Aku Bukan Dia! I'Am Not Him

Aku Bukan Dia! I'Am Not Him
Kecemburuan Reza


__ADS_3

Siapakah keynan itu??" fikir Reza yang sangat² penasaran karena 80% otaknya dipenuhi oleh fikiran bahwa Ara akan bertemu dengan pria lain yg bukan dirinya dan itu sangat sangat menggangu fikirannya.


Karena hampir aja kucing komplek menjadi sasaran ketidak fokusannya si Reza dalam berkendara gara² kefikiran si Ara terus🤭


⭐⭐⭐


Dan selama satu Minggu itupun Reza tidak bisa bekerja dengan fokus sehingga kena damprat syabil Mulu.


"Za, kenapa dokumen ini halamannya kurang 1 sih kenapa kamu bisa-bisanya teledor kayak begini. Kalau begini proposal ya nanti kita tidak bakalan dapat investor untuk proyek baru kita. Aku harap kamu fokus yah untuk kedepannya" omel syabil ke Reza sambil besungut²


Sedangkan yang kena omel hanya mengangguk pasrah dan menghembuskan nafas dalam-dalam, hanya karena 1 wanita saja membuat dunianya porak poranda sampai frustasi dibuatnya.


"Fokus Reza fokuss !!!!!" ucapnya sendiri


Tak terasa waktu sudah seminggu berlalu dan Reza melaluinya dengan berat. Sampai dimana syabil tidak masuk kantor hari ini dan otomatis kerjaannya syabil dihandel semua oleh Reza, namun ada 1 dokumen yang harus membubuhkan tanda tangan syabil otomatis mau tidak mau dia harus menemui syabil di mansion nya. Dan ketika Reza sudah sampai di mansion Sanjaya dia terkaget kenapa suasananya ramai sekali dan ternyata......


~Jlebbb....( Hati Reza seperti tertusuk oleh belati yang sangat tajam dan rasanya sakit sekali karena apa?? karena telah melihat seorang Ara berbicara dan tertawa bersama dengan laki-laki lain)



"Apa-apaan mereka berdua ini ketawa ketiwi sambil bilang apa tadi ??? Fighting??? Fighting nenek moyang luu" sewot Reza dalam hati sambil mendekat dan menggebrak meja dengan dokumen yg dipegang nya, sontak seluruh perhatian berpusat padanya.


"Ya ampun zaaa... jantung gue mau copot tau!!!" gerutu syabil


"Maaf bil, tangan gue tadi keseleo!!" ucap Reza tak kalah ketus. yah kalau tidak di perusahaan Reza akan bersikap seperti sahabat dekatnya syabil


"Eh ada tamu, maaf mengganggu KEHARMONISANNYA, saya kesini hanya mengantar dokumen saja!!" ucap Reza sambil menatap Ara tajam.


Bertepatan dengan pak Sanjaya dan ibu wilna turun dari kamarnya.


"Eh ada nak Reza, wahh tambah makin rame nih rumah" ucap Bu wilna dengan sumringah


"Eh om Tante, saya kesini hanya mengantar dokumen saja hbis itu saya akan kembali ke perusahaan" ucap Reza dengan sopan santun


"Loh kenapa buru-buru sekali?? sebaiknya kita makan siang bersama mumpung waktu jam makan siang sudah tiba!"


"Tidak usah Tante, saya makan di kantor saja karena pekerjaan di perusahaan tidak ada yang menghandel jika saya juga disini" sambil melirik syabil


sebenarnya itu hanya alasan saja ingin segera pergi dari tempat ini karena tidak kuat melihat kemesraan Ara dengan cowok lain.


"Tidak papa za, kalau urusan perusahaan kamu tenang saja nanti ada ajudan saya yang akan menghandel sementara di perusahaan" cuit pak Sanjaya

__ADS_1


Sedangkan Reza mati kutu sekarang, kalau sudah pak Sanjaya yang bertitah maka sudah tidak ada harapan untuk mengelak lagi.


"Ba-baiklah om saya akan disini sebentar." jawab Reza


"Nah gitu dong za dari tadi kamu juga lama kan tidak ketemu sama Ara, ayok sebaiknya kita makan dulu sambil ngobrol²." ajak kanzha untuk segera ke ruang makan karena perutnya yang sekarang mudah sekali lapar.


