
Setelah sesudah makan siang dan semua keluarga sanjaya sedang berkumpul di ruang tamu, wilna membuka pembicaraan.
"Nak, nanti sore kamu antar kanzha ke rumahnya yah untuk bertemu dengan ayahnya"ucap wilna menatap syabil
"Buat apa ke sana lagi ma. Aku tidak setuju ! mereka sudah mengusir kamu, kenapa mau ke sana lagi " ucap syabil dingin sambil menatap kanzha
"Mmm,... saya mau mengasih tahu ke ayah tentang pernikahan kita, walau bagaimanapun ayah itu adalah ayah kandungku sendiri. Jadi kalau tuan syabil tidak mau mengantar saya, saya bisa sendiri menemui ayah saya" ucap kanzha sambil menundukkan pandangannya karena saat Syabil sudah mulai marah maka ia tidak akan berani menatapnya
"Itu malah aku sangat tidak setuju kalau kamu ke rumahmu sendirian dan bertemu dengan mama tiri kamu, aku tidak bisa membayangkan perlakuan apa nanti yang akan kamu terima" gerutu syabil
Haduh maunya tuan syabil itu apa sih suruh ngantar yah tidak setuju, berangkat sendiri juga tidak setuju. gumam kanzha
"Yasudah kalau kakak tidak mau mengantar kakak ipar, biar aku antar saja bagaimana?" usul rigas
Rigas langsung menerima tatapan mematikan dari syabil dan jujur itu membuat rigas juga takut dibuatnya.
"Nak,.. tolong kamu antar saja yah kanzha menemui ayahnya. kasihan dia." bujuk wilna
syabil menghembuskan nafas dengan kasar " Baiklah aku akan mengantarmu kerumah ayahmu, tapi ingat satu hal, kalau keluarga kamu melakukan perbuatan yg tidak baik terhadapmu maka jangan berfikir untuk menemuinya lagi" ucap syabil sambil beranjak dari kursi
kanzha menganggukkan kepalanya.
Kanzha tahu kalau sekarang syabil sedang jengkel kepadanya karena permintaannya. dan segera menyusul syabil
"Tuan syabil tunggu..."sambil memegang tangan syabil
__ADS_1
"Ada apa lagi..." ucap syabil dingin
" Tuan, apa tuan sekarang sedang marah kepada saya ?"
" sudah tahu pakek nanya lagi!"
"Maaf tuan...kalau membuat tuan marah, apa yg harus saya lakukan agar tuan tidak marah lagi ?"
"Kamu ingin tahu cara agar tidak marah lagi?" ucap syabil dengan senyum jahilnya
"Mmm" mengangguk dengan polosnya
Syabil menunjuk pipinya, dan kanzha bingung tidak mengerti keinginan syabil kenapa kog menunjuk pipinya
"Haiss... kamu ini tidak peka banget sih !"
"Haaa maksudnya tuan ?"
"Cium pipiku sekarang" ucapnya sambil mendekat kearah kanzha
mendengar itu kanzha langsung membelalakkan matanya karena terkejut dengan permintaan syabil.
" Ma,.. maaf tuan tapi ini di tempat umum, nanti ada orang yg melihat"
"Sudah lah aku maunya di sini sekarang,.. apa harus aku kasih contoh dulu?"
__ADS_1
"Haaa,... ti tidak usah tuan "
Haduh bagaimana ini... bibirku yg suci ini jadi ternodai dong. Eh tpi gpp lah dengan calon suami sendiri .
"Ayo cepat,.. atau aku akan marah lagi ke kamu"
kanzha mencoba memantabkan hatinya dan Cup , dia sudah mencium pipinya syabil.
"Hah apaan itu tadi... kamu yakin sudah menciumku ?"
"I iya sudah tuan" ucap kanzha sambil pipinya merona
"Lagi..!"
"Aku tidak akan melepaskanmu jika kamu tidak menciumku lagi"
kanzha hanya pasrah dengan permintaannya syabil.
"Cup,.." ternyata kanzha mencium bibirnya syabil karena syabil menolehkan sehingga kanzha mencium bibir syabil.
kanzha membelalakkan mata dan ketika akan menarik kepalanya tangan syabil sudah menahan tengkuknya. Syabil ******* bibir manis kanzha.
Hmm kenapa bibirnya sangat manis sekali.
Jangan lupa like, vote, &commentš¤
__ADS_1