Aku Bukan Dia! I'Am Not Him

Aku Bukan Dia! I'Am Not Him
Di Mall


__ADS_3

Keesokan harinya kanzha pun izin tidak masuk kantor karena ia ada janji dengan cici untuk pergi ke mall dengan mikha dan dafi. Tapi sebelum berangkat kanzha pun tidak lupa untuk menyiapkan semua keperluan suaminya yang sekarang menjadi rutinitasnya. Setelah kanzha selesai memasak dan menuju ke kamarnya untuk membangunkan syabil dan ternyata syabil sudah bangun dan baru selesai mandi, yang hanya membelit pinggangnya dengan handuk dan menampilkan dada bidang serta perut sixpack syabil yang membuat kanzha tak berkedip melihatnya.


Syabil yang menyadari bahwa istri kecilnya itu sedang melihatnya tanpa berkedip hanya menyunggingkan senyum dan mendekati kanzha.


"Sudah puas sayang melihatnya??" ucap syabil di telinga kanzha


"Hah eh m..mas syabil" kanzha yang sangat malu bahwa terpergok suaminya yang sedang melihat nya tanpa berkedip menjadi gugup dibuatnya


"Kamu sedang mengagumi tubuhku yah ??" goda syabil


"Hah apaan sih mas,... sudah kamu kamu pakek baju dulu yang sudah aku siapin di kasur, aku mau mandi dulu" ucapnya langsung ngibrit ke kamar mandi


Syabil hanya tertawa melihat tingkah malu-malu istrinya itu. Padahal ia sudah melihat semuanya tetapi masih saja malu. "Dasar rubah kecil ada-ada aja tingkahnya" sambil tersenyum mengingat kembali ekpresi wajah kanzha yang sangat lucu itu.


Sedangkan kanzha yang sudah di dalam kamar mandi pun menenangkan detak jantungnya yang sudah menggila "Dasar bodoh bodoh bodoh kamu kanzha !!! malu-maluin saja sihh... pasti nanti canggung deh ketemu mas syabil" sambil menatap cermin dan sesekali memukul jidatnya menyesali akan perbuatannya itu.


Setelah selesai mandi dan berdandan ala kadarnya kanzha menatap pantulan dirinya di cermin bahwa penampilannya saat ini sudah bagus dan tidak terlalu mencolok juga.



"Ahh perfect" ucapnya sambil meninggalkan kamarnya dan menuju meja makan.


Syabil yang melihat istrinya turun dari tangga dibuat terpana olehnya. Ia akui bahwa penampilan istri kecilnya saat ini dibilang polos dan sederhana tapi sangat fresh dan elegan bahkan tergolong imut dengan memakai topi beret warna coksu itu yang terlihat sangat pas dipakainya.


Kanzha yang ditatap oleh suaminya itu sangat heran dan menanyakan penampilannya saat ini.


"Mas apa ada yang salah dengan penampilanku saat ini?" tanya kanzha ke syabil


"Tidak, tapi kamu terlihat sangat cantik hari ini" ucapnya sambil cemberut


"Apa mas syabil tidak suka kalau aku cantik??" tanyanya sambil mengedipkan matanya menggoda suaminya itu


"Yah suka saja lah... bahkan aku sangat beruntung memiliki istri secantik dan sebaik kamu" sambil menarik kanzha untuk duduk di pangkuannya


"Namun aku juga tidak terima bahwa nanti istriku ini akan dilihat oleh banyak lelaki lain...inginku congkel matanya saja jika tidak bisa mengondikasikan mata mereka dengan menatapmu penuh minat." seru syabil kembali sambil memeluk kanzha dan menyenderkan kepalanya di ceruk leher kanzha


"Mas yang penting kan aku tidak merespon mereka, karena yang ada di hatinya seorang Kanzha Shakira Pratiwi hanya Syabil Sanjaya Putra seorang" jelasnya sambil memegang tangan syabil


"Benarkah itu??" jawab syabil sambil tersenyum senang mendengar perkataan istrinya itu.


