
Setelah mereka makan bersama sekarang waktunya untuk bersantai . Untuk pak husain dan kedua putranya syabil dan rigas langusng pergi keruang belajar ayah mereka untuk membahas seputar bisnis . Sedangkan untuk Bunda wilna dan kanzha sedang membuat cake untuk camilan dan untuk mikha sendiri hanya sibuk mengrecoki mereka berdua selama di dapur.
"Sayang dari pada kamu mengrecoki mama sama kakak ipar kamu, mendingan kamu duduk diem di pantry aja deh. Nanti ini tidak selesai-selesai" tutur mama wilna ke mikha
"Iya iya mama, mikha minta maaf yahh" sambil memeluk bundanya dari belakang
"Kamu ini seperti anak koala saja, udah besar ahh masih nemplok² saja sama bunda. Apa gak malu kamu?"
"Ihh mama biarin napa. Malu sama siapa juga?"
Kanzha yang memperhatikan interaksi antara ibu dan anak tersebut dihatinya terbesit rasa iri karena ia juga sangat ingin memeluk mamanya saat ini.
Melihat menantunya yang cantik itu tiba-tiba bersedih pasti ia sedang merindukan ibunya juga dan seketika mama wilna lngsung memeluk kanzha dari depan sedangkan mikha dari belakang. Tanpa disadari para lelaki sudah turun dan melihat kejadian itu otomatis syabil dan rigas langsung saling tatap dan menuju mamanya juga untuk ikutan memeluk juga, syabil di sebelah kanan dan rigas disebelah kiri.
Mama wilna yang kaget tiba-tiba diserang juga oleh kedua putranya hanya bisa geleng-geleng kepala. "Dasar kalian semua itu yah!" ucapnya sambil tersenyum bahagia. Sedangkan Pak Husain hanya jadi obat nyamuk saja
"Ahemm ahemm" dehem pak husain keras
"Apaan sih papa ini mengganggu saja!" protes syabil
"Ehh dasar kamu itu udah punya istri sendiri malah peluk² istrinya ayah, sudah-sudah lepas semua kasian mama mu ini nanti bisa sesak nafas!"
"Bilang aja papa cemburu sama anak sendiri, karena gak ikutan dipeluk sama bunda hahaha" goda Mikha
"Iya si papa pelit amat sih sama anak sendiri!" timpal syabil
"Lheee kog papa yang sekarang dipojokkan sih,... mama belain papa dong" melas pak husain sambil memeluk istrinya
"Sudah-sudah kalian semua ini ada-ada saja. papa dan anak sama saja. Lebih baik kalian semua tunggu di ruang keluarga nanti bunda sama kanzha akan mengantarkan cake nya" tutur bunda wilna
"Siap Nyonya Besar !!!" ucap serentak pak husain, syabil, rigas, dan mikha sambil memberikan hormat kepada komandan mereka dan mereka berempat bubar bari barisannya seperti anak yang sedang belajar PBB ( Pelatihan Baris Berbaris )
Kanzha yang menyaksikan itu langsung tertawa melihat tingkah mereka ber empat layaknya seperti bocah SD.
" Hadehh.... bunda kadang² sampai dibikin pusing sama mereka berempat untung sekarang ada kamu zha!" sambil mengelus rambutnya kanzha
"Hehehe mama ini bisa saja, tapi mama pasti bahagia kan memiliki suami dan anak seperti mereka" balas kanzha dengan senyuman
__ADS_1
"Mama sangat sangat sangat beruntung memiliki mereka berempat dan juga memiliki kamu juga dong tentunya" balas bunda wilna
Setelah 15 menit akhirnya cake dan kue buatan mereka berdua selesai juga.
"Akhirnya selesai juga" ucap mama wilna
"Iya bunda, ayok segera kita antarkan ke mereka!" balas kanzha
"Iya sayang, untung mama dibantuin kamu yang pintar memasak dan buat cake"
"Hehehe mama bisa saja, ini semua kan kanzha pernah juga kerja di toko kue, makanya bisa memasak" balas kanzha
"Iya mama salut sama kamu, meskipun kamu anak dari orang terpandang tapi kamu ingin berusaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan kamu" puji bunda wilna ke kanzha
"Terpaksa karena keadaan ma hehehe"
" Emang dasar yah ibu dan saudara tiri kamu itu tidak berperasaan, mama jadi sebel sendiri memikirkannya !!"
"Sudahlah ma, yang lalu biarlah berlalu yang terpenting itu masa sekarang yang harus dijalani dengan sebaik mungkin" jawab kanzha
"Siap nyonya besar !!" sambil menirukan gaya dari pak husain dan anak-anaknya
Sontak kanzha dan mama wilna tertawa bersama.
***
Setelah itu mereka menyajikan camilan yang telah mereka buat di ruang keluarga.
"Wahhh mama, kak kanzha ini cake nya keliatannya enak banget nih, jadi ngiler ngeliatnya" ujar Mikha
"Kamu ini kalau soal makanan saja langsung no 1, kalau soal disuruh jadi asisten ayah aja jadi no ke 10" ujar papa husain
"Apaan sih pa... ini kan persoalan yang berbeda tau!" jawab mikha sambil merajuk
"Udah-udah ini camilan dan cake buatan mama sama kanzha dicicipi dong gimana nih rasanya" ujar mama wilna
__ADS_1
Syabil yang melihat Chocolate Truffe Cake tanpa disangka langsung mengingatkan kepada seseorang yang pernah singgah dihatinya. Dan itu membuat ekspresi diwajahnya yang mulanya hangat sekarang menjadi dingin kembali. Mikha yang menyadari itu sebenarnya tahu apa yang dipikirkan oleh kakaknya itu.
" Wah mama Chocolate Truffe Cake ini enak sekali, siapa yang buat ini ?" tanya rigas
"Ini kakak ipar kamu yang buatin "
" Nanti Rigas minta dibuatin lagi yah kakak ipar" mohon rigas ke kanzha
" okedeh" balas kanzha sambil mengedipkan matanya.
Syabil yang hanya diam saja tanpa memakan camilannya membuat kanzha heran " Mas, apa kamu gak suka sama kue buatanku?" tanya kanzha ke syabil. Yah karena didepan orangtuanya syabil kanzha memanggil syabil dengan sebutan Mas
"Enggak kog, sini kamu ambilkan" balas syabil.
****
Setelah mereka memakan camilan sambil bercengkrama mikha tiba-tiba mendekati kanzha dan berbisik kepadanya "Heii kakak ipar bagaimana hukuman kak syabil waktu itu apakah sukses??" tanya mikha penasaran
Kanzha yang mendengar bisikannya mikha sambil ketawa cekikikan dan menjawab "Sukses besar dong xixixixi"
"Mana mana aku mau lihat !"
"Oke bentar yah"
Mikha yang melihat foto kakaknya yang dihukum langsung tertawa keras dan semua orang berganti fokus ke mikha
" Hei mikha kamu sehat kan??" tanya rigas
"Yayalah sehat, kakak pikir aku sakit apa !!"
"Yaa mungkin otak kamu yang lagi sakit, tiba² ketawa sendiri" timpal rigas
"Niii lihat..!" ucap mikha sambil memperlihatkan foto syabil yang kena hukuman dari kanzha, sontak semua keluarga itupun langsung tertawa terbahak bahak.
Kanzha pun mendapat tatapan tajam dari syabil
__ADS_1
Dan kanzha pun hanya bisa membalas dengan cengiran kudanya khas milik syabil.