Aku Bukan Dia! I'Am Not Him

Aku Bukan Dia! I'Am Not Him
Feby & Farel


__ADS_3

Syabil mendorong kursi roda kanzha untuk mengelilingi taman rumah sakit yang begitu rindang dan sangat sejuk udaranya sambil membalas semua celotehan istrinya dari yang tidak jelas sampai yang paling absurd sendiri dan itu membuat mereka tertawa bahagia dan sejenak melupakan masalah yang mereka hadapi saat ini.


"Syabil aku haus,.."rengeknya ke syabil


"Yasudah ayok kita cari minum dulu" sambil mau mendorong kursi rodanya kanzha


"Eh kamu sendiri saja aku nunggu disini, aku sangat betah di taman ini"


"Nanti kalau kamu kenapa-kenapa gimana?"


"Aku gak akan kenapa-kenapa lagian ini kan masih diwilayah rumah sakit, kalau ada apa apa aku bisa teriak dan semua orang bisa menolongku" ucap kanzha


"Baiklah kamu tunggu disini jangan keluruyuran, biar aku tidak susah mencari kamu" ucap syabil


"Hmm oke!"


***


Ketika ia menikmati pemandangan pepohonan yang rindang sambil menunggu suaminya yang tak kunjung datang tiba-tiba ia mendengar petikan suara gitar yang sangat merdu, tanpa berfikir panjang kanzha langsung menghampiri sumber suara tersebut.


"Wah melodi gitar ini bagus banget,... ini juga syabil beli air di planet mars kali yah kog lama amat sihh dari tadi gak nongol-nongol, ah bodo amat aku samperin aja keburu rasa penasaranku menjadi-jadi !" gerutu kanzha dan menjalankan kursi rodanya menuju ke suara gitar tersebut.


"Wahh ternyata anak cewek yang memainkan gitarnya dan ia juga seorang pasien sama sepertinya, tapi kenapa aku merasa di setiap melodinya mengandung rasa kesedihan yah" gumam kanzha dalam hati


Dan si anak remaja perempuan itu menyadari ada seseorang wanita cantik yang memperhatikannya dari tadi dan berkata


"Apa aku mengganggu ketenangan kakak?" ucap anak remaja itu


"Oh tidak kog, aku mendengar suara petikan gitar kamu merdu sekali tapi kenapa disetiap melodinya aku merasa ada rasa kesedihan yang mendalam?" tanya kanzha


"Bagaimana kakak bisa merasakannya?"


"Yah kakak kan hobby juga sama musik, jadi tahu sedikit sedikit sih hehehe" jawab kanzha


"Oh ya, apa kakak bisa memainkan gitar?"


"Tentu dong,.. dan kakak bisa juga bernyanyi walau gak bagus bagus amat sih" ucap kanzha


"Apa aku boleh mendengar nyanyiannya kakak?" tanya gadis itu dengan wajah yang pucat namun masih manis dimata kanzha


"Oke, tapi kalau jelek jangan diketawain yah.."


Kemudian kanzha mengambil gitar yang dipegang oleh gadis itu dan memainkan sebuah lagu yang cocok untuk gadis di depannya ini


~Ost Drama China Love Scenery- When Was Eighteen~


Ah Baby


Gadis itu mengangkat bahu dan menjatuhkan bunga


Bocah nakal itu menyiram kembang api


Momen paling mempesona di saat paling tersesat Nyanyikan lagu paling keras di malam tergelap


Cinta, diam-diam bersembunyi di hatiku


Juga berpura-pura menghindar


Aduh, saya terlihat tanpa banyak usaha


Beranilah Delapan belas tahun Jalankan bersama di negara anak muda

__ADS_1


Hitung setiap bintang di langit malam Apakah dia kesepian atau bahagia


La la la la la la la la la


Bahkan jika hujan Kesal kegigihan di wajah kita Hati yang basah kuyup masih terasa panas Lupakan semua kekhawatiranmu


La la la la la la la la la


Tak terkekang


Saya ingin menjadikan mimpi sebagai kuda


Saya ingin hidup sampai masa muda saya Ingin tumbuh besar seperti ini


Delapan belas tahun Jalankan bersama di negara anak muda Hitung setiap bintang di langit malam Apakah dia kesepian atau bahagia