"Iya mas. sudah ayo kita makan dulu. Nanti kamu terlambat lagi ke kantornya"


"Biarin saja kan aku bos nya"


"Tapi sebagai bos kamu juga harus menjadi contoh yang baik bagi karyawan kamu mas"


"Iya iya istriku, Sekarang ayo kita makan"


Kemudian kanzha duduk di kursinya sambil mengambilkan syabil makanan dan mereka pun menikmati makanan mereka dengan diselangi obrolan ringan dan candaan syabil ke kanzha.


Disela sela mereka menikmati makanan datanglah mikha untuk menjemput kakak iparnya itu dan ternyata mereka masih makan.


"Hallo kak" sapa mikha ke kanzha dan syabil


"Hai juga mik,.. kamu sudah sarapan ? kalau belum ayo sini kita sarapan bersama" ajak kanzha ke mikha


"Wah rejeki anak Sholehah ternyata dan kebetulan mikha belum sarapan kak" ucap mikha bahagia sambil melihat banyak makanan yang tersedia di atas meja


"Memangnya mama nggak masak mik?" tanya syabil

__ADS_1


"Yah masak lah kak... kan mikha tadi bangunannya kesiangan jadinya gak sarapan deh"


"Dasar kamu itu selalu saja kalau di bangunin mesti molor kayak kebo" ucap syabil ke mikha


"Ehh kakak tega banget sihh ngatain adik sendiri yang paling cantik ini kayak kebo. Emang ada kebo secantik aku apa??"


"iya itu kamu lah"


"Ihhh kak syabil jahat banget sihh, awas aja nanti malem aku pastiin kakak gak dapet jatah dari kak kanzha!!" ucap mikha ke syabil dengan sinis


"Uhuk uhukk uhukk... apa kamu bilang?" Syabil yang mendengar perkataan adiknya itu langsung tersedak makanan yang ada di mulutnya


Kanzha yang melihat suaminya tersedak langsung memberinya minuman "Mas kalau makan hati-hati dong, kog bisa sampai tersedak sih"


"Iya ini gara-gara adik ipar kamu tuh yang nyebelin"


"Enak aja ngatain mikha nyebelin,... kak rigas tuhh yang super duper powerr nyebelin!!"


"Kamu tidak akan bisa mengambil jatah kakak dari kakak iparmu yah!" ucap syabil sambil memberikan peringatan ke mikha


"Kata siapa tidak bisa...liat saja nanti malam hehhe" ucapnya sambil tersenyum sambil membayangkan kakaknya akan memohon-mohon ke dirinya


"Ingat mikha kalau kamu ngelakuin hal yang aneh-aneh... kakak akan kirim kamu ke alaska sekalian jadi penghuni tetap disana" ancam syabil


"Huhhh... gak akan bisa. Masih ada ibunda ratu yang selalu belain mikha wekk"


Kanzha yang menyaksikan perdebatan antara suamianya dan adik iparnya itu dibuat geleng-geleng kepala pasalnya mereka sudah seperti bocah esdeh ketika sedang berdebat dan tidak ada yang mau mengalah.


"Sudah kalian berdua mau ngelanjutin makannya apa mau terus berdebat yang tak kunjung usai??" peringat kanzha ke syabil dan mikha


"Iya kak"


"Iya sayang"


***


Di mall kanzha dan mikha sudah bertemu dengan cici dan dafi.


"Hai ci, hai daf" sapa kanzha ke cici dan dafi


"Hai juga nza" jawab cici dan dafi


"Hai calon kakak ipar dan hai juga kobokan Fir'aun" sap mikha ke cici dan dafi


"Kamu ini apa-apan sih mikha... aku dan kakak mu hanya berteman saja kog" ucap cici sambil tersipu malu


"Yang benerr nihh..... teman tapi mesra kann" goda mikha ke cici sambil menaik turunkan alisnya


Mendengar godaan dari mikha membuat ia teringat kembali dengan kejadian waktu cici diantar pulang oleh rigas pada pesta perayaan wisuda kanzha


#Flash Back onn


"Apa aku gk ngerepotin kak rigas ?" tanya cici ke rigas.


"Ngerepotin apaan ... yah nggak lah. Tiada kata merepotkan untuk kamu tau." jawab rigas kemudian membukakan pintu mobilnya untuk cici


"Makasih kak"


"Hmm" jawab rigas sambil tersenyum

__ADS_1


Setelah rigas sudah masuk ke dalam mobil ia mengambil sebuah kotak berwarna hitam yang dilapisi kain beludru



"Ini hadiah khusuh untuk kamu ci, Happy Graduation yah!" ucap rigas sambil menatap cici sambil memberikan hadiahnya


"Wahh kak.... Kalungnya bagus banget, trimakasih yah... kak rigas seharusnya tidak usah repot-repot memberikan hadiah juga"


"Sudah gapapa... sini aku pakaikan"


Kemudian rigas memakaikan kalungnya ke cici dan berkata


"Cantik"


"Wahh iya kak kalungnya sangat cantik" jawab cici sambil menatap kalung pemberian rigas kepadanya sambil tersenyum bahagia


"Orangnya juga"


"Haaa apa kak??" kaget cici dengan jawaban rigas


"Kamu dan kalungnya sama-sama cantik" ucap rigas


Mendengar perkataan rigas, cici tersipu malu dan jantungnya berdetak kencang. Sudah banyak lelaki yang memujinya cantik manis imut dll namun hanya pujian dari rigas lah yang membuat hatinya berdebar-debar.


#Flash back off


"Sudah sebaiknya kita harus cepat membeli kado buat feby ladies... dari pada nanti telat" ucap dafi ke 3 gadis itu


"Heii kobokan Fir'aun kamu lagi pms yah... kog sensi amat" ujar mikha


"Aku lagi nggak mood untuk berdebat yah mikh" tegas dafi dengan wajah yang dingin



Mendengar perkataan dafi yang tegas dengan tatapan yang tajam ke mikha membuat mikha sedikit takut kepadanya. Karena baru kali ini dafi berbicara dingin ke mikha karena biasanya ia selalu tersenyum walau mikha sedang mengejek atau berdebat dengan dafi.


"M...maaf" jawab mikha ke dafi sambil menundukkan wajahnya karena ia tidak berani menatap mata dafi



"Dafi kamu ada masalah apa?? cepat ceritakan ke kita, jangan kamu berbicara seperti itu ke mikha" ujar cici


"Iya dari aku datang wajah kamu mendung terus, kalau ada suatu hal yang membuat fikiran kamu kacau kamu bisa diskusikan dulu ke kita daf, kita ini sahabat kamu" ujar kanzha ke dafi


Dafi yang merasa bersalah pun menghela nafas dan meminta maaf ke mikha.


"Mikh,.. aku minta maaf yah sudah berbicara seperti itu ke kamu, karena ada suatu hal yang mengganggu fikiranku, kamu mau kan memaafkan aku?" ucap dafi tulus ke mikha


"Mmm iya gapapa" jawab mikha gugup


Dafi yang melihat ekspresi mikha gugup sangat lucu dimatanya dan membuat beban yang ada di fikirannya sedikit menghilang karena biasanya ekspresi mikha sangat judes dan kadang petakilan jika bersamanya, beda dengan yang saat ini ksrena baru pertama ini dafi melihat ekspresi mikha seperti itu.


"Hmmm menarik" ucap dadi dalam hati sambil terus menatap mikha


***Bersambung***


Hai readers maaf yah author telat up nya...


Karena author lagi sibuk buat soal ujian akhir semester 📝. jangan lupa tetap dukung author dengan like koment dan share sebanyak banyaknya.

__ADS_1


Karena like nya masih sedikit padahal pembacanya lebih dari 2ribuan membuat author radak sedikit kurang semangat up ceritanya. Banyakin yah likenya karena like kalian sangat berarti buat author.


see you next time readers ~😘


__ADS_2