
Sesampainya rigas dan kanzha di dalam ruang pertemuan, semua para dewan direksi sangat ricuh membahas tentang dana yang hilang itu.
"Semuanya harap tenang!!!" intruksi rigas dengan suara yang lantang dan seketika para dewan direksi berangsur-angsur tenang.
"Saya mohon para dewan direksi semuanya harap tenang dan dimohon jangan memperkeruh keadaan. Kita semua berkumpul disini untuk membahas bagaimana ca...."
"Halah kamu hanya sekretaris saja jangan sok-sokan kamu, asalkan kamu tahu yah perusahaan akan bangkrut dan kita semua juga tidak mau ikut-ikutan bangkrut lah .Maka dari itu kita semua sudah sepakat untuk menjual saham yang kita tanam di perusahaan ini" selat salah satu dewan direksi
Kanzha yang sangat geram karena perkataannya belum juga rampung namun sudah diselat duluan ala bajai.
"Pertama-tama ini perkenalkan terlebih dahulu tuan Rigas Sanjaya Putra putra kedua tuan husain yang akan menggantikan posisi CEO sementara yang kosong dikarenakan tuan Syabil masih ada urusan di Milan" ucap kanzha sambil menunjuk ke rigas dengan hormat
"Perkenalkan saya rigas, saya akan menggantikan posisi CEO selama kakak saya berada di Milan"
"Oke tuan Rigas, bagaimana cara anda untuk menyelesaikan permasalahan ini"tanya salah satu dewan direksi
"Untuk para dewan direksi, saya harap semuanya jangan gegabah agar kita masuk kedalam perangkap mereka, Kita semua pasti bisa berfikir secara logis bahwa masalah ini tidak timbul dengan sendirinya melainkan ada seorang yang sedang berkolusi untuk menjatuhkan perusahaan kita. Maka dari itu kita semua harus saling mensuport agar bisa menyelesaikan masalah ini!" tegas rigas
"Tuan Rigas yang terhormat, kata-kata anda memang sangat bagus dan saya sangat tersanjung namun keadaan kita saat ini sudah diambang kehancuran bagaimana kita bisa tidak cepat mengambil keputusan sementara hidup kita bergantung pada perusahaan ini. Jika perusahaan ini bangkrut maka kita juga akan bangkrut!!"
Brakkk ...!! kanzha melemparkan sebuah map di tengah-tengah meja dewan direksi dan memberikan tatapan tajam kepada dewan direksi yang menyelat tadi.
__ADS_1
"Ini adalah bukti, kecurangan kalian dalam mengambil dana di perusahaan. Jika kalian masih tetep kekeh untuk menjual saham kalian di perusahaan ini maka bukti ini juga akan jatuh ke tangan polisi !! " ucap kanzha tegas dengan raut wajah yang bengis sehingga para dewan direksi takut melihatnya
"Oh kamu hanya sekretaris kecil namun kamu sudah berani mengancam kita, Jangan mimpi kamu!!"
"Maaf tuan, jangan pernah meremehkan jabatan seseorang, meskipun saya hanya sekretaris junior namun juga bisa membuat kalian para dewan direksi agar tidak menjual saham kalian!" balas kanzha
"Jangan harap kamu bisa mengancam kita!!"
"Oh ya kenapa saya tidak bisa, kalian semua lihat lah berkas² yang ada di hadapan kalian maka kalian akan tahu jawabnya!" titah kanzha dan semua par dewan direksi menjadi gugup bahkan ada yang sampai berkeringat dingin melihat berkas dihadapan mereka yang menunjukkan kecurangan dalam pengambilan dana keuntungan di perusahaan.
"Asal kalian semua tahu, tuan syabil sudah mengetahui kelakuan korup kalian, apabila kalian tidak bisa bekerjasama demi kebaikan perusahaan maka saya sudah tidak segan-segan lagi terhadap kalian!!" ucap kanzha dengan lantang hingga semua para dewan direksi mati kutu di buatnya
"Berikan kami waktu 6 hari untuk menyelesaikan masalah ini dan selama itu juga jangan pernah membahas mengenai penjualan saham kalian itu !" ucap kanzha lagi
"Baik tidak masalah"jawab kanzha dengan entengnya
Rigas yang mendengan persetujuan kakak iparnya langsung kaget dan berbisik kepadanya "Kak, apa kakak yakin ? Ini terlalu beresiko!" tutur rigas sambil memikirkan keputusan kakak iparnya tadi.
"Sudah kamu jangan khawatir, kita pasti bisa menyelesaikan masalah ini" jawab kanzha dengan senyuman dan mengedipkan matanya
__ADS_1
"Baiklah rapat dibubarkan, dan kalian harus memegang janji kalian bahwa selama 6 hari ini kalian jangan mengotak atik mengenai saham di perusahaan Sanjaya Group's" tutur rigas dengan tegas .
Setelah semua dewan direksi meninggalkan ruang rapat itu, tubuh kanzha langsung sempoyongan dan tangannya bertumpu pada meja ruang rapat tersebut.
"Kakak tidak papa ? kenapa kakak langsung sempoyongan, tadi aja sewaktu rapat tampang kakak lebih sangar dari pada tampang mereka hahaha" ucap rigas
"Kamu itu yah,... tadi kakak hanga akting saja. Sapa yang tidak takut melihat tampang bengis² dari dewan direksi kayak Voldemort yang siap menelanku hidup-hidup" jawab kanzha
"Wahh kakak memang cocok kalau jadi aktris deh.. aktingnya meyakinkan banget, aku aja langsung takjub melihat akting kakak tadi !"
"Sekarang ayo kita kembali ke ruanganmu dan kamu coba hubungi kakak kamu dan ayah untuk memberitahukan masalah ini" titah kanzha ke rigas
"Baik kak"
...*** Bersambung ***...
Hai hai para readers jangan lupa tetep dukung author yah biar tetep semangat update nya .... tank you all~~ 😘
salam hangat dari Author @Terraikaka
Kanzha
__ADS_1
Rigas