La la la la la la la la la


(Coba kalian dengerin lagunya di YouTube pasti kalian akan jatuh cinta deh kayak author wkwkwk🤣 itu ost drachin love Scenery, lagunya dan dramanya author syukaaa sekaleee.... siapa nih para readers yang sudah nonton drama love Scenery koment dibawah yahh🤭)


Ketika kanzha selesai bernyanyi dengan suara merdunya, anak remaja itu tiba-tiba langsung memeluknya dan menangis sejadi-jadinya di pelukannya, kanzha yang mengerti anak suasana anak remaja ini langsung membalas pelukannya kan mengusap lembut kepalanya dan berkata


"Sudah semuanya akan baik-baik saja, kamu harus tegar mengahadapi semua masalah yang ada didunia ini. Karena dimasa muda ini adalah masa-masa yang sangat penting bagi semua orang dan kita harus menggapai semua keinginan kita di masa muda ini agar kelak ketika kita sudah dewasa atau sudah menua maka tidak ada sakalipun terucap kata penyesalan" ucap kanzha dengan lembut


"Tapi aku tidak akan bisa menggapai semua mimpi-mimpiku kak di masa mudaku hiks hiks hiks". jawab gadis itu


"Kenapa tidak bisa, ingat tidak ada kata tidak bisa sebelum kita mencobanya dengan kemampuan kita" tutur kanzha sambil menghapus air mata gadis itu.


"Itu semua gara-gara penyakitku ini kak, aku divonis dokter memiliki penyakit kangker darah dan kemungkinan hidupku tidak akan lama lagi kak" ucap gadis itu dengan penuh kesedihan


Kanzha yang mendengar itupun turut merasakan kesedihan yang mendalam di hati gadis itu, bagaimana tidak anak seusianya mungkin sudah merasakan awal-awal indahnya jatuh cinta, bersenda gurau dengan teman temannya dan juga bisa meraih semua impiannya, namun itu semua terhalang oleh penyakitnya.


"Hei gadis manis dengarkan ucapan kakak, meskipun kamu telah divonis memiliki penyakit kangker darah namun kamu masih bisa menggapai impianmu sebagai seorang musisi yang hebat, itu tergantung dengan keteguhan tekad kamu apakah kamu ingin menyerah dengan kehidupan yang singkat ini demi penyakit yang kamu derita saat ini atau berjuang keras untuk menyembuhkan penyakit ini dan menggapai semua impianmu, turutilah apa kata hati kecilmu itu, maka kamu akan menemukan jawabannya yang kelak akan membuatmu bahagia" ucap kanzha kepada anak gadis itu


"Baiklah,... oh ya nama kamu siapa gadis manis?" tanya kanzha


"Oh ya kak lupa aku sampai tidak berkenalan dulu, namaku Feby kak" ucapnya sambil mengulurkan tangan


"Wah naman yang manis seperti orangnya, perkenalkan nama kakak kanzha" sambil menjabat tangan gadis itu


"Wah nama kakak juga keren kayak orangnya hehee.."


"Ah kamu bisa aja"


"Oh ya kakak habis kecelakaan yah?" tanya feby yang melihat kepala kanzha yang masih diperban dan naik kursi roda


"Oh iya hanya kecelakaan kecil saja" jawab kanzha sambil tersenyum


Dan tiba-tiba datanglah seorang pria yang menghampiri feby dan itu adalah kakaknya.


"Feby kamu ini kemana saja, kakak cari dari tadi sampai mengelilingi rumah sakit ini tahu gak!!" ucapnya sambil ngos ngosan


Kanzha melihat pria itu sepertinya tidak asing dan pernah bertemu dengannya tapi kapannya kanzha tidak ingat.


"Maaf kak, tadi feby keasikan berbincang dengan kak kanzha sampai lupa kembali ke kamar. Dan feby mau rutin mengikuti pengobatan kak biar feby cepet sembuh dan bisa menjadi musisi yang hebat" ucapnya dengan penuh semangat


"Syukurlah akhirnya kamu mau mengikuti pengobatan" ucapnya dengan penuh haru sambil mengusap lembut kepala adiknya itu.


"Iya kak, ini semua berkat kata-kata kak kanzha dan nyanyiannya yang membuatku menjadi semangat untuk sembuh" sambil menoleh ke kanzha dan kanzha hanya tersenyum saja


"Kamu yang di perusahaan Sanjaya Group's itu kan, yang tidak sengaja tertabrak olehku di loby?" ucap pria itu

__ADS_1


Kanzha baru ingat dan ia menganggukkan kepalanya.


"Perkenalkan namaku farel dan ini adalah adikku Feby" ucapnya


"Iya perkenalkan juga namaku kanzha"


" Wah ternyata kalian sudah pernah bertemu yah, itu berarti kalian berjodoh nii yeee ..." goda feby


"Kamu bicara apa sih feb, emm nona kanzha tolong jangan masukkan ke dalam hati yahh ucapan adikku yang bandel ini" ucap fery canggung


"Hehehhee iya santai saja" jawab kanzha sambil tersenyum


***


Cici mikha dafi dan rigas sudah bersama-sama pergi ke rumah sakit untuk menjenguk kanzha setelah menerima pengusiran dari syabil kemarin setelah membelikan perlengkapan yang dibutuhkan selama di RS dengan alasan biar kanzha istirahat dulu dan tidak boleh ada mengganggunya


" Hei itu bukannya kanzha ya ...!" ucap cici sambil menunjuk ke arah kanzha


"Oh iya betul itu kak kanzha" timpal mikha


"Wah tapi sama siapa itu,... kog ganteng banget sihh.. kalau di RS ketemu cowok seganteng itu aku juga betah di RS "ucap cici sambil terus memperhatikan farel


Rigas yang mendengar cici memuji cowok lain di sampingnya merasa kurang suka dan langsung berdiri di hadapan cici.


"Ih apaan sih kamu gas, minggir napa !" ucap cici kesal sambil berusaha menyingkirkan rigas dari hadapannya namun usahanya sia-sia saja


"Hahaha kak rigas lagi cemburu tuk kak, takut gebetannya pindah ke lain hati, mendingan cowok ganteng itu buat aku aja " goda mikha dan terus menatap ke arah farel


"Dasar pinggiran sungai nil belum tentu jug dia mau sama kamu!" ucap dafi ke mikha


"Apaan sih kobokan Fir'aun, nyaut aja ala customer Servis!" ledek mikha


"Apa kamu bilang..??? berapa banyak julukan yang kamu berikan ke aku... apa kamu kurang puas??"


"Huhh... masih kurang dan kurang bangett... " Jawab mikha sambil terus melihat ke arah farel.


Rigas yang masih mematap terus ke cici tiba-tiba ia menemukan sosok kakaknya yang akan menghampirinya dan itu akan menjadi masalah jika kakak nya tau bahwa kakak iparnya sedang bersama dengan cowok lain


" Hei gaiss gawat... kak syabil mau ke sini !!"


"Haha mana" ucap cici mikha dan dafi serempak


"Wah gawat nih jika kakak kamu ngeliat kanzha sama cowok lain. aku jamin cowok itu akan kena bogemannya dan akan berbuat gaduh di rumah sakit ini" ucap dafi sambil mereka bertiga melihat kearah syabil dan kanzha bergantian


" Cepat kalian berdua bawa kakak ipar pergi dari sana dan langsung menuju ke ruang inapnya sedangkan kita akan menghadang kak syabil, mumpung kak syabil masih belum melihat kakak ipar" ucap rigas sambil menatap ke arah cici mikha dan dafi


"Oke" jawab mereka bertiga dan cici serta mikha menghampiri kanzha sedangkan rigas dan dafi menghampiri syabil.


...***Bersambung***...


Hai hai para readers jangan bosen bosen yah tetap stay di INH 💗😉


Jangan lupa like koment and share sebanyak banyaknya biar pembacanya juga banyak hehehe...😂


Ini visualny Feby dan Farel yah


Feby



Farel

__ADS_1



__ADS_2