
"Kauu...!!!!" geram syabil dan ingin langsung menghajar makhluk yang ada di depannya ini dengan membabi buta tanpa ampun sedikitpun, karena ia tidak rela jika istrinya dimiliki oleh orang lain.
Sedangkan Aren x dan y tersenyum mencemooh syabil rigas dan mark.
"Sebaiknya kalian menyerahkan diri dan temani teman kalian di balik jeruji besi itu!!" sahut y
"Jangan harap !!"
★★★
Kemudian Aren menyuruh pengawal Khawirdzone untuk menangkap mereka bertiga dan otomatis baku hantam pun sudah tidak terelakkan lagi.
Ilmu bela diri syabil rigas dan mark sangatlah hebat, mereka bisa menumbangkan pengawal Khawirdzone dengan 3 kali serangan namun sayangnya mereka kalah jumlah dan itu sangat menguras tenaga mereka bertiga.
"Kak sebaiknya kakak pergi saja dari sini biar mereka urusan kami berdua. Pokoknya kak syabil harus bisa menemukan kak kanzha dan mengakhiri masalah ini !!" seru rigas sambil terus menghindari serangan dari lawannya.
"Iya bil, benar apa yang dikatakan rigas, lebih baik kamu temukan istrimu dahulu !", sahut mark
"Tapi bagaiman aku meninggalkan kalian berdua ? jangan bodoh kalian!" sentak syabil sambik terus fokus menyerang ke lawannya.
"Tenang aku sudah memanggil beberapa orang untuk membantu kita disini," ujar mark
"Iya kak, setelah urusan disini selesai kita akan menyusul kakak!" ucap rigas
"Baiklah kalau begitu, aku serahkan yang disini kepada kalian berdua yah," jawab syabil sambil pergi dari tempat itu dan itu dengan sepengawasan aren.
"Heee kamu jangan harap untuk bisa pergi dari sini!!" ucap aren sambil mengejar syabil namun sayangnya aren kalah cepat dengan syabil sehingga sudah tidak bisa menemukan jejak syabil.
"Sialll !!! kemana larinya orang itu !!! aku tidak akan membiarkan dia merusak rencanaku!!" geram aren sambil mengepalkan tangannya.
"Pengawalll ,...!!! perketat keamanan dan cari penyusup itu !! aku ingin dia ditangkap secepatnya. Dan malam ini harus menemukan dia!!" titah aren ke pengawal Khawirdzone
"Baik tuan muda aren, kami akan melaksanakan perintah anda!" jawab para pengawal karena ia tahu bahwa orang yang di depannya ini adalah calon menantu dari nyonya aiden otomatis mereka harus menuruti perkataannya juga.
Akhirnya penjagaan di seluruh kastil di perketat dan tim patroli bergerak untuk menangkap syabil namun dengan kecerdikannya syabil bisa mengelabui orang-orang itu. Ketika syabil sedang bersembunyi ia sedang melihat salah satu anggota patroli dan ia langsung membuat orang itu pingsan dan mengambil seragamnya sebagai penyamaran.
"Heii ngapain kamu di situ ?" tanya ketua patroli itu ke syabil
"Ohh tidak papa ku kira ada orang di sini tadi, tapi ternyata tidak ada!" jawab syabil
"Baiklah lanjutkan terus pencarian mu, kita harus segera menangkap penyusup itu sebelum matahari terbit!"
"Baik bos!" jawab syabil
Syabil terus berusaha mencari kamar istrinya dan akhirnya ia sudah menemukannya setelah bertanya dan melihat situasi dan kondisinya. Ia diam-diam masuk kamar istrinya lewat jendela dan untungnya jendela kamar kanzha tidak dikunci, sehingga ia bisa masuk dengan mudah.
Syabil melihat istri kecilnya tertidur dengan pulas yang membuat hatinya legah dan ia mendekati ranjang king size itu dan membelai lembut wajah istrinya yang sangat ia rindukan selama 3 hari ini. Waktu 3 hari saja serasa 3 tahun fikir syabil.
"Dasar istri nakal, suamimu sangat khawatir dengan keadaanmu tapi sekarang kamu sedang tertidur pulas disini" ucap syabil tersenyum dengan lembut sambil membelai wajah kanzha.
__ADS_1
Kanzha yang merasa ada yang menyentuh wajahnya langsung ia membuka matanya dan sangat terkejut sontak ia akan menjerit namun bibir mungil itu sudah dibungkam dengan ciuman panasnya syabil. Kanzha yang baru saja terbangun mencoba mengumpulkan nyawanya dan ia melihat orang yang menciumnya saat ini adalah suaminya yaitu syabil. Syabil terus mencium dan menyesap bibir merah jambu itu tanpa memberikannya jeda untuk meluapkan kerinduannya kepada kanzha. Begitu pula dengan kanzha, ia sangat bahagia bahwa suaminya sudah datang, kemudian kanzha mengalungkan tangannya di leher syabil seakan tidak ingin melepaskan ciuman tersebut. Namun paru-paru mereka masih membutuhkan pasokan oksigen dan syabil melepaskan ciuman itu dengan sangat tidak rela dan mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.
Syabil menatap dalam mata hitam indah milik kanzha yang sangat ia ridukan itu kemudian membawa kanzha ke dalam pelukannya. Syabil menelusupkan kepalanya di dalam ceruk leher kanzha dan menghirup aromanya dalam-dalam. Sungguh ia sangat merindukan istrinya itu. Jika suasananya saat ini mendukung maka ia akan melakukan penyatuan sekarang juga namun ia harus menahan hasrat itu kuat-kuat karena ada hal yang lebih penting lagi.
"Mas.... Aku merindukanmu,.. kenapa kamu baru datang?" tanya kanzha di dalam pelukannya syabil.
"Maafkan mas sayang,.. sangat sulit mencapai kamarmu saat ini, karena penjagaan sangat ketat!"
"Terus mas kesini dengan siapa?? apakah sendirian?" tanya kanzha dengan khawatir
"Tidak sayang, mas kesini dengan rigas reza dan mark" jawab syabil
"Terus kemana mereka??"
"Mereka semua mungkin sekarang telah ditangkap oleh black rose" sesal syabil
"Apa ?? bagaiman bisa ?? kalau kalian bicara bahwa suami dan teman aku maka kalian tidak akan ditangkap dan tidak akan mendapatkan perlakuan seperti ini mas," ucap kanzha khawatir sambil mengusap luka yang ada di dahi syabil.
"Maafkan anzha yang telah menyusahkanmu mas" ucapnya dengan sedih
"Heii sayang lihat mataku! kamu sama sekali tidak menyusahkanku, kamu adalah istriku dan sudah jadi tanggung jawabku untuk menjaga keselamatan mu zha," sambik memegang kedua sisi pipi kanzha.
"Kalau begitu ayo sekarang kita bebaskan mereka bertiga mas, mereka semua tidak akan berani macam-macam kepadaku," ajak kanzha berdiri namun tangannya masih ditahan oleh syabil
"Kamu jangan gegabah dulu zha, sekarang aku bertanya kepadamu dan jawab sejujur jujurnya," ucap syabil ke kanzha dengan wajah yang serius.
"Apakah kamu masih mencintaiku?" tanya syabil
"Haaa pertanyaan macam apa itu mas,.. apa perlu aku jawab ? apa selama ini kamu meragukan perasaanku?" jawab kanzha sedih
"Heii aku tidak meragukan perasaanmu denganku sayang, aku hanya memastikan saja,"
"Aku sangat sangat dan sangat mencintaimu Syabil Putra Sanjaya, kamu adalah pria terakhir dalam hidupku, dan kamu juga adalah sandaranku dan tempatku untuk berpulang. Jika disini tidak ada kamu maka ini juga bukan rumahku karena keberadaanmu sangat penting bagiku, meskipun kamu terkadang sedikit ngeselin sih hehehe " ucap kanzha sungguh sungguh
Syabil yang mendengar perkataan kanzha sangat bahagia dan hatinya sudah yakin bahwa istrinya itu tidak akan menghianatinya.
"Oke aku akan memegang perkataanmu sayang. Sekarang aku tanya kamu besok ada acara apa di kastil ini?" tanya syabil
"Oh besuk ada acara penyambutanku" jawab kanzha polos.
"Selain itu?"
"Mmm tidak ada hanya itu saja yang kutahu,"
"Kamu yakin??" ucap syabil memastikan
"Iya lah mas, memangnya ada acara apa lagi sihh??" tanya kanzha kepo ke syabil
"Pernikahanmu" jawab syabil cuek
__ADS_1
"Hahahaa yang benar saja kamu mas,.. aku mau nikah sama siapa juga. kan aku sudah nikah sama kamu. emangnya kita mau nikah 2 kali apa ?? ada-ada aja kamu itu." elak kanzha
"Kamu akan dinikahkan dengan aren" ucap syabil dingin
"Haaa yang benar kamu mas.. kenapa aku tidak di beri tahu?? Ada apa sebenarnya ini. Aku harus minta kepastian dengan bunda sekarang juga. Pernikahan ini harus dibatalkan karena aku sudah menjadi istri sah kamu mas. Pasti ini dalangnya si gula aren. Tuh orang yahh seneng banget buat orang dalam masalah!!"
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar kanzha.
"Tok tok tok Anzha kamu di dalam kamar??" tanya aren sambik mengetuk pintu
"Gawat mas,.. tuh si gula aren panjang umur bener dehh baru aja diomongi langsung nongol !!" geram kanzha panik
"Hallo Anzha,.. apakah kamu sudah tidur?" tanya aren lagi karena tidak menerima sahutan dari kanzha
"Haduhh mas gimana ini lebih baik kamu sembunyi dulu deh, kita susun rencana dulu dari pada langsung kepergok sama dia. Aku akan membawamu ke bunda." ucap kanzha panik sambil terus mengarahkan pandangannya ke pintu takutnya pintu itu akan langsung terbuka
Sedangkan syabil hanya santai saja dan malah berbaring di kasur kanzha.
"Mas kog tambah tiduran sihh... kamu sebaiknya sembunyi dulu gitu dimana... kita belum tahu apa rencananya si aren sebenarnya. malah tidur disini!!" gemas kanzha ke syabil
Dan waktu pintu terbuka kanzha langsung ditarik syabil ke ranjang dan ia langsung masuk kedalam selimut kanzha.
Kemudian kanzha langsung pura-pura untuk tidur.
"Anzha,..." ucap aren ketika masuk ke kamar kanzha.
"Geledah semua kamar ini siapa tahu penyusup itu berada di kamar nona kalian!" titah aren ke pengawal
"Tapi sejak tadi kamu menjaga pintu nona anzha dan tidak ada yang masuk tuan," jawab pengawal itu.
"Sudah kalian laksanakan saja perintahku cepat!!!" tegas aren
"Baik tuan" jawab para pengawal itu dan memeriksa di setiap sudut kamar kanzha.
Kemudian aren mendekati ranjang kanzha dan menatapnya dengan intens.
"Ternyata kamu kalau tidur sangat manis kudanil kecilku,... aku akan membuatmu jadi milikku selamanya dan akan menyingkirkan suamimu itu, dan kita akan hidup berdua selamanya" ucapnya sambil membelai wajah kanzha dan kemudian pergi dari kamar kanzha karena tidak ada siapapun disana kecuali kanzha sendiri yang sedang tidur nyenyak.
Sedangkan ada hati yang panas ketika mendengar perkataan itu.
...***Bersambung***...
jangan lupa tetap dukung author dengan cara tinggalkan jejak kalian di kolom komentar like dan share yah readers ☺️. Trimakasih sudah mampir di cerita INH ini ...
#Terraikaka
__ADS_1