
Melihat kemarahan syabil kanzha langsung memeluknya sambil mengelus punggungnya dan itu memang sangat ampuh karena kemarahan syabil sudah agak meredah.
"Tuan, jangan marah lagi yah..." ucap lembut kanzha sambil menatapnya
kenapa dengan melihat matanya yang indah itu, seakan menjadi obat penenang hatiku ketika sedang marah"ucap syabil dalam hati"
Sementara itu , yoshi yang menyaksikan kemesraan kanzha dan syabil serasa kayak kebakaran jenggot. Ia merasa jengkel dan kesal bahwa ada lelaki lain yg mendekati mantan pacarnya itu.
"Tuan,... kita langsung bicara ke ayah saja yah. Biar kita langsung segera pulang dari rumah ini" sambil memegang tangan syabil
syabil menghembuskan nafasnya secara kasar .." Baiklah"
"Tuan handoko kedatangan saya ke rumah anda adalah ingin memberitahukan tentang pernikahan kami. Kanzha putri anda yg cantik ini masih memikirkan keberadaan anda sebagai ayahnya . Dan seharusnya seorang ayah tidak menelantarkan anaknya sendiri!" sindir syabil
__ADS_1
handoko sangat kaget dengan perkataan syabil bahwa putrinya akan menikah dengan pewaris sanjaya groups yg termasuk 3 perusahaan terbesar di dunia.
"Saya ingin memberitahukan bahwa pernikahan saya dengan kanzha akan diadakan 2 hari lagi. Kalau anda masih merasa sebagai ayahnya kanzha, maka datanglah ke pernikahan kami asalkan jangan bersama dengan mereka (menunjuk susan dan ibunya), karena saya tidak ingin ada pengganggu di acara pernikahan saya!. Itu saja yg ingin saya sampaikan. saya dan kanzha mau pamit dulu!"
Kanzha berlutut di depan ayahnya yg sedang duduk di kursi roda sambil meraih tangannya dan menciumnya.
"Yah,.. restui pernikahan anzha. Doakan anzha bahagia dengan pernikahan anzha. Dan maafkan kesalahan anzha dari kecil hingga dewasa ini yg sering membuat ayah jengkel, anzha pamit. Anzha sayang ayah, dan tolong jaga kesehatan ayah, anzha tidak ingin melihat ayah sakit. Dengan kepergian anza dari rumah ini semoga bisa membuat ayah bahagia dengan mama, Anzha pamit yah!" ucap kanzha dengan meneteskan air mata karena ia sudah tidak kuat dengan menahannya. Ia sedih melihat kondisi ayahnya yg duduk di kursi roda. Sedangkan handoko yang mendengarkan perkataan kanzha serasa sudah gagal menjadi seorang ayah, hatinya serasa diremas-remas dan tidak terasa ia juga meneteskan air mata.
Hati kanzha masih sedih, ia ingin di pernikahannya nanti ayahnya datang dan menjadi walinya kanzha, tapi itu tidak mungkin pikirnya.
Syabil masih memperhatikan ekspresi kanzha dan ia masih meneteskan air matanya. Lalu syabil mengehentikan mobilnya di depan danau tempat mereka bertemu untuk kedua kalinya.
"Tuan, kenapa kita berhenti di depan danau ini?"
__ADS_1
"Sudah ayo keluar saja"
kemudian syabil dan kanzha duduk di sebuah bangku yg mengahadap ke danau . Suasana di depan danau sedikit menenangkan hati kanzha.
Syabil memegang pipi kanzha yg habis di tampar ibu tirinya, dan itu masih sedikit memerah "Apa ini masih sakit?" tanya syabil
Kanzha yg diperlukan syabil dengan lembut itu merasa gugup "Ehh ti,.. tidak tuan" sambil gelagapan
Syabil mencium bibir ranum kanzha dengan sangat lembut "Itu adalah hukumanmu yang tidak mendengarkan perkataanku"
"Ma,..maaf tuan, saya sudah meninggalkan tuan tadi"
"Jangan diulangi lagi, atau kau akan mendapat hukuman yg lebih dari ini" sambil tersenyum nakal menatap kanzha
__ADS_1