
Yoshi langsung menampar pipi susan didepan umum dan ia berkata "Kita putuskan saja pertunangan ini!!" ucapnya ke susan sambil langsung mengikuti polisi.
"Ja...jangan putuskan hubungan kita sayang. Aku tidak mau... aku sangat mencintaimu kak yoshii..." histeris susan sambil menangis tersedu-sedu.
Namun yoshi hanya mengacuhkannya saja.
***
Akhirnya permasalahan di perusahaan sanjaya telah selesai dan dapat dipetik sebuah makna yaitu dari krisis tersebut bisa menjadi sebuah peluang kesuksesan asalkan kita yakin dan berusaha bisa mengatasi permasalah tersebut.
"Reza kamu bereskan sisanya!" titah syabil
"Siap tuan" jawab reza
"Kakak mau kemana?" tanya rigas ke syabil
"Kakak mau ke rumah sakit, untuk menjemput kanzha karena ia sudah diperbolehkan pulang."
" Ohh... aku ikut juga kak" Balas rigas cepat
"Aku juga ikut." timpal Dafi juga
"Baiklah ayo kita ke rumah sakit sekarang"
"Hmm" jawab dafi dan rigas.
***
Syabil, Rigas dan dafi sudah sampai di rumah sakit dan mereka bertiga langsung ingin menuju ke ruang inap kanzha dan kebetulan syabil melewati taman dan ia tidak sengaja melihat istrinya itu berkumpul bersama beberapa orang dan ia meneliti ada seorang lelaki yang selalu menatap istrinya dengan tatapan memuja dan syabil tidak menyukai itu, tanpa banyak fikir lagi ia langsung menghampiri istrinya itu.
"Kita ke sana" ucap syabil dingin dan dadi serta rigas mengikuti arah pandang syabil dam mereka berdua hanya bisa saling tatap dan hanya menelan ludah saja semoga saja orang yang didepannya ini tidak membuat kegaduhan. Karena jika seorang syabil sudah dilanda cemburu maka ia sangat memungkinkan melakukan suatu hal yang ada diluat nalar manusia.
"Ahemmm" dehem syabil keras dan sontak ia menjadi pusat perhatian dari semua orang yang sedang berkumpul saat itu.
__ADS_1
"Ehhh tuan syabil ?? sudah selesai rapatnya? terus bagaimana hasilnya ?? apakah mereka tidak jadi menjual saham mereka ke perusahaan Ericsson ?? Tuan syabil sudah menerima email dari perusahaan ICBC kan?? mereka menerima tawaran kerja sama kita" Nyerocos kanzha ke syabil karena ia begitu bahagia bahwa perusahaan sekarang sudah baik-baik saja dan dimata semua orang bahwa tingkah kanzha itu sangat lucu dan membuat mereka tertawa
"Kamu ini nanya atau lagi data sensus penduduk? banyak amat. Sekalian kamu list aja semua pertanyaan yang ada di otak kamu itu" jawab syabil dan ia tidak suka dipanggil istri kecilnya itu dengan sebutan tuan namun ia harus mengalag demi keinginan istrinya itu
"Tuan... pertanyaan di dalam otakku itu sangat banyak bahkan aku yakin sebuah buku tidak akan muat untuk melist daftar pertanyaan di otakku " jawab kanzha cemberut
"Oh ya... memangnya apa yang bisa difikirkan oleh otak kecilmu itu ?" ucap syabil sambil mensejajarkan pandangannya dengan kanzha
"Mmm apa saja asalakan itu masih dibatas kewajaran!" jawab kanzha cepat
"Apakah kalian berdua sedang diajang adu debat?? Kenapa tidak ada yang mau mengalah??" tanya cici heran
"Hehehe sudah biasa" jawab kanzha sambil menyegir kuda
"Hari ini kata dokter kamu sudah diperbolehkan untuk pulang" jelas syabil
"Oh yaa,... yesss horeee aku sudah bosan dirumah sakit terus" sorak kanzha riang
Sontak syabil langsung menjabat tangan pak fadhil sambil mengucapkan trimakasih telah menerima tawaran kerjasamanya.
"Trimakasih anda telah menerima kerja sama dengan perusahaan kami" ucap syabil ke pak fadhil
"Iya semoga saja keputusanku ini tepat, dan tolong kirim ulang proposal kerjasamanya yang sesuai dengan penjelasan nak kanzha ini tadi".
Sontak syabil langsung menoleh ke arah istrinya itu dengan bingung namun istrinya itu malah hanya nyengir saja.
"Iya kak tadi itu kak kanzha menerangkan semua isi proposal kita dengan baik ke pak fadhil dan pak Fadhil pun langsung tertarik dengan penjelasan kak kanzha tadi" jelas mikha
"iya benar,... kamu sangat beruntung memiliki pegawai yang cerdas seperti dia " ucap pak fadhil ke syabil sambil menepuk pundak syabil pelan
"Hehehe om ini bisa saja" balas kanzha dengan senyuman
"Kamu ini masih belum pulih, namun ada saja tingkahmu itu. Namun aku sangat berterimakasih"gemas syabil ke istrinya itu sambil mencubit kedua pipi kanzha dengan gemas dan itu tak luput dari pandangan seorang pemuda yang merasa hatinya sakit melihat kedekatan antar syabil dengan kanzha.
__ADS_1
"Sebenarnya apa hubungan mereka berdua ??" tanya farel dalam hati
"Yasudah tuan fadhil dan sekeluarga saja izin pamit untuk membantu sekretaris saya untuk kepulangannya" pamit syabil ke pak fadhil
"Wah tuan syabil ini sangat pengertian sekali terhadap karyawannya" balas pak fadhil smabil tersenyum
Namun syabil hanya menampilkan senyumnya itu dan bersiap untuk mendorong pergi kursi rodanya kanzha namun...
"Tunggu !!! Kak kanzha bolehkan feby meminta no kakak. Feby ingin mendengar pendapat kakak tentang lagu baru nanti yang telah Feby buat" ucap feby dengan memohon
"Baiklah gadis cantik.. ini no nya kakak... Jika kamu ada apa-apa segera hubungi kakak yahh, jangan sungkan-sungkan lagi hehee, dan ingat kamu harus rutin menjalani pengobatan agar penyakit kamu cepat sembuh yahh" ucapnya kanzha sambil mengelus lembut surai feby.
"Baik kak" jawab feby semangat
Pak fadhil bu yuli dan farel melihat interaksi antara feby dengan kanzha sangat terharu karena mereka bisa melihat putri bungsu dan adiknya tersenyum kembali.
"Yasudah kakak pamit dulu yah"
"Iya kak"
Cici mikha rigas dafi syabil dan khanzha pun berpamitan kepada mereka berempat. Ketika syabil sudah siap mendorong kursi roda istrinya itu tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang dan berucap
"Syabil aku kembali". ucap wanita itu sambil memeluk erat tubuh tegap syabil.
...***Bersambung***...
Hai para readers maaf kemarin author nggak up soalnya neneknya author masuk rumah sakit. Para readers tolong doakan neneknya author yah semoga lekas sembuh...🙏🏻
Thank you for all~💗
#Terraikaka
__ADS_1