"Wah dasar bumil padahal baru saja habis 1 piring strawberry sekarang udah mau makan lagi??" jawab Ara shok


"Hehehe biasa bawaan dedek bayinya pinginnya mamam terus. Besok kalau kamu hamil pasti akan tau rasanya bagaimana hehehehe"


"Iyadeh iya apasih yang enggak buat bumil hehehe"


Mereka semua sudah bergeser ke ruang makan. dengan posisi duduk Reza tepat di depan Ara dan keynan tepat di samping Ara.


"Wah ini pasti temannya nak Ara yah" tanya wilna


"Eh iya om Tante, perkenalkan nama saya keynan saya temannya Ara dari waktu kecil sampai sekarang !" sahut keynan


"Wahh kalian kelihatannya akrab juga yah" balas wilna


"Iya dong Tante, Ara ini sukanya dikerubungi banyak lebah jadi sudah tugas saya untuk mengusir para lebah itu. Karena sudah dari kecil dia itu incerannya kaum Adam" sambil menatap Ara dan mencubit gemas pipinya


sedangkan Reza hanya meremas kuat sendok yg dipegangnya berharap itu adalah tangan keynan yang ia remas sekarang.


"Ahemm ahemm lebih baik kita segera makan semuanya" ucap syabil yg mencairkan suasana yg terasa mencekam itu.


"Om Tante saya pamit ke toilet dulu yah!"


"Eh I-Iya nak Reza" jawab wilna


Tiba-tiba Ara mendapatkan telefon dari temannya dan ia izin untuk pergi mengangkat teleponnya itu.


Setelah selesai berbincang dengan lawan bicaranya di telepon Ara berbalik dan mau menuju ke ruang makan namun tiba-tiba ia dikagetkan oleh sesosok Reza yang ada tepat dihadapannya.



"Apa hubunganmu sebenarnya dengan dia??!!!" tanya Reza tegas sambil menatap Ara intens


"K-kak Reza, maksud kakak apa??"


"Apa hubungan kamu dengan si keynan itu Ara?"

__ADS_1


"Oh keynan...??"


Hati Reza memanas mendengar Ara mengucapkan nama laki-laki lain dengan bibirnya itu


"Iya dia!" geram Reza dengan suara rendah


"Aku dan dia cuma teman sejak masih kecil, udah itu aja kog kak"


"Apa??? apa mungkin pria dan wanita bisa berteman dengan rentang waktu selama itu??? dari kecil???


"Memang itu kenyataan nya kak!!"


"Aku harap kamu menjaga jarak dengan dia, dan aku harap kamu mengerti batasan pertemanan antara pria dan wanita!!! karena pemikiran seorang laki-laki itu tidak sesederhana apa yang kamu fikir kan Ara!!"


"Oke aku bisa menjaga jarak dengan keynan tapi apakah kakak juga bisa memberitahu aku siapa dia sebenarnya yang kakak tunggu??" sahut Ara yang tak mau kalah dari Reza


Sontak itu membuat Reza diam


"CK,.... dasar emang lelaki itu semaunya sendiri. kalau kakak tidak mau memberitahukannya jangan harap aku akan menuruti apa yang kak Reza mau !!! Permisi" sambil menghempaskan genggaman tangan Reza, dan Reza hanya bisa menjambak rambutnya dengan frustasi.


Akhirnya Ara dan Reza sudah berada di meja makan dan mereka sepertinya melakukan perang dingin dan kanzha pasti tahu gerak gerik kelakuan adiknya itu.


"Mas, sepertinya ada masalah dengan mereka berdua" ucap kanzha ke syabil sambil melihat mereka berdua secara bergantian


"Ya aku juga merasakan itu sayang."


"Bagaimana yah membuat mereka akur kembali??"


"Tenang suamimu ini mempunyai 1001 cara agar mereka rujuk kembali istriku"


"Tapi bagaimana dengan keynan??"


"Itumah gampang akan aku serahkan saja ke papa hehehehe " sambil melirik papanya itu dan pak Sanjaya pun memiliki firasat akan terlibat kedalam rencana anak tengilnya itu


"Oh ya???" tanya kanzha sambil berbisik-bisik


"Yess my wife"



__ADS_1


jangan lupa like comen and vote yah readerss


__ADS_2