee aku juga udah eneg banget kak, awas aja si Kobokan Fir'aun aku akan balas dendam yang telah membuat kita menderita karena kebanyakan makan cilok!!!" sambil menumpahkan rasa kesalnya cilok di hadapannya dengan cara di tusuk-tusuk dengan garpu yang ada di tangannya dan ia berimajinasi bahwa cilok itu adalah dafi
***
Sedangkan si pelaku utama yang sudah sampai di depan rumah neneknya tiba-tiba ia bersin-bersin "Hatchi Hatcii.... apa ada yang sedang mengumpat ku?? ahh tidak tidak lebih tepatnya menyanjungku karena telah memberikan cilok yang banyak hehehee" sambil menunjukkan cengiran kudanya
***
"Siall siall siall,... foto apa-apan ini! (sambil membanting semua benda yang ada di mejanya) Berani-beraninya dia menyentuh istriku. Sudah cukup kamu menguji kesabaranku CEO Ericsson Yoshi Nugraha !!! sekarang waktunya pembalasanku. Reza !! ayo kita pulang sekarang juga. Hubungi ketua mafia di milan bahwa aku akan membeli pesawat pribadinya untuk pulang ke Indo." titah syabil dengan wajah garangnya bahkan reza sendiri sudah tidak bisa menenangkan syabil jika sudah menampilkan ekspresi untuk membantai semua orang yang dihadapannya.
Yah syabil menerima foto dari orang suruhannya yoshi ketika yoshi sedang memegang tangan kanzha dengan mesra, dan itu berhasil membuat syabil naik pitam melihatnya. Ia tidak ikhlas dan tidak sudi jika istrinya dipegang oleh lelaki sepicik yoshi.
"Tunggu pembalasanku ketika aku sudah sampai di Indo, aku akan membuat semua perusahaanmu akan berada di genggamanku, dan akan membuatmu menjadi gelandangan!" ucap syabil dengan senyum devilnya, sedangkan reza hanya menelan ludah kasar ketika temannya sudah berubah menjadi sosok syabil yang dahulu.
...***Bersambung***...
Para readers ada yang tahu kelanjutannya gimana??😂 kalau tahu coba koment di bawah yahh.... saranghaeo Yeorobunn~🤗
@Terraikaka
__ADS